Tiga Dosen IPB Raih Penghargaan Academic Leader Award 2019

Dosen-IPB

Masuk era digital 4.0 pelbagai industri mau tidak mau harus mengikutinya. Bidang pendidikan juga demikian.

Pendidikan tinggi di Indonesia dituntut untuk senantiasa melaksanakan amanat Tri Dharma, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Pengajar di perguruan tinggi alias dosen kini juga harus bersedia mengembangkan dan mentransfer ilmunya untuk kemaslahatan masyarakat banyak.

Alih-alih sekadar mengajar, dosen juga harus mampu mensosialisasikan penemuannya, dengan tujuan, apa lagi kalau bukan memberikan manfaat bagi manusia.

Pada 1 Oktober 2019 yang baru lalu, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi memberikan penghargaan 'Academic Leader Award 2019' di Jakarta.

Dosen-IPB
Dosen IPB raih Academic Leader Award 2019
Foto dari sumberdaya.ristekdikti.go.id

Penghargaan ini digelar Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sebagai bentuk apresiasi kepada dosen yang telah menghasilkan karya inovasi yang sangat bermanfaat bagi pembangunan nasional.

Kandidat penerima penghargaan berasal dari Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta.

Penilaian Academic Leader Award 2019 didasarkan pada empat kemampuan seorang pemimpin. Yakni pemimpin yang visioner, menginspirasi, mampu mendorong atau memotivasi, dan unggul.

Ada tiga jenis penghargaan yang diberikan. Kategori pertama adalah kategori 'Dosen' yang meliputi delapan bidang, yaitu: pendidikan, sosial kemanusiaan, seni dan budaya, sains, teknologi, kelautan, pertanian dan kesehatan.

Kategori kedua adalah 'Dosen dengan Tugas Tambahan Rektor'.

Sedangkan kategori ketiga adalah kategori 'Kepala Badan Pelayanan Pendidikan Tinggi'.

Tiga Dosen IPB Berhasil Meraih Academic Leader Award 2019


Penghargaan bergengsi ini menurut Dr. Ali Ghufron (Dirjen Sumber Daya Sains, Teknologi dan Pendidikan Tinggi) diberikan kepada insan yang menunjukkan karakter yang menginspirasi, mempunyai antusiasme dalam berkarya, memiliki kecerdasan yang mampu membawa institusinya maju di era industri 4.0.

Tentu saja penerima penghargaan ini bukan orang yang biasa-biasa saja, melainkan sosok yang benar-benar menunjukkan kualitasnya.

Institut Pertanian Bogor (IPB) memperoleh anugerah yang membanggakan, yakni terpilihnya tiga orang dosen IPB dalam ajang penghargaan bergengsi tersebut.

Dr. Arif Satria, Rektor IPB, meraih peringkat kedua untuk kategori 'Dosen dengan Tambahan Tugas Rektor'.

Dosen-IPB
Dr. Arif Satria Rektor dan Dosen IPB meraih penghargaan sebagai finalis kedua Academic Leader Award 2019 kategori 'Dosen dengan Tambahan Tugas Rektor'.
Foto dari tribunnews.com

Dr. Arif Satria adalah dosen Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB dengan bidang keahlian Kebijakan Kelautan dan Perikanan. Beliau pernah menjadi Anggota Dewan Kelautan Indonesia (2013-2017).

Dr. Arif Satria juga pernah menerima Penghargaan Akademisi Peduli Penyuluhan dan SDM Perikanan, Kementrian Kelautan dan Perikanan pada 2013.

Orang kedua dari IPB yang juga memperoleh penghargaan adalah Prof. Dr. Slamet Budijanto, M. Agr. Beliau mendapat posisi pertama untuk kategori 'Dosen' dalam bidang 'Teknologi'.

Dosen-IPB
Dosen IPB Prof. Dr. Slamet Budijanto, M. Agr. meraih Academic Leader Award untuk kategori 'Dosen' bidang 'Teknologi'.
Foto dari fateta.ipb.ac.id

Prof. Dr. Slamet Budijanto, M. Agr dikenal orang dengan keahliannya dalam diversifikasi pangan, khususnya beras analog. Lulusan S3 dari Universitas Tohoku, Jepang ini juga merupakan dosen di Fakultas Teknologi Pertanian IPB.

Penghargaan ketiga diraih oleh Dr. Illah Sailah dalam kategori
'Kepala Badan Pelayanan Pendidikan Tinggi'.

Dosen-IPB
Dr. Illah Sailah, Dosen IPB penerima penghargaan Academic Leader Award 2019 kategori 'Kepala Badan Pelayanan Pendidikam Tinggi'.
Foto dari bogor-kita.com

Dr. Illah Sailah mengajar di program studi Teknik Industri Pertanian. Doktor lulusan University of Queensland, Australia ini juga merupakan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti) wilayah III DKI Jakarta.

Mencetak manusia Indonesia yang unggul memang tak mudah. Diperlukan kerja keras, kedisiplinan, sistem yang tertata dan kerja sama.

Perguruan tinggi  bisa mencetak sumber daya manusia yang unggul jika memiliki iklim akademik yang kondusif.

Dosen-dosen yang berkualitas serta kepemimpinan yang cerdas kiranya mampu membawa perguruan tinggi ke arah ini.

Comments

  1. Prestasi yang membanggakan almamater ya mba .. seneng aku punya dosen klo banyak prestasi gitu. Asal nggak trus jarang ngampus, trus susah ditemui waktu ngurus skripsi. Eh, dadi eling tmnku kuliah..dia lulusnya jadi lama, karena pas sesi skripsi..dosen e angel diajak konsultasi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, betul.

      Juga penting banget utk mudah ditemui mahasiswa ya.

      Ngenes kalo ceritanya kyk temanmu itu.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts