Skip to main content

Dolan Ke Alun-Alun Magetan


alun-alun-magetan
Bertepatan dengan libur panjang akhir pekan di bulan April kemarin, saya sekeluarga menyempatkan dolan ke Magetan. Selain acara makan siang dan menjenguk bibi, kami mampir ke Alun-Alun Magetan.

Sebelumnya tiap kali ke Magetan, si kecil selalu minta mampir ke alun-alun, tapi kami belum dapat kesempatan ke sana.Akhirnya hari itu, Minggu 23 April 2017, kami ke sana juga usai sholat dhuhur di Masjid Agung Magetan.

Ngapain aja di sana? Intinya sih anak-anak Cuma ingin melihat-lihat dan lari-larian. Lansekap alun-alun yang naik turun membuat mereka gembira. Anak sehat kan harus aktif bergerak ya, hehe...

alun-alun-magetan

alun-alun-magetan


Di sana ada juga pohon beringin raksasa yang adem dan menenangkan. Anak-anak bergegas ke sana, dan tak lupa emak motret tingkah laku mereka. Anak-anak berkenalan dengan pohon besar itu dan mendapat tambahan ilmu akan adanya akar gantung beringin yang bisa dipakai main tarzan-tarzanan alias ayun-ayunan, kalau tidak ada semutnya.
alun-alun-magetan


Puas mengamati pohon beringin, anak-anak segera berlarian mengeksplorasi lingkungan. Ternyata ada air mancur di dekat situ. Spot yang bagus untuk foto-foto kan, ya. Sayangnya anak-anak sudah lari dengan cepat ke lain. Oh, ternyata ada gelembung sabun!
alun-alun-magetan

alun-alun-magetan


Gembiranya mereka bermain gelembung sabun. Alhamdulillaah saat itu angin bertiup cukup kencang, jadi gelembung sabunnya berhamburan ke mana-mana, seolah minta dikejar. Mereka sangat bahagia deh pokoknya, jerit-jerit, mengejar-ngejar gelembung, bahkan si Mas Besar berlagak memakan gelembung sabun. Haha...
alun-alun-magetan

alun-alun-magetan

alun-alun-magetan


Akhirnya mereka minta dibelikan satu. Harganya 5 ribu saja berisi satu botol cairan sabun lengkap dengan wadah penampung dan gagang untuk membuat gelembung. Dan asyiknya, si mas penjual dengan suka rela mengajari anak-anak main gelembung sabun, dipinjami gagang yang panjang pula! Makasih ya, Mas. Semoga rezekinya penuh berkah.


Ini videonya anak-anak diajari main gelembung sabun.




Setelah cairan sabunnya habis, rasa capek pun mulai terasa. Ya, saatnya menyudahi permainan. Sebelum balik kanan pulang, anak-anak minta minuman dingin dulu. Baiklah.

Senang? Banget. Saya juga senang bisa melihat mereka bersenang-senang. Kadang kesenangan itu sederhana, ya.

Nah, teman-teman, siapa yang pernah main ke Alun-Alun Magetan juga? Atau malah ada yang orang Magetan di sini? Ngacung dong!

Comments

  1. seru tuh , pengan kesana ah, nanti weekend

    ReplyDelete
  2. iyo mb...anak2 klo dah liat tempat yang lapang gitu, berasa bebas lari-lari. klo ditempatku paling dekat Denggung. rame banget juga..apalagi klo libur plus 'nyuapin" time..........

    ReplyDelete
  3. it is so heartwarming to see the kids have a nice day at the parl. they seem to be having a great time. you are a good parent to keep a better eye on them and to stay connected

    ReplyDelete
  4. asyik ya kalau punya alun2 luas seperti ini anak2 bisa bergerak leluasa

    ReplyDelete
  5. ahhh senengnya ada alun-alun yang bersih kyk ini mbak. Kapan-kapan ke magetan mampir ah

    ReplyDelete
  6. saya pernah ke magetan terakhir tahun 2000an hihi lama banget ya..kotanya adem..kecil tapi nyenengin, saya inget magetan krn pertama kali belajar naik motor di magetan:D sampe nubruk2 heheh, magetan rimbun banyak pepohonan trus anginnya juga lumayan. masih adem kan ya mba terutama alun2nya.ah jadi kangen pengen main lg

    ReplyDelete
  7. Baik banget penjualnya. Anak2 pasti seneng banget mainan grlembung sabun

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.