Skip to main content

Urusan Emak-emak

Anak-anak ini urusan emak-emak.
Mereka memang lucu, penuh ide, heboh dan menghibur. Mereka juga merepotkan, terkadang. Bikin kesal, iya juga. Tapi kalau mereka tak ada, dunia sepi tak bertepi #lebay
Setelah jadi emak memang baru terasa betapa berat status dan profesi ini. Terutama soal anak. Anak memang lahir dari diri kita, tetapi sesungguhnya ia bukan milik kita semata. Ia adalah milik kakek-neneknya, paman-bibinya, pakde-budenya. (Ini bukan quotenya siapa-siapa, ya). Di saat anak berbuat negatif, emaknya kena getah. "Anakmu itu lho, mbok ya diajari sopan-santun!" Tapi di saat anak berprestasi, anak yang diacungi jempol, emak diacungi apa, tidak tahu. #superlebay
Tapi sungguh, cobaan terbesar sebagai emak adalah waktu. (Ini quote saya beneran :-p ) Apalagi di zaman instan begini. Para emak makin ditantang oleh waktu. Seolah-olah waktu begitu pelit memberi kita harapan.

"Anakku kok belum bisa membaca, ya? Nanti gimana kalau di SD?"

"Anakku kapan mau disunat, ya? Teman-temannya sudah semua."

"Anakku kapan lulus kuliah, ya?"


"Kapan anakku menikah, ya?" dan seterusnya.

Belum lagi tekanan dari luar diri emak,

"Anakmu itu kapan nggak ngompol lagi?"

Saya yakin, para emak di dunia ini akan ngos-ngosan kehabisan tenaga untuk menjawab pertanyaan "kapan" itu.
Ah, sudahlah. Jadi emak itu sudah sebuah prestasi, lho. Lagipula tak ada gading yang tak retak, tak ada emak yang sempurna. Daripada pusing, lebih baik cari cara agar waktu tak berjalan lagi #eh?
Kalau saya, kalau saya, lho ya...kadang suka curi-curi untuk menikmati kesukaan saya waktu masih gadis dulu. Apa coba? Sederhana: nikmati wewangian dan jajanan! Gampang banget, tidak pakai mahal. Untuk urusan wangi, saya cukup beli sabun wangi, lalu mandi. Pakai shampo yang wanginya asyik, lalu cium-cium rambut setelahnya. Untuk urusan jajan, curi-curi beli makanan ringan yang disukai, terus ngemil saat sendirian. Bisa cokelat, susu atau bahkan jajanan kemasan yang kerap disebut sebagai junk food. Eh, ini bukan promosi junk food, ya, toh saya juga tidak setiap hari memakannya.
Sebetulnya ada satu lagi kesukaan saya saat masih gadis dulu yang ingiiin saya lakukan lagi: nonton pameran buku. Tapi berhubung sekarang keadaan belum memungkinkan, ya disimpan dulu. Nanti kalau ada waktu bisa dilakukan lagi. Dua kegiatan tadi sudah cukup sebagai pengganti hari-hari heboh sebagai ibu dan istri.
Urusan emak-emak memang tak pernah habis karena kalau habis kita juga yang bingung sendiri, hehe... Tapi bolehlah biar tak bosan dengan hidup, urusan emak-emak diselingi dengan 'iklan' wewangian dan jajanan sejenak. Setuju?

Comments

  1. Ha...ha, kapan ya "me time nya emak-emak"? kalo aku kangen mrmbaca tanpa diganggu....nonton tv sessuka hati....kapan ya? Klo anak-anak dah mandiri mungkin.....

    ReplyDelete
  2. kayaknya gitu. nunggu beberapa tahun lagi. yg penting kita harus tetep sehat biar bisa menikmati saat itu. hehehe

    ReplyDelete
  3. Hihihi.... urusan emak-emak memang gada habisnya. 24 jam gak cukup untuk ngurusin semua itu...

    ReplyDelete
  4. Setuju banget, jadi emak memang sebuah prestasi tersendiri.
    Ohya, lihat pameran buku juga bisa dilakukan di kedai, hehe...

    ReplyDelete
  5. 24 jam sehari rasanya ga cukup ya mak...hiks

    ReplyDelete
  6. mbak Nia: padahal kalau dikasih lebih dari 24 jam badan nggak kuat ya mbak.

    kang Azzet: hehehe...iya betul. dunia sudah berubah ya.

    mbak Kania: betul mbak. mau lebih dari 24 jam? enggak. hehe...

    ReplyDelete
  7. Haha iya bgt punya anak itu milik rame2 ya mak:D sama,dr pada ngeluh bete drmh,mending cari jajanan,sama beli tabloid klo aq hhe

    ReplyDelete
  8. mak Dewi Ratih: hihihi...pokoknya cari yg asik-asik ya mak.

    ReplyDelete
  9. Sejak menjadi emak, rasanya pantat lancip, artinya untuk duduk sebentar sekedar istirahat saja susah. Hidup Emak :)

    ReplyDelete
  10. junk food mak? wah, akupun sukaa #lho?! syukuri aja ya Mak, kita dititipi amanah. harus masak, harus beberes, mandiin anak? alhamdulillah berarti masih dikasih sehat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hore...ada teman :-D bener mak, bisa sibuk ini-itu berarti sedang sehat. Kemarin baru aja sakit, cuma flu sih, tapi nggak bisa ngapa-ngapain sampe akhirnya anak yang udah mau sembuh jadi sakit lagi :-(

      Delete
  11. Siiipp ini. Iya kok sama ya, saya mencium wewangian gitu juga seneng loh. Hobi banget ama aneka mist dan parfum hihihiii... cara self healing yg ampuh loh ini nyium yg wangi2 ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya pakai sambil mengkhayal ya mbak. Hihihi...

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.