Skip to main content

Kangen Putu Bambu

Maghrib baru saja berlalu. Setelah makan malam rasanya kok masih kepingin makan sesuatu. Apa ya, yang enak, lembut di mulut, nyaman di perut, tidak terlalu mengenyangkan, tapi bukan roti? Hmm...apa ya?

Saya bawa anak-anak ke kantor ayah mereka. Pas mereka sudah di kantor, yang selepas jam 5 sore sudah sepi, saya keluar sebentar cari cemilan. Di seputar pasar sih buanyak jajanan dijual, ada roti bakar, pentol, pisang molen, pisang crispy, susu segar, burger dan hotdog, cakwe dan ada juga makanan berat seperti nasi dan bakmi goreng atau sate. Tapi kali itu bukan jajanan model itu yang saya inginkan. Kangen yang tradisional. Kangen putu bambu.

Kadang tubuh itu memberi sinyal sesuai kebutuhan. Tubuh saya, maksudnya, hehe... Jadi misal begini, pas lagi kurang enak badan saya pingiiin banget makan buah yang merah dan berair. Kalau dikasih buah lain, masih kurang puas. Maunya ya yang merah berair itu tadi.

Begitu juga soal jajanan. Malam itu nggak pingin yang biasa. So, sambil jalan kaki saya cari sesuatu yang pas di naluri. Ternyata eh ternyata, ada yang jual putu bambu di dekat kantor. Horeee...

Mampirlah saya ke situ. Warungnya buka sore hari sampai malam. Lokasinya di daerah Uteran. Arahnya dari perempatan Pasar Pagottan ke Barat (kalau dari arah Kota Madiun belok kanan di lampu merah), kurang lebih 200 meter, kiri jalan. Ancer-ancernya dari perempatan pasar sampai ketemu Apotek Hastuti Farma (di kanan jalan), terus sedikit lagi, ada warung Sate Ponorogo di kiri jalan, nah, penjual putu bambu ini ada di sebelah warung sate.

Di sana jual putu bambu dan kacang rebus. Wuiiih...ringan di perut semua! Harga putu bambunya tiga ribu sebungkus, isi lima.

<centerputu-bambu

kue-tradisional

Mmm...yummy kan? Maaf ya, fotonya rada burem karena nggak pakai flash. Tapi bisa terbayang rasanya kan?

Baca juga: King Steak Jajanan yang Ngehits di Seputar Pagotan Madiun

Putu bambu ini termasuk kategori kue tradisional. Bahannya adalah tepung beras, air pandan, gula jawa atau bisa juga gula merah. Cara memasaknya dengan dikukus. Kenapa diberi nama putu bambu? Karena dikukusnya di dalam potongan bambu kecil. Hasilnya ada kue berbentuk silinder dengan tepung beras matang yang beraroma pandan dan lelehan gula jawa di tengahnya. Di luarnya berselimutkan kelapa setengah muda parut dan gula halus. Jangan keliru sama saudarinya si Putu Ayu ya. Beda penampilan soalnya.

Baca juga: Kue Kolak Bintang Satu

Kenangan Bersama Putu Bambu

Dulu pas saya masih anak-anak, putu bambu ini dijual pakai pikulan. Bapak penjualnya lewat sambil teriak, "Putu...putu..." dan kukusannya mengeluarkan bunyi siulan khas. Biasanya kalau pas beli saya dengan semangat lari menyambutnya.

Yang berkesan itu adalah cetakan bambunya. Si penjual melapisi bagian bawah cetakan bambu dengan daun pandan, lalu diisi tepung beras, irisan gula jawa, ditutup tepung beras lagi, terus diletakkan di atas kukusan. Setelah beberapa menit dibaliknya kue dalam cetakan itu sehingga matang di kedua sisinya. Panas-panas kue putu bambu itu didorong dengan batang kayu kecil ke piring atau wadah lain. Pluk! Taburi parutan kelapa kukus dan gula. Seingat saya putu bambunya berwarna agak kehijauan, beda dengan foto yang saya ambil di atas tadi itu yang warnanya cuma putih.

Ketika mengingat itu saya terkagum-kagum. Ternyata Alloh menyediakan cetakan kue di dunia ini! Potongan bambu, kayu pendorong, bahkan pewarna dan pewangi makanan. Masya Alloh.

Baca juga: Pesona Kuliner di Seputar Pagotan Madiun

Membuat Putu Bambu Eksperimental

Sore tadi pas hujan deras menyerbu Madiun, iseng-iseng saya buat kue putu bambu ini di rumah, tapi tanpa bambu. Terus namanya apa dooong? Hahaha... Putu bambu eksperimental!

Setelah googling, ketemu juga resepnya. Mudah dan semua bahan ada di rumah. Ya, namanya juga eksperimen, hasilnya eksperimental.

Takarannya saya buat sesuai kebutuhan. Bahan yang saya pakai cuma 100 gram tepung beras, 120 cc air, daun pandan, pasta pandan, seujung sendok teh garam, gula merah sisir secukupnya. Tidak pakai kelapa parut, karena memang nggak punya.

kue tradisional kukus

Masak air dengan daun pandan, garan dan pasta pandan secukupnya.

Tuang air tersebut ke tepung beras sedikit demi sedikit. Aduk dan remas-remas sampai berbutir halus.

kue tradisional kukus

Berhubung tidak punya cetakan bambu, saya pakai cangkir. Isi sebagian cangkir dengan adonan tepung, beri irisan gula merah, tutup lagi dengan tepung.

mengukus

Kukus selama +- 15 menit.

Hasilnya kurang fenomenal tapi lumayanlah untuk mengobati kangen putu bambu.

kue dari tepung beras

Teman-teman sudah pernah makan kue ini? Sudah pernah buat? Cerita dong gimana pengalamannya?

Tulisan ini adalah hasil collaborative blogging dengan tema: Makanan yang Membawa Kenangan
Baca juga tulisan Annisa Nurjannah: Makanan Buatan Mama

Comments

  1. Ya...ampuun udah lama bgt ga mencicipi kudapan ini. Udah ga pernah ada yg jualan ini lg/lewat dikisaran tempat tinggal

    ReplyDelete
  2. wuaaaa saya suka ini. Beberapa tahun belakangan ada lagi bermunculan, lengkap dengan 'siulannya' tapi harganya lumayan juga ada yang 5000 dapat 4 doang..aish. Makasih ya mbak, ada cara buatnya segala. Biar kalau kangen tidak lagi menunggunya

    ReplyDelete
  3. Kangen putu bambu.....
    Dulu di Bekasi, putu bambu ini dijual bersama Klepon. Sejak pindah ke bogor, belum pernah beli lg.

    Aku coba resepnya ya, mbak :D

    ReplyDelete
  4. itu besar banget mb hihihihi tp emang enak bingits putu ini baru za minggu kmerin beli harganya masih murce 2000/3 biji

    ReplyDelete
  5. Mb Siethie: iya ya mbak. ga ada yang jualan lewat lagi.

    Mb Lidha: ngangenin ya mbak. aroma pandannya itu lho.

    Mb Annisa: iya, saudaraan sama klepon. kl di jogja (di jalan solo) ini dijual satu gerobak bareng klepon, cenil, onde-onde.
    monggo mbak. semoga berhasil.

    Mb Herva: iya ya mbak. gede banget. habisnya ga ada cetakan lain hehe.. murah bener mbak 2000 dapet 3.

    ReplyDelete
  6. Iso matang sempurna dengan ukuran segede gitu mb? Klo dibikin bulat, pke daun..bisa ndak ya...bntuk luar mirip lontongšŸ˜€ ditmpatku msh ada yang surungan mb..@500. Biasanya bar mghrib lewat...grobaknya bunyi....

    ReplyDelete
  7. Buneeeeeee... ini ketiga kalinya saya komen di artikel ini buuukkk, gagal kemarin 2x via handphone... apa harus pake kompu ya? :)
    Aku tu seneng banget di akhir artikel ini ada resep nyaaa, makasi ya bu... susah nyari penjualnya di sini soalnyaaa

    ReplyDelete
  8. aku sering makan kue putu dan baru tau ada embel2 'bambu' :)

    lagi nyisir atu2 tema makanan collab nihhhh dan rupanya aku belum pernah komen tema ini (maklum baru mau bikin)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.