Skip to main content

Cara Mudah Potong Rambut Sendiri Di Rumah

Salah satu tantangan berjilbab adalah urusan potong rambut. Inginnya sih senantiasa terlihat segar dan cantik. Apa daya salon khusus muslimah belum ada di sini. Mau potong rambut di salon biasa, riskan. Nggak mungkin dong buka-buka jilbab.

Seperti saya yang minggu lalu berniat minta tolong seorang teman yang punya usaha salon kecantikan untuk memotong rambut saya.

"Di tempat njenengan salonnya tertutup nggak, Mbak?" tanya saya.

"Ke rumahku aja, Mbak. Sore-sore. Di rumah cuma ada aku sama anakku," jawab teman saya.

Memang teman saya ini buka salon bukan di rumahnya. Dia juga LDR dengan suaminya. Jadi di rumahnya hanya ada dia dan anak perempuannya yang masih TK.

Okelah. Sore itu saya meluncur ke rumahnya. Dasarnya belum berjodoh, teman saya itu masih melayani pelanggan di salon. Waduh, gimana dong, sudah terlanjur pingin banget mengurangi panjang rambut ini. Lalu saya ingat dulu pernah baca artikel cara mudah potong rambut sendiri di rumah. Pikir punya pikir, coba ah! Toh resikonya kecil karena saya berjilbab. Andai tak secantik yang dibayangkan juga masih aman karena tidak terlihat orang luar. Hehehe...

Perlengkapan Untuk Potong Rambut Sendiri Di Rumah

Baiklah. Setelah googling lagi, nonton videonya, akhirnya saya berani. Peralatan potong rambut juga sudah ada semua. Inilah mereka:

cara-mudah-potong-rambut-sendiri-di-rumah

Gunting tajam dan sisir

Guntingnya wajib tajam, ya, supaya tidak repot sendiri. Sisirnya saya pakai sisir sebaris.

cara-mudah-potong-rambut-sendiri-di-rumah

Hair mist andalan (bukan iklan)

Saya pakai produk andalan saya. Kalau tidak ada bisa pakai semprotan air. Kalau tidak ada juga basahi rambut secukupnya. Buat rambut jadi lembab. Tapi jangan dikeramas, ya. Kalau sudah terlanjur keramas bisa dikeringkan dulu sebentar sampai lembab.

cara-mudah-potong-rambut-sendiri-di-rumah

Karet rambut

cara-mudah-potong-rambut-sendiri-di-rumah

Cermin

Tidak wajib sih. Tapi kalau ada, bagus. Gunanya untuk melihat hasil potongan.

cara-mudah-potong-rambut-sendiri-di-rumah

Alas berupa koran bekas, kertas lebar, kalender bekas atau tempat sampah yang bersih. Gunanya untuk menampung hasil guntingan rambut.

Sudah semua? Siap? Oh, tunggu dulu. Pastikan tidak ada yang menyela selama proses potong rambut. Yang punya anak, pastikan dulu anak punya kesibukan sendiri. Yang lagi ngisi bak mandi, tutup dulu kerannya. Yang pintunya terbuka, tutup dulu biar nggak terganggu tamu. Yang sedang masak...ini niat mau potong rambut nggak sih? Buruan matikan dulu kompornya! Hahaha...

Cara Potong Rambut Sendiri Di Rumah

Setelah hati tenang dan suasana mendukung, ambil posisi. Bisa duduk di kursi menghadap cermin dengan tempat sampah di depan kita. Bisa juga duduk lesehan dengan gelaran koran bekas di depan kita.

Ada dua cara potong rambut sendiri yang saya ketahui. Cara pertama dengan mengikat rambut di atas dahi, lalu potong semuanya sekaligus.

Cara kedua dengan mengikat rambut ke belakang dan menarik sebagian rambut ke depan muka lalu potong bertahap. Saya pakai cara kedua.

Cara ini diilhami dari video di instagram @kamilabravo, seorang make-up artist dan selebgram yang langganan disewa brand kosmetik. Kalau di videonya Kamila hanya memotong bagian depan rambutnya, saya meneruskan langkahnya sampai ke helai rambut terakhir.

Gimana caranya? Ini dia:

Sisir rambut lembab hingga rapi. Ambil sebagian rambut depan, sisir ke depan wajah. Ikat sisa rambut ke belakang.

cara-mudah-potong-rambut-sendiri-di-rumah

Puntir rambut yang di depan wajah, lalu potong.

Bisa juga sih tidak dipuntir, jepit dengan jari tangan kiri, langsung dipotong.

Ambil lagi sebagian rambut, tarik ke depan wajah, jepit dengan jari, ukur dengan rambut yang sudah terpotong sebelumnya, lalu potong.

Lanjutkan dengan sebagian rambut di belakangnya lagi. Terus sampai habis.

Hasilnya berupa potongan rambut berundak-undak dan jika dilihat dari arah belakang membentuk huruf V.

Jika ingin hasil akhir rata, barangkali bisa dicoba dengan memotong lapis belakang rambut lebih banyak. Sedikit rumit. Cuma saya belum coba, jadi belum tahu apakah bisa berhasil atau tidak.

Selesai. Sudah. Cantik, kan? Ya, itulah cara mudah potong rambut sendiri di rumah. Ada yang pernah coba? Atau mau coba? Yuk, yuk.

Comments

  1. Aku... Aku..

    Potong rambut sendiri di rumah.
    Coba aah. Dah panjang nih. Gerah.

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Oh iya, kalau rambutnya lurus rus rus memang riskan Mah.

      Delete
  3. Aku sukanya motongin rambut anak perempuan aku.. Hehehe. Kalo potong sendiri juga pernah, tapi takunnya malah ngga rapih.. Hehe. Makasi tipsnya yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Resikonya gitu sih mbak. Haha...tapi lumayanlah bisa jadi alternatif saat kepepet.

      Delete
  4. hahaahaa..aku sering potong rambut sendiri.. gak rapi banget sih.. kan pake kerudung juga..

    ReplyDelete
  5. Aku wis tau mbak..eksperimen dengan rambutnya alya..lha nggak mau diajak ke salon... Menurutku sih lebih bagus daripada sebelumnya. Tapi ayahnya yang nggak sreg...njur dipotongin lagi di salon yang pke odong2. Biayanya...3x potong rambutku. Padahal ngerti dewe rambute alya mb.. Sak uprit

    ReplyDelete
  6. aku banget mbak hohohohoo aku udah 3 tahun gag potong rambut di salon.

    ReplyDelete
  7. Makkk pinter banget sih bisa potong rambut sendiri. Deg-degan ga sih pertamanya? Aku biasanya dipotongin poni sm mamaku hihihi

    ReplyDelete
  8. wah tekniknya boleh juga ni ma dwi
    tapi aku blom berani potongin rambut orang, takut salah potong xixixiix

    ReplyDelete
  9. persis seperti yang saya lakukan, pluntir rambut trus potong, hanya saja bagian belakang rada susah

    ReplyDelete
  10. Waaah trik ya oke bangeeet mba.. Bisa langsung dicoba :)

    ReplyDelete
  11. Kalau cowok potong rambut sendiri tidak lucu jadinya
    NLP Surabaya

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.