Tak Punya SIM

Jadi perempuan masa kini rasanya wajib bisa ini-itu. Termasuk berkendara. Bukan atas nama kebebasan, tapi sungguh bisa ke mana-mana secara mandiri itu melegakan. Antar anak ke sekolah, belanja ke pasar, bayar tagihan listrik, misalnya, bisa dilakukan sekali jalan. Sayangnya, saya terkendala oleh tiadanya Surat Izin Mengemudi. Ya. Saya tak punya SIM. SIM C saja tak punya apalagi SIM A.

Karena tak punya SIM, saya dag-dig-dug kalau ada musim operasi lalu-lintas. Mending nggak naik motor saja deh. Suatu ketika pernah saya bermaksud menjemput anak dari sekolah. Begitu saya nongol ke jalan raya, lho kok ada rame-rame? Apa tuh?? Cegataaan! Saya langsung balik kanan dan memarkir motor ke dalam rumah lagi. Untung masih banyak waktu sebelum anak saya pulang, jadilah saya naik bis untuk menjemput anak saya. :-D

Sampai di sekolah, anak saya terheran-heran. Setelah saya jelaskan secara sederhana bahwa ibunya tak punya surat izin untuk naik motor dan sedang ada pemeriksaan di jalan raya, anak saya langsung mengerti. Malah sangat senang pas saya ajak pulang naik bis. Sampai di rumah, anak saya bilang, "Ibu tutup pintunya. Nanti pak polisi tahu kalo Ibu ada di sini." Hehehe...

Kembali lagi ke soal tak punya SIM. Bukannya saya tak pernah punya SIM. Saya pernah punya SIM C. Tapi sudah kedaluwarsa. Kenapa tak diperpanjang? Lupa? Bukan, bukan karena lupa. Saya ingat. Sangat ingat malah, tapi tak sempat.

Ceritanya SIM saya diterbitkan oleh Polda DIY, tapi pas masa berlakunya habis saya sudah jadi penduduk Jawa Timur. Kalau mau punya SIM terus ada dua pilihan: saya harus melakukan mutasi dari DIY ke Jawa Timur atau bikin baru. Inilah masalahnya. Saya tak sempat mutasi sampai lebih dari satu tahun sejak tanggal kedaluwarsanya. Duh, masih bisa apa nggak ya? Konon untuk urusan perpanjangan SIM maksimal satu tahun sejak masa berlaku habis.

Nggg.... Kenapa nggak bikin baru saja? Hmmm...untuk bikin baru saya ragu.

Informasi terakhir saya dapat dari seorang teman. Katanya untuk bikin SIM C baru biayanya 250 ribu-an. Kalau soal biaya insya Alloh (suami) saya sanggup membayarnya, tapi pembuatan SIM baru dengan jalan belakanglah yang bikin saya enggan. Teman saya itu bikin barunya lewat jalan belakang.

Bikin baru tanpa jalan belakang juga bisa, tapi memakan waktu lama. Bukannya saya nggak yakin lulus tes lho, tapi saya khawatir saya harus bolak-balik menjalani tes yang berarti saya harus siap meninggalkan kewajiban di rumah. Duh, dilema simbok-simbok, deh.

Keinginan saya saat ini adalah bisa dapat SIM dengan jalan legal dan halal, biar berkah. Kalau berkah kan segala sesuatunya jadi menenteramkan. Apalagi bagi yang sudah tahu hukum suatu masalah. Cari dosa namanya kalau nekat melanggar. Iya nggak?

Harapan saya ada 'jalan depan' yang terang dan lurus yang bisa membawa saya dapat SIM. Pembuatan SIM massal misalnya. Kalau ada, saya bersedia ikut deh. Pake banget! :-D .

Ikut doakan saya cepat dapat SIM C, ya, teman-teman. Nah, kalau teman-teman, punya cerita khusus tentang SIM nggak? Cerita yuk!


"Blessful August Giveaways by indahnuria.com"


Comments

  1. Kalau ada pembuatan sim masal colek saya ya mbak diah ehehe

    Kalau lewat jalan halal kemungkinan besar tidak lulus. Ada teman coba2 sampai 3 x ndak lulus akhirnya nembak juga. Habisnya malah berlipat2. Etapi itu udah 2 tahunan yang lalu, ndak tahu sekarang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kata temanku itu pertamanya dikatakan sekarang semua lewat jalan depan mbak. Tapi buntutnya nembak juga. Piye jal?

      Delete
  2. Bukane sim massal juga versi instant nya punya SIM mb? Test legal-formal juga tho...wong mbakku malah nggak ikut test ki dapat sim A. Mbayar thok....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang penting legalnya itu lis. Toh sebetulnya aku juga sudah lulus uji di jalanan. Hehehe

      Delete
  3. Aku juga ga punya SIM Mbak Diah. Dulu punya. Itupun nembak karena kerjaku sering wira-wiri. Nembak 250rb gegara ga punya cukup waktu buat ikut tes. Tapi dua tahun lalu dompet plus isi termasuk SIM ilang. Trus sampe habis masa berlaku surat keterangan kehilangan belum lapor lagi karena ngurus KTP di desaku ribet bingiiittt jadi males hahaha! Etapi sebenarnya selama aku punya SIM itu kepikiran juga. Ini hasil nembak pasti ga berkah hicks.
    Di Ponorogo kalo ga salah mahasiswa ISID Gontor ada bikin SIM masal. Kebetulan yg ngurusi temanku. Tapi ya itu, khusus kalangan sendiri. Mungkin karena lembaganya sdh terpercaya ya.
    Kalo ada pembuatan SIM masal aku ikut dicolek ya Mbak Diah hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyempil ga bisa ya mbak hehe. Moga2 aja ada jalan keluar yang barokah ya mbak.

      Delete
  4. Saya kebetulan banyak kenalan jadi mudah mendapatkan SIM hahaha
    Asal benar2 sudah bisa mengendarai ranmor bisalah cari2 kenalan orang dalam.
    [bukan ngaari salah tapi untuk mempercepat proses saja.
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu pas bikin waktu masih SMA juga pk jalan itu Pakde. Nah sekarang baru sadar.

      Delete
  5. saya juga belum punya SIM , pas idul fitri kemarin mudik dan sempat mau bikin tapi prosesnya lama banget, tes ini itu. mau cepat ya nembak, duh, dilema

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kl pas idul fitri tambah lama ya mas karena rame yg antri.

      Delete
  6. aku juga gak punya SIM mbak, soalnya gak bisa nyetir, hadeh

    ReplyDelete
  7. Wah, aku langsung ngecek masa berlaku SIM-ku mak. Tengkiuu. Good luck ya GA-nyaaa

    ReplyDelete
  8. Udah ada kali 10 th aku nggak punya sim C krn lbh byk pakai mobil. Tp ada kalanya klo mobil masuk bengkel, naik motor juga. Mau ngurus sim C lagi tp sim lama nggak ketemu. Kalau ketemu kan ngurusnya lbh gampang walaupun sdh tdk berlaku lagi.

    ReplyDelete
  9. Aaaak jadi inget sim ku juga udah kadaluarsa dan belum perpanjang xD

    ReplyDelete
  10. ayo mbak sim itu penting, aku ada SIM C soale aktif motoran, sebisa mungkin langsung aku perpanjang

    ReplyDelete
  11. aku dulu punya keduanya,gegara hamil tua tiap perpanjangan SIM A (anak pertama) dan SIM C (anak kedua) jadinya sekarang kadulawarsa semua..hadeh pengin buat mahiiiil semua hahaha

    ReplyDelete
  12. kalu sim saya masih hidup mbak, karena masih idup jadi bisa bantu-bantu nyuci baju, beresin rumah, nyapu lantai. Lho...kox ngacok, maaf ya mbak, hehehhee peace :D

    ReplyDelete
  13. saya lewat belakang aja bu hehehehehe banyak oknum yang menawarkan banyak kemudahan hihihi

    ReplyDelete
  14. Dulu habis kecelakaan langsung dibuatin sma bapak biar gak ribet.. Heheheh

    ReplyDelete
  15. semoga segera punya sim mba diah, ceritaku apa ya? hmmm...dl aku bikin sim usia 16th, terus gara2 aku bikin sim diwilayah yg berbeda alamat simku di palsu hahha...#nahlo

    ReplyDelete
  16. itu ya sayang banget karena gk diperpanjang padahal cukup penting

    ah iya sih. rata-rata pake jalan belakang semua
    kalau tes malah lama dan katanya banyakk sih dinnyatakan tidak lulus

    ReplyDelete
  17. Aku doakaaaan mak...SIM memang penting hehehe...apalagi kondisi jalan raya sekarang yang makin ngg jelaaas hheehhe...semoga dapet SIM supaya berkah :). Thanks for joining my #BlessfulAugust yaaaaa :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts