Skip to main content

Tips Belanja Baju Lebaran Untuk Ibu Rumah Tangga

Lebaran kali ini, seperti biasanya, suami saya menyuruh saya untuk beli baju baru beberapa setel sekaligus. Baju baru saat lebaran memang dibiasakan oleh suami saya untuk saya. Khusus untuk saya. Kenapa? Karena saya ga pernah dibelikan baju baru di luar lebaran? Bukan. Namun lebih karena tanggung jawab suami terhadap keluarga saya. Sebagai perantau, tiap lebaran saya pulang kampung. Bertemu keluarga di Jogja adalah menu utama saat pulang kampuang. Tampak kurang bersyukur rasanya jika saya berpenampilan seperti yang pernah mereka saksikan sebelumnya. Untuk itulah saya perlu pakai busana yang 'baru'.

Busana baru bisa jadi baju yang baru dibeli, baru dipakai (setelah sekian lama dibeli/dijahitkan) atau baru mereka lihat. Hehe... Nah, untuk urusan beli baju ini suami saya punya batasan. Gara-gara obrolan soal baju baru ini, alhamdulillaah lahirlah tulisan ini: tips belanja baju lebaran untuk ibu rumah tangga. Jadi dalam tulisan ini ada sudut pandang lain: sudut pandang suami. Yuk, disimak!

Berniat
Sungguh, niat ini sangat penting. Dengan berniat, kita akan lebih serius dan bertanggung jawab dalam berbelanja. Niatkan kepergian kita ke toko untuk belanja, bukan sekedar cuci mata. Luruskan juga niat untuk beli jenis barangnya. Baju saja atau sekaligus alas kaki, misalnya. Soalnya, ini berkaitan dengan anggaran.

Berdoa Saat Masuk Toko
Setidaknya bacalah basmalah. Harapan kita, dengan memohon pertolongan-Nya kita diberi pilihan yang terbaik. Yang bagus barangnya, yang pas harganya. Juga agar kita terhindar dari rasa kecewa akibat penipuan atau kelalaian. Terlebih lagi untuk yang belanja online. Bedoalah dulu sebelum mengetik alamat web toko online.

Belanja di Jam Tidak Sibuk
Pilih jam yang tidak favorit, misal persis setelah dhuhur. Biasanya di jam segitu pengunjung toko tidak banyak (kecuali di akhir Ramadhan). Belanja dengan leluasa insya Alloh lebih baik hasilnya.

Berbelanjalah Sendirian
Titipkan anak ke kerabat atau suami. Tak perlu ajak ibu mertua, sahabat atau tetangga. Berbelanja sendiri melatih kemandirian serta menumbuhkan rasa percaya diri. Belanja sendirian juga lebih leluasa. Bisa ublek-ublek toko sepuasnya, coba ini-itu, bisa pilih yang harganya murah tanpa sungkan. Hehe...

Pilih Tempat Belanja yang Aman
Tempat belanja yang aman itu yang aksesnya mudah, jauh dari tukang copet, reputasinya baik, tempat parkir aman dan nyaman, dst.

Pilih Busana yang Bakal Banyak Dipakai
Belilah baju yang tidak cuma bisa dipakai saat lebaran atau pesta. Beli baju yang sesuai kebutuhan saja tak usah yang mewah melambai sampai tak bisa dipakai ke pasar, misalnya. Sayang kan uangnya? Mending pilih yang pertengahan. Dipakai lebaran bisa, untuk antar anak sekolah bisa, dipakai ngaji pantas, dikenakan pas arisan juga oke.

Sudah. Itu saja tips belanja baju lebaran untuk ibu rumah tangga. Untuk ibu bekerja atau nona-nona boleh nggak? Boleh dong. Selamat berbelanja, ya. Semoga mendapatkan yang terbaik!

Comments

  1. Beli yang all in 1 emang lebih baik ya Mbak biar sering dipakai. Beberapa baju saya, jarang dipakek tahu2 ga muat haha

    ReplyDelete
  2. Sepakat. Iya enak sendiri. Klo rame2..nanti jadi berubah. Niatnya bli baju...mampire timezone sik...bar kui ngerti2 sore...halah. Giliran milih2 baju, udah capek..budget juga dah kepotong..

    ReplyDelete
  3. pas awal baca point pertama tentang berniat, saya pikir lagi bercanda hehehe.. ternyata mang harus niatnya bener XD biar ga mudah goyah imannya.. oh iya, Tips terakhir jangan lupa bawa dompett.. XD hihihihi

    ReplyDelete
  4. Banyak yang beli baju melambai. Xixixi, hasilnya malah hanya bisa digunakan pas acara besar aja

    ReplyDelete
  5. Beli sebelum ramadan, jadi lebih tenang.

    Itu kalau akuuu

    ReplyDelete
  6. Kayaknya belanja sendiirian itu paling enak ya mbak. Gak ada gangguan

    salam

    ReplyDelete
  7. nice tips mak, saya sukanya beli baju yang modelnya simple, kalo terlalu glamor kok gak pede ya..., trus juga bisa dipake hari2, jadi gak eman2 dibeli, bisa sering dipake...

    ReplyDelete
  8. Biasanya para ibu rumah tangga itu kalau ditemenin sukanya malah belinya lebih yang awalnya mau beli 1 malah jadi 3. Ahi hi hi tapi itulah ibu rumah tangga kalau kesal tidak tapi unik kalau menurut saya mah.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.