Skip to main content

Widyanti Yuliandari, Belajar Food Combining Darinya


Widyanti-yuliandari

Tulisan ini merupakan artikel ulasan blog pemenang Arisan Link Grup 6 Blogger Perempuan. Baca juga ulasan 11 blogger lain dengan label profil blogger

Nama Widyanti Yuliandari memang sudah ngetop di mana-mana. Siapa sih yang tak kenal dengan ibu cantik yang satu ini? Beliau adalah aktivis food combining sekaligus pemilik blog widyantiyuliandari[dot]com.
Pertama saya dengar food combining ini seorang teman blogger yang buat status di facebook tentang makan karbohidrat tanpa protein hewani. Saya jadi kepo, apa sih itu?

Ternyata Mbak Widyanti sudah menelurkan buku tentang food combining.




Saya ingat waktu itu Mbak Widyanti menggelar hajatan giveaway pas peluncurannya. Tapi saya tidak bisa ikut ambil bagian. Masih ga tahu harus nulis apa soal food combining atau yang terkait, hehe...

Ngintip Blog widyantiyuliandari.com


Tulisan di blog Mbak Widyanti memang berkisar soal makanan sehat dan gaya hidup sehat. Tagline blognya saja Inspirasi Gaya Hidup Sehat Ramah Lingkungan. Klop dengan latar belakang pendidikannya di Teknik Lingkungan ITS dan profesinya sebagai Kepala UPT Laboratorium Lingkungan di Pemda Bondowoso, Jawa Timur.

Baca juga profil blogger lain: Tri Wahyuni Zuhri, Blogger Pemupuk Cinta dan Harapan 



Yang lebih asyik lagi, foto-foto di blog Mbak Widyanti ini bagus-bagus. Foto-foto keren itu diambil sendiri lho sama Mbak Widyanti. Keren deh. Sudah ngantor, ngurus keluarga, masih sempat belajar fotografi.






Salah satu tulisan Mbak Widyanti yang menyentuh saya berjudul Jangan Buang Sampah Di Sana . Di tulisan itu Mbak Widyanti mengisahkan pentingnya mendidik anak agar punya kecintaan terhadap lingkungan sejak dini.
" Sebagai orang yang berkecimpung di dunia lingkungan, saya juga tak ingin melewatkan beberapa kebiasaan baik sehubungan dengan tanggung jawab lingkungan mereka, misalnya tidak terlalu sering menggunakan tisu, hemat menggunakan air, hemat listrik dan juga membuang sampah pada tempatnya. Kebahagiaan seorang bunda salah satunya adalah ketika ajaran akan kebiasaan baik mulai menempel dan menjadi kebiasaan anak. Bener, melihat anak mulai terbiasa mengucapkan “terimakasih”, itu saja membuat hati bunda ademmm seperti disiram segelas air es." ~ Widyanti Yuliandari
Nah, gimana? Jadi pingin main ke blognya, kan? Yuk, berkunjung ke widyantiyuliandari.com



Foto diambil dari foto profil di facebook Widyanti Yuliandari
Mau tanya-tanya ke Mbak Widyanti? Ini kontaknya:

email: wyuliandari@gmail.com
instagram: @wyuliandari
facebook: Widyanti Yuliandari
twitter: @widyanti_y

Comments

  1. keren foto-footnya itu kok bisa ya ngaturnya pas bener cantik juga penataanya, sukses mba widyanti :D

    ReplyDelete
  2. betul mba, fotonya bikin mata segar utk memandang terus :)

    ReplyDelete
  3. Mba Widyanti ini konsisten banget ya. Jadi malu. Aku susah banget jaga makan. Hahaha. Dan mba Wid baik banget. Kadang suka ngingetin aku di status, hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ha..ha... aduhh aku yang jadi malu Ges. Aku tuh selalu pengen temen-temenku semua sehat. Makanya kadang cerewet ngingetin. Wkwkwkw

      Delete
  4. Iyo... Aku juga sering mampir di blognya mb Widyanti. Banyak foto buah di blognya..☺

    ReplyDelete
  5. Terimakasih ya Mba, atas tulisannya. Jadi semakin nambah semangat untuk terus berbuat yg terbaik melalui blog terutama. Salam hangat dari Bondowoso

    ReplyDelete
  6. Aku pun bahagia mengenalnya.. Jadi tambah sehat :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.