Seorang Anak dengan Banyak Nama

Seorang anak dengan banyak nama. Siapakah itu? Anak kedua saya, Darojat.

Nama Darojat mungkin sudah umum dikenal, tapi entah mengapa tiba-tiba saja anak saya itu jadi punya banyak nama panggilan. Darojat adalah 'turunan' dari nama Dorojatun yang semula hendak disematkan kepadanya oleh Bapak saya. Dorojatun adalah nama kecil Sri Sultan Hamengku Buwono ke-9. Huruf depan 'D' memang menjadi keharusan di keluarga suami saya yang asli Madiun. Barangkali agar ada 'bau' Jogjanya maka Bapak mengusulkan nama Dorojatun.

Saya suka nama itu, tapi kedengarannya terlalu 'lampau', ya. Akhirnya saya ketemu nama Darojat. Dari nama Jawa jadi nama kearab-araban, ya. Pada awalnya ragu juga, nama ini untuk laki-laki atau perempuan? Maklum, saya dan suami saya tidak paham Bahasa Arab. Saya pun mengingat-ingat teman saya yang memakai nama Darojat, ternyata ada juga laki-laki yang bernama Darojat. Baiklah. Terdaftar.

Lalu, ada berapa nama sih? Silakan dihitung, ya.

Satrio oh Satrio

Sewaktu kecil saya memanggil anak saya itu 'Satrio', sebab memang ada 'Satrio' dalam nama lengkapnya. Keluarga Jogja pun mengenalnya dengan nama 'Satrio'. Ada juga yang memanggilnya 'Iyok'.

Daro Saja

Keluarga Madiun memanggilnya 'Daro'. Saya sih kurang suka dengan nama itu. Akibat 'Daro' itu, muncul pula turunannya, yaitu 'Ndaru'. Ya, lidah orang Jawa.

Rojat dan Turunannya

Ketika sudah bisa berbicara dan pindah dari Tangerang ke Madiun, Darojat menyebut dirinya 'Adek Jat'. Seorang tetangga mulai menyebutnya 'Dek Rojat'. Petualangan nama pun kembali dimulai. Turunan 'Rojat' ini sangat banyak. Ada yang menyebut 'Rozat', karena dikira lidah Jawa yang kagok mengeja 'z'. Ada yang menyebut 'Rozak/Rozaq', dikira Abdurrozak mungkin, ya. Tetangga sebelah memanggilnya 'Rojab', dikira lahir di bulan Rajab barangkali. Dan yang terbaru adalah 'Rojer (Roger)'. Waduh...kebarat-baratan ya.

Seorang anak dengan banyak nama. Itulah Darojat. Saya tak bisa membayangkan kelak kalau Darojat sudah bersekolah, kira-kira ada nama baru lagi tidak ya? Kalau iya, kira-kira apa, ya?

Comments

  1. Hhehe, banyak sekali, om :D
    tapi gak jauh beda, saya juga punya banyak panggilan. mulai dari Chocho, Nogroho (diambil belakangnya saja), Richo kalau di kampus. tapi di kampung saya, banyak memanggil Kacong, panggilan untuk anak yang dimudakan. tapi entah yang manggil itu bukan hanya usianya di atas saya, malah di bawah sayapun ikut manggil Kacong, hehe. mungkin panggilan itu sudah biasa bagi kami, warga Madura :D

    ReplyDelete
  2. Kl gt mas Richo lebih suka dipanggil pk nama yg mana nih? btw, saya bukan om lohhh...

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts