Skip to main content

Susan Indriany, Mendekat Ke DekatHati

Susan-indriany

Tulisan ini merupakan artikel ulasan blog pemenang Arisan Link Grup 6 Blogger Perempuan. Baca juga ulasan 11 blogger lain dengan label profil blogger

DekatHati dot com, nama yang membuat saya penasaran. Nama dan alamat blog yang menurut saya manis banget. Rasanya ada kehangatan di dalamnya. Dan ternyata memang blog Dekat Hati ini banyak mengisahkan soal yang dekat dengan kehangatan: keluarga. Dekat dong dengan keseharian saya juga.
Adalah Susan Indriany, ibu dua anak, yang memiliki blog ini. Kalau melihat gaya bertutur Mbak Susan, menurut penerawangan jarak jauh saya, mamanya Abby dan Nolan ini orang yang kalem dan keibuan.

Saya sudah mengenal Mbak Susan sebelum saya menulis ini. Tulisan ini merupakan proyek Arisan Link Blogger Perempuan dan kami tergabung dalam Grup 6. Melalui proyek ini, diharapkan para blogger akan makin kompak, saling mendukung untuk maju bersama-sama. Wow! Sip banget kan?

Susan Indriyani

Untuk lebih mendekat ke DekatHati dot com, saya menginterview sang pemilik via pesan di facebook.
Inilah hasil wawancara itu:

T: Mulai suka nulis sejak kapan?
 J: Saya mulai suka nulis sejak SMP, Mba. Pelajaran Bahasa Indonesia menjadi pelajaran favorit kedua saya setelah Bahasa Inggris.

 T: Mulai ngeblog sejak kapan?
J: Saya mulai ngeblog sejak 2002, tapi cuma buat dokumen pribadi aja. Aktif ngeblog beneran dan gabung di komunitas blogger baru sejak Agustus 2015 kemarin.


 T: Nama blognya asyik banget, Dekat Hati, ada cerita unik di balik nama itu dong. Boleh diceritakan?
 J: Nama DekatHati dipilih karena saya termasuk orang yang sentimentil dan juga suka puisi. Jadi nama ini dipilih cuma berdasarkan perasaan waktu bikin nama blog pertama kali.


T: Tentang niche atau hal yang biasa ditulis di blog, kenapa milih niche itu?
 J: Blog saya termasuk blog gado-gado, tapi tema besarnya kurang lebih urusan keluarga, parenting dan anak-anak. Kenapa? Karena itu memang area saya sekarang secara saya ibu rumah tangga.

T: Peran keluarga dalam mendukung aktivitas ngeblog seperti apa?
 J: Suami sejauh ini mendukung sekali karena memang dia tahu saya senang menulis dari sejak kami pacaran dulu. Dan kalau ada acara undangan untuk urusan blog, biasanya suami yang bantu jagain anak-anak karena kami nggak punya ART.

Baca juga profil blogger lain: Santi Dewi, Blogger yang Selalu Happy

T: Selain blog, Mbak Susan nulis di mana lagi? 
J: Selain di blog, saya memberanikan diri jadi content writer di Mommiesdaily dan Rocking Mama. Selain uji nyali, juga belajar untuk nulis untuk pembaca yang lebih luas. 


T: Ada target atau keinginan khusus yang ingin diraih bersama blog Dekat Hati?
J: Target dari ngeblog, saya pingin menyalurkan hobi nulis sekaligus bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Lumayan buat nambah-nambahin uang jajan.

T: Oya, pernah nulis hal kontroversial nggak, Mbak? Kalau pernah, topiknya apa dan gimana reaksi pembaca? Kalau belum, kenapa?
 J: Belum pernah dan rasanya nggak akan mau nulis hal kontroversial karena saya memang sengaja menghindari ini. Lebih baik menyebar hal yang positif kan?

T: Selain ngeblog, apa hobi Mbak?
J: Selain nulis, saya hobi masak. Walaupun nggak canggih, tapi ada di dapur sama nikmatnya buat saya dengan menyalurkan pikiran lewat tulisan.

T: Postingan apa yang paling memorable untuk Mbak Susan, boleh diceritakan?
J: Tulisan paling berkesan sampai saat ini adalah artikel yang saya ikutkan lomba BTPN. Itu kali pertama saya berani mengikuti lomba menulis dan nggak percaya bisa meraih juara 2. Ini hadiah pertama saya dari ikut lomba nulis.

Nah, itu tadi hasil wawancara saya dengan Mbak Susan. Tulisan Mbak Susan itu mengaliiir gitu. Seperti pas Mbak Susan bercerita tentang Pillow Talk, eh... Pillow Times.

gambar milik dekathati.com

Dan tulisan Pillow Times ini salah satu dari sekian tulisan berbahasa Inggris dalam kategori English Posts lho. Ternyata pelajaran favorit Mbak Susan pas sekolah dulu, Bahasa Inggris, memang dekat betul dengan hati Mbak Susan. Ingin ikut mendekat ke dekat hati dot com? Yuk, main ke blog ini dekathati.com
Yang masih kepo dan pingin kontak Mbak Susan, boleh lewat sini:
Email: indriany_susan@yahoo.com 
FB: Susan Indriany 
Twitter: @indrianysusan 
IG: @indrianysusan

Comments

  1. walah keduluan sama mba Diah nih... hehe... saya tanya2 lewat WA hihihi

    ReplyDelete
  2. Mb Santi: hehe... takut telat lagi mbak. masak telat mlulu. malu.

    ReplyDelete
  3. Mba santi n mba diah canggih bener ah. Terima kasih ya mba diah... *peluk*

    ReplyDelete
  4. wah, jadi penasaran *meluncur ke dekat hati

    ReplyDelete
  5. Salam kenal mbak susan.. Eh, bntr lagi aku maen ke dekathati.com yaa..

    ReplyDelete
  6. Mb Susan: sama-sama, Mbak. *peluk*

    Mb Wuri: ayok...ayok...

    Sulis: bareng yoook...

    ReplyDelete
  7. Klo jadi content writer mommysdaily syaratnya yg dah punya anakkah mb?

    ReplyDelete
  8. Mb Nita: e...kurang tau ya mbak. coba nanya Mb Susan.

    ReplyDelete
  9. wuihhh sejak 2002, saya masih kuliah waktu itu, salam kenal ya mbak

    ReplyDelete
  10. Saya ketemu pertama kali sm mba susan di acara launching citrex upin ipin yg diadain sm KEB kmrn...syaantiiik aslinya hehe

    ReplyDelete
  11. nama blognya unik yah Mba :)
    cuss meluncur ke blognya :)

    ReplyDelete
  12. Mendekat ke taruihbajaradotcom kapan Mbak. Hihihi #ngarepmodeon

    ReplyDelete
  13. pingin kenal lebih dkt lagi ahhh dgn mbak susannya

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…