Kalau Saya Sudah Berumur 50 Tahun

50-tahun


Hai, assalamu alaikum.

Kalau saya sudah berumur 50 tahun. Ini tulisan berandai-andai, ya. Usia manusia hanya Alloh yang tahu. 

Gambaran saja, ya, kalau sekiranya saya diberi umur hingga mencapai setengah abad, saya akan seperti apa?

Pernah nggak teman-teman juga berpikir, kalau dianugerahi usia 10 tahun lagi, kira-kira mau jadi apa?

Jujur saja, saya sendiri masih sulit membayangkan jika umur saya 50 tahun. Ubsn makin banyak? Kerut-kerut tambah nyata? Bisa jadi.

Perubahan Fisik Saat Berusia 50 Tahun

Rambut Beruban

Barangkali keadaan ini makin jelas terlihat pada diri saya. Di usia kepala empat ini saja rambut saya sudah berubah warna. Garis di wajah juga sudah tidak malu lagi untuk eksis.

Saya, sih maklum saja. Dari garis keturunan ibu, saya mewarisi rambut cepat beruban. Mulai dari ibu, bulik-bulik saya juga begitu. Jadi saya nggak merasa bermasalah dengan urusan uban.

Toh bisa dicat, ya, kan? Cuma pewarna rambutnya tidak boleh hitam karena dilarang agama. Cat rambut juga harus berbahan khusus, yang tidak memblokir helai rambut dari air. Ini kaitannya dengan urusan wudhu dan mandi wajib.

Kalau mau memilih cat rambut yang sesuai ketentuan agama, boleh tanya ke guru ngaji atau cari di internet. Saran saya, perhatikan betul kehalalannya. Juga jangan warna hitam meski cat rambut itu diklaim halal.

Keriput 

Kerut-kerut di garis senyum dan dahi mungkin makin nyata. Daerah mata mulai kendur. Pipi mulai melorot. Barangkali ini yang terjadi pada wajah saya. 

Kok serem? Iya dan tidak, sih. 

Ga bisa bohong kalau saya takut kelihatan tua . Tapi ga terlalu takut juga karena melihat kenyataan, toh orang-orang juga menua tapi baik-baik saja. Senyum mereka juga tetap manis meski bertambah usia.

Supaya tidak terlalu cepat keriput, baiklah mari kita laksanakan perawatan wajah. Boleh, kok pakai krim anti penuaan. Bolehhh bangettt.

Mata Plus

Ini dia! Mata ga bisa menipu. Sejak memasuki usia 40 tahun, mata saya mengalami penyesuaian. Mulai rabun dekat.

Waktu pertama kali terjadi, saya belum sepenuhnya sadar. Merasa heran saja, kenapa sulit membaca label di kemasan. Kok kayak kecil-kecil banget gitu tulisannya. Kemudian mengalami kesulitan memasukkan benang ke lubang jarum. Saat itulah saya tersadar kalau mata saya sudah dewasa. 

Saya jadi ingat iklan kacamata di majalah ibu saya dulu. Life begins at forty. Eh, kok bener?! Hahaha...

Menopause

Mungkin. Mungkin saya akan mulai mengalami menopause alias mati haid. Bisa jadi lebih cepat, bisa jadi lebih lambat.

Ibu saya menopause di usia 51 kalau tidak salah. Usia 45 bagi perempuan adalah masa persiapan menopause. Perimenopause.

Haid mulai berkurang volumenya, jadwal haid mulai tidak teratur. Atau malah hari haid makin panjang.

Ngeri, nggak, sih menopause itu? Ya ngeri-ngeri enggak. Yang jelas tubuh akan cepat menua begitu menopause sebab hormon kemudaan kita sudah tidak diproduksi lagi. 

Nggak ngeri karena, lagi-lagi, ibu-ibu kita sudah menopause tapi tetap bahagia. Betul, kan?

Saat sudah menopause, risiko osteoporosis jadi besar. Sehingga, yuk mulai diantisipasi dengan rajin berjemur dan bergerak di pagi hari.

Perubahan Mental Saat Berusia 50 Tahun

Melihat perubahan fisik yang mungkin terjadi, rasanya, kok ngenes semua, ya? Hahaha...

Itulah hidup. Terasa, ya kalau hidup ini singkaaat banget. 40, 50, 60, lalu...masih hidup apa tidak? Dulu pas masih berusia 20-30 tahun belum merasakan ini. Begitu kepala empat, berubah.

Saya pernah menulis artikel tentang menua, Menua dengan Senang dan Tenang. Tulisan itu saya buat saat mau masuk usia 40 tahun.

Dulu galau saat mau masuk usia 30. Lalu galau lagi pas mau 40 tahun. Usia 50 nanti? Jangan, deh, ya.

Semestinya di usia 50 tahun nanti saya sudah lebih bijaksana. Seharusnya begitu.

Anak pertama saya akan berusia 18 tahun. Si nomor dua 17 tahun dan si bungsu 10 tahun. Dengan 'buntut' tiga itu mestinya saya makin sabar dan bisa diandalkan. 

Latihannya berat ini. Sampai sekarang pun stok sabar saya masih memprihatinkan. Aduh, astaghfirullah.

Di usia 50 nanti semestinya saya melihat ke atas lebih banyak. Maksudnya mengutamakan akhirat. Dunia akan ditinggalkan, jadi jangan ingin jadi muda lagi. Ga akan bisa. 

Di usia emas itu, saya bisa punya banyak waktu untuk diri sendiri. Anak-anak sudah besar, sudah bisa dilepas sedikit demi sedikit. Saya bisa memanfaatkan waktu untuk belajar, mengaji, olahraga, menggali bakat terpendam.

Baca juga: Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Baiklah. Cukup sekian curhat hari ini. Semoga bisa jadi penyemangat agar makin siap menua. Terima kasih sudah membaca artikel Kalau Saya Sudah Berumur 50 Tahun ini. 

24 Comments

  1. Ya ampun, aku serius lagi mau nyari tulisan wanita 40yo tentang gimana saat memasuki usia ini. Dan mampir ke tulisan mak Diah. Jadi merasa bersyukur banget. Usiaku masih di kepala 3.tapi pengen banget kepo, apa aja yang nanti berubah di usia kepala 4.

    Dan kudoakan semoga memasuki usia kepala 5 nanti, mak Diah tetap sehat walafiat, makin rajin menulis dan selalu menginspirasi. Aamiin

    Aku izin meluncur ke tulisannya yang usia kepala 4

    ReplyDelete
  2. Klo bisa ....tetep di usia 20an..tapi ga mungkin...
    Aku masih galau2 gitu mba klo bayangin usia 50. Masih pantes pke celana jeans ga ya?

    *Halah!

    ReplyDelete
  3. Baca ini aku jadi lebih mikir, siap ga ya saat memasuki usia 50 nanti. Yg terpenting, bekal ibadah udah cukup ato masih kurang banget :(?

    Dr segi fisiknya sendiri aku jg hrs nyiapin mental utk melihat hal2 yg bakal berubah kalo tua nanti :). Kulit kendur, apalagi kalo sampe menopause. Apa bakal msh kuat utk traveling seperti skr ini :( .

    Tapi gimanapun jadinya nanti, pastinya aku mau lebih prepare juga mba utk mempersiapkan diri dan mental, juga tabungan ibadah dari skr :). Usia manusia ga ada yg tau. Takutnya berakhir di saat tabungan akhirat masih sgt sedikit :(

    ReplyDelete
  4. intinya kita harus happy, dan semau oikiran negatif akan hilang

    ReplyDelete
  5. kadang saya sering ngobrol sama suami mbak, kalau sudah tua gimana, kebetulan kita berdua sependapat, ga mau menyusahkan anak semata wayang, mau ke panti jompo aja berdua menikmati hari tua berdua saja, kalau ada rejeki mau pergi liburan berdua juga

    ReplyDelete
  6. Wkwkwkw, iya mba.
    kalo umur 50 thn, semestinya kita lebih banyak dzikrul maut ya
    Porsi HablumminAllah lebih banyak lagi.

    ReplyDelete
  7. Aku kalau bicara masa tua saat umur 50 tahun semoga dihindari dari kepikunan. Takut banget soalnya belum 50 aja suka sering lupaan. 😁

    ReplyDelete
  8. Aging bisa diatasi dengan treatment dan suplemen hormon mba,itupun kalau mau, hii saya aja yang masih 30an udah parno terutama sama kerutan yang terpenting kita enjoying life ya dikasi sehat sudah sangat bersyukur

    ReplyDelete
  9. Wah, aku kepikiran juga nih menjelang menopouse perubahan hormon akan seperti apa. Semoga kita semua disehatkan terus aja yaah, keriput dan ubanan gak papa asal sehat aja hehe

    ReplyDelete
  10. Tulisan Mbak Diah bikin saya merenung juga.
    4 tahun lagi in syaa Allah saya masuk kepala 5.
    Usia anak2 kita dekat2 .. 19, 14, 11.

    Sama, stok sabar masih berjuang nih saya ... duh astaghfirullah.

    ReplyDelete
  11. Duh gak berasa aku juga nih beberapa tahun lagi berarti 50 tahun, betul juga umur rahasia ya tapi berandai-andai gak salah kok. Saling mendoakan ya mbak semoga bisa lebih bijaksana kita mulai sekarang dan nanti. Sabar gak bisa dibeli sih ya tapi harus dilatih.

    ReplyDelete
  12. Huhuhu, baper bacanya...

    Masih ada belasan tahun lagi untuk sampai di usia tersebut, dan semoga sebelum usia tersebut, saya udah bisa menyambutnya dalam keadaan pribadi yang lebih baik, dan yang pasti lebih terarah sebagai pribadi yang manusiawi :)

    ReplyDelete
  13. Masa menopause bagi saya masa yang mengkhawatirkan karena banyak masalah kesehatan yang akan menghampiri tapi benar kata mba jangan terlalu dipikirkan karena kita mau tak mau akan menghadapi masa itu, mudah2an di usia 50 tahun saya masih tetap sehat dan tetap beraktivitas dengan baik

    ReplyDelete
  14. Aku pernah merenung bagaimana nanti kalau umurku panjang dan sudah 50 tahun? Mungkin sudah banyak yang berubah. Tapi aku juga berharap semoga kelak bisa senang dan tenang di usia 50 tahun

    ReplyDelete
  15. Mba, tulisan ini sungguh menjadi pengingat dan penyemanhat untuk semakin memaksimalkan waktu dengan baik di masa kini

    ReplyDelete
  16. Omg mbak. Belum pernah terpikir bagi sy,,,sy sbrnta takut tua sih..oh no! Cmn kan paasti tua ya?! Semogalah sehat2 trs. Amin

    ReplyDelete
  17. yang penting tetep happy ya mbaaak, karena tua itu pasti akan dialami oleh setiap orang hihihi, semoga kita selalu diberikan kesehatan

    ReplyDelete
  18. Saya 15 tahun menuju 50 tahun, deg-degan sih tapi masih santai hehe lebih mikirin bagaimana masa depan anak-anak

    ReplyDelete
  19. Semua perubahan fisik menjelang pertambahan usia memang tidak bisa dihindari ya, Mbak. Namun bisa kita perlambat dengan cara melakukan perawatan diri sejak dini.

    ReplyDelete
  20. Counting down ya Mbak, memang seharusnya kita semakin bertambah usia semakin sabar dan ikhlas menerima berbagai masalah dan perubahan pada diri, tetapi terkadang manusiawi kalau masih ada rasa takut menghampiri. Takut begini takut begitu.

    ReplyDelete
  21. MasyaAllah udah terpikir usia 50 :D
    idem sih mbak pengennya menua dengan tenang udah gak terlalu banyak mikir duniawi mengingat udah tua kan?
    Tp aku tu kalau tua juga kepengen kek org Jepang yg msh aktif bekerja sih walau gk main fisik.
    Investasi masa skrng kyknya kudu jaga kesehatan yaa hehe

    ReplyDelete
  22. Sebelum 50 tahun pun saya sudah mengalami menopause dan berbagai kendala kesehatan lainnya karena penyintas kanker payudara. Yang penting Semangaaaat dan ikhtiar Hidup sehat

    ReplyDelete
  23. Semoga di usia 50 tahun nanti, kebahagiaan semakin bertambah dan keberkahan pun semakin meningkat.
    Karena uda tinggal melihat anak-anak meraih mimpinya masing-masing yaa..

    ReplyDelete
  24. stay safe and stay healthy ya kak :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan.

Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Komentar yang masuk tidak selalu saya balas.

Terima kasih.