Skip to main content

Kisah-kisah Unik Berpuasa

Puasaaa! Sebulan penuh berpuasa memiliki cerita tersendiri. Meski lapar dan haus tapi selalu ada kisah-kisah unik berpuasa yang mengesankan. Semuanya menjadi kenangan yang menyenangkan sekaligus sebagai pengingat mana yang benar dan mana yang salah. Mulai dari telat sahur, tak sempat sahur, hingga puasa saja tanpa sholat. Nah, berikut ini kisah-kisah unik berpuasa yang diceritakan dalam kekuarga saya.

Sahur Terlalu Malam
Sahur itu sunnahnya dilaksanakan di akhir waktu. Mengakhirkan sahur, gitu, supaya tubuh tak kehabisan tenaga di saat puasa. Ada sebuah hadits yang menunjukkan keutamaan mengakhirkan sahur yang bisa dibaca di laman ini.

Namun di masa kecil ibu saya (tahun 50-an), sahur dilaksanakan kapan saja di malam hari. Pokoknya sebangunnya, tak peduli sudah mendekati subuh atau belum. Ya namanya juga zaman segitu, belum ada alarm dan ilmu belum banyak masuk atau diterapkan. Tak jarang ibu dan keluarganya bangun jam dua malam lalu sahur. Tentu saja puasanya terasa beraaat sekali. Haduh, kasihan, ya?

Gambar jam dari https://waroengantiks.wordpress.com/2009/04/19/jam-weker/?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C8476251776

Sering Meludah
Puasa zaman dulu itu berat betul kayaknya. Masih cerita dari ibu saya, dulu kalau puasa meski berat karena sahurnya terlalu malam tidak berani untuk membatalkan puasa. Saking tidak beraninya, sampai ludah saja tidak berani ditelan. Takut batal. Jadilah ibu dulu sering sekali meludah. Hehe...segitunya ya. Padahal menelan ludah itu tidak termasuk minum.

Tidak Boleh Menangis
Kalau yang ini kisah saya. Konon, air mata itu membatalkan puasa. Ah, masak? Iya. Katanya. Kata siapa? Nggak tahu ... yang jelas mitos itu beredar pas saya masih SD. "Kalau nangis, puasamu batal." Begitu bunyi mitosnya. Walhasil, suatu ketika kucing kesayangan saya hilang diambil orang pas di bulan Ramadhan. Saya sediiih bukan kepalang. Tapi nggak berani nangis, takut batal puasanya. Sayang dong kalau batal. Saya cuma bisa menggigit-gigit bibir menahan tangis. Begitu ada air mata keluar langsung saya usap. Hehehe...

Tidak Boleh Berdarah
Yang ini supeeer lucu. Mitos kedua tentang puasa pas saya masih kecil adalah tidak boleh berdarah. Berdarah berarti batal. Huaaa ... Lucunya saya percaya aja. Kalau bulan puasa itu hati-hatiii banget. Takut jatuh! Kalau jatuh dan berdarah kan batal! Ternyata setelah besar saya baru ngerti bahwa yang dimaksud berdarah itu adalah haid a lias datang bulan. Ya kalau itu memang wajib tidak puasa. :-D

Ya, itulah kisah-kisah unik berpuasa yang kesemuanya tak patut ditiru karena tidak benar. Kalau teman-teman, apa kisah unikmu? Cerita, ya.

Comments

  1. Dulu, waktu masih kecil, kentut sambil pup katanya bisa mbatalin puasa hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahaha...baru dengar mbak. Lucu ya.

      Delete
  2. hihihi... iya benar, saya dulu juga pernah mendengar kalo menangis itu batal :)
    kakek saya dulu juga kalo sahur jam 2 pagi mak... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Serang juga sama berarti ya mak. Wah, kakek mak Santi juga ngalamin sahur jam segitu ya.

      Delete
  3. Klo jaman dulu....pas kecil....kentut dalam air koyone mb...jaman msh seneng cebur2an di sungai....eh, tapi tahun 80an, sungai msh jernih....msh bisa liat ikan berenang, udang pada sembunyi.....btw, met puassa mbak diah....:-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha...iya betul kentut di air. Selamat puasa juga ya Lis.

      Delete
  4. hihi, sma mba, waktu kecil saya sering meludah takut puasanya ga sah

    ReplyDelete
  5. Waaaah yg gak boleh nangis & gak boleh berdarah itu dulu aku percaya banget lo heheheee.... Tp ada baiknya, anak jaman dulu tough, nggak manja, udah latihan tabah waktu puasa :D

    ReplyDelete
  6. Kalau nangis batal..
    Masih2 terngiang2 yg begitu..
    :)

    ReplyDelete
  7. yang tidak boleh berdarah, kalo berdarah puasanya batal, gue juga waktu kecil beranggapannya kayak gitu, hahaha teringat masa kecil, :-)

    ReplyDelete
  8. tidak boleh menangis.. dulu pas kecil sering di bilangin ibu kayak gitu. kalau pas habis pulang main sering ngadu sambil semi nangis.
    *jaman kecil lumayan sering dibully* hahakahakaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…