Skip to main content

Riding Honda

Is this an advertisement? No. A product review? No. A testimony? No. It's just a story. A story of how I and the rest of family member spending our time riding on a motorbike.

This means of vehicle became our new family member on October 2013. Unfortunately, she has no name yet. Err...is it essential to give a vehicle a name? Some people do that, but not me, I guess.

Alright. Here she is. A black-blue Honda with 125 cc machine. She accompanies me anywhere I want to go. Taking my kids to school, visiting relatives and the most special thing is having a joy-ride along the mountanous villages.


The running boy knows what's next when the motorbike stands in front of the house like this. Take a ride!

I have written several times about where I and my family used to go. To Wana Wisata Grape, for example. I also have written about the reason why I bought this kind of vehicle, a manual one, not an automatic motorbike.

The latest journey was the aftermath journey. We visited Seprahu, Dipo and Blerong after those villages being hit by a flood.

Seprahu village. The swept-away bridge. Above in picture is Dipo village.

Blerong village. Look at the mess the flood made!

This vehicle really helped us a lot. Running on difficult tracks, on slippery muddy roads and on rough roads. And the most important thing is it's fuel-save.

Rocky rocking roads.

I enjoy our journey very much. I looove to see beautiful scenery from up above and far from crowds. I once told my husband about it, "Perhaps deep inside me there is an adventurous spirit." Oh, yes, when by myself and no kids with me. I can conquer the world! *then hugging bolster and yawn*

So, what's your means of transport? Let's ride!

This article is to answer English Friday Weekly Challenge #12: Your Means of Transport. If you'd like to join, please, visit the link above.

Comments

  1. interesting track and yes quite adventerous-mom you are :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. I go there several times and I still adore the scenery. Subhanalloh.

      Delete
  2. Wow. The track is..... Wowwwww.
    Go adventurous Mbak.

    Ryanfile.wordpress

    ReplyDelete
  3. Waah keren Mbak, ada challenge utk posting in English. English saya sudah parah sekali sekarang, makin gak pede nulis English ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo ikut mbak. Tiap pekan lho challenge-nys dan yang sederhana pun welcomed.

      Delete
    2. Ayo Mbak ikutan. Tinggal buka blog BECnya dan daftar. Abis itu ikutan yang challengenya deh.

      Ryanfilewordpresscom

      Delete
  4. Wow that tracks ... ?! May be I prefer to use my foot to go on that tracks heheheh. Btw it's look nice Mbak. Let's go ... Bruummmm :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. No, you can't go there on foot. It is some kilometers long.

      Delete
  5. Huahahah.. Kembaran sama honda ku kayaknya :D

    ReplyDelete
  6. I wonder if it will be very bounchy to ride on those rocky road :o

    ReplyDelete
  7. Pecinta honda jugak ya, english-nya bagus banget. Aku udah lama nggak berlatih nulis english :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.