Pasar Tradisional Dan Barang Gembolan

Apa sih yang terlintas ketika mendengar kata 'pasar tradisional'? Ramai? Asyik? Berisik? Kotor? Persaudaraan? Tawar-menawar? Tolong-menolong? Copet? Apapun itu, semua tergantung pengalaman masing-masing. Ada yang senang ke pasar, ada juga yang enggan. Semua tentu punya alasan tersendiri.

Berhubung pengalaman kita tentang pasar tradisional bermacam-macam, tentu beragam pula cara betinteraksi di pasar tradisional. Kalau prinsip saya di pasar itu ikut-ikutan.
Disapa ramah, ikut ramah; disinisin, ikut sinis. Prinsip sama rasa deh, hehe... Ya, gimana, ya? Manusia yang normal kan begitu, ya.

Nah, selain soal ikut-ikutan, ada juga kesan tentang pasar yang baru saya sadari: kemerdekaan. Kok bisa?

Tinggal di lingkungan pedagang pasar tak sama dengan tinggal di lingkungan pegawai. Saya pernah mengalami keduanya. Jika di lingkungan pegawai pergaulan lebih formal, sedangkan di lingkungan pedagang lebih santai. Keduanya punya nilai lebih sendiri-sendiri, tergantung seberapa kita menjunjung tinggi-tinggi langitnya dan memijak kokoh-kokoh buminya.

Di lingkungan pedagang, membawa barang gembolan semacam ini sudah lumrah. Bahkan bukan cuma gembolan, bawa gunungan barang pun biasa. Bahkan pagi tadi saya lihat dua orang berboncengan membawa kereta sorong untuk bahan bangunan pakai sepeda motor. Wuih...

Ini dia: gembolan

Bukan berarti saya setuju dengan cara orang-orang membawa barang dengan perlindungan minimal lho, ya. Saya cuma merasa bahwa hidup bisa begitu merdeka, tak perlu khawatir dengan perkataan orang. Mau pakai baju apapun, bawa apapun nggak ada jaim-jaiman, nggak ada gengsi-gengsian.

Pernah merasa begitu juga nggak? Atau malah teman-teman merasa terjajah saat di lingkungan pasar? Cerita, yuk.

Comments

  1. Gembbolan, gunungan.....kosakata jawa bagian timur ya mbak? Maksudnya? Digembol=ditaruh dlm badan/perut? Klo aku sering bingung klo dah masuk pasar.....yang jual banyak, barangnya dikemas gede2.untuk partai kecil lebih suka ke tukang sayur....harga dah ga prlu nawar lg soalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gembolan tuh bawa barang bungkusan gitu. Ga pake jaim deh :-D

      Haha iya. Kl ke pasar belanja sayur malah habis banyak soalnya sering penjualnya nawar, "sisan seprapat mawon nggih mbak." padahal niatnya cuma beli sak on.

      Delete
  2. saya itu biasa di rumah mba, belanja ke tukang sayur, ngepel, nyuci, dsb. giliran ke acara suami yg nginep di hotel dan bertemu teman2nya, saya yg merasa terjajah ihiks :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi...terjajah karena nggak bisa nyapu, ngepel, nyuci atau gimana mak? :-D

      Delete
  3. mungkin sewaktu masih SD sesekali kepasar sama mama, pasar tradisional lagi, seperti bahasan diatas, sempit, brisik, kotor dan segala macam jualan ada, tetapi tidak pernah sampai membawa belanjaan sampai melebihi target, (gembolan).

    kalaupun lebih gak mungkin juga digantung di mobil, karena belnjanya pakai mobil, masa mau digantung di spion sih, hehe..!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha...kl pake mobil masij nggembol berarti luar biasa banyak dong belanjanya :-D

      Delete
  4. Hampir tiap hari aku kepasar kak, kadang nggak pake sendal alias nyeker, kadang pake celana yang sletingnya rusak. Kadang berubah menjadi kaki ninja kalo pas pasar lagi becek. Semuanya emang terasa merdeka dan bebas :D ,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huaduh...merdeka banget itu sampe jadi ninja pulak!

      Delete
  5. Wooo kirain gembolan itu ya digembol pakai kain, gak taunya kresek gitu ya heheheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini gembolan versi abad ke-21 mak hehe...

      Delete
  6. asik mba kalo pergi ke pasar tradisional, tapi ya gitulah lingkungannya kurang srek

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyik mak karena bisa nemu macam-macam bahan. Kadang nemu yang langka juga. Cuma iya memang harus punya strategi khusus.

      Delete
  7. Aku kalo belanja di bapak penjual sayur keliling langganan, praktis nggak usah repot2 pergi ke pasar tradisional. Tapi pasar tradisional ada enaknya juga, bisa nawar2 dan variasi barangnya lengkap, semua ada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ke pasar khusus pas cari yang partai agak besar ya mak. Teman saya ada yang biasa ke pasar tiga hari sekali buat beli protein hewani yang banyak sekalian trus disimpan di kulkas.

      Delete
  8. hahaha...saya termasuk yang sering ke mana-mana dengan gembolan :). Di mana pun itu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah gembolan memang sudah mendunia ya mak.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts