Skip to main content

Makanan Setan

Di jalan raya dekat rumah ada sebuah gerai jualan makanan dengan tajuk nyeleneh, yang kalau dibaca berbunyi 'Pentol Setan', lengkap dengan gambar-gambar apinya. Kok ada ya yang jual makanan setan??

Di zaman kuliah dulu di dekat kampus ada juga warung makan yang jual makanan 'Endhog Setan' alias 'Telur Setan'. Konon dinamakan begitu karena rasanya sangat puedas!!

Saya tak habis pikir kenapa dinamakan dengan nama makanan setan. Apa setan itu suka yang pedas, atau dengan makan yang pedas-pedas manusia jadi setan, atau yang makan itu dianggap setan, atau bagaimana. Saya pribadi belum pernah mencicipi makanan setan itu. Lha wong saya ini bukan setan.

Menurut hemat saya, memberi nama jualan dengan nama unik dan menjual itu penting, tapi mbok ya jangan pakai kata 'setan'.

Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. (QS. Fathir: 6)

Comments

  1. lagi booming nama warung setan ya mak

    ReplyDelete
  2. di sini baru satu mak. cuma heran aja, kok ya ada, gitu.

    ReplyDelete
  3. Iya ya mak...makasih nih diingatkan..nama itu kan doa ya..

    ReplyDelete
  4. Di deketku ada bakso setan...warungnya di cat merah (simbol murka, marah kali). Katanya sih krn extra pedas.
    Tp blm prnh nyoba juga...

    ReplyDelete
  5. Mak Kania: betul mak. nama itu doa.

    Bunda Raka-Alya: hmm..murka ya? habis makan itu jd murka kyk setan? hih...emoh aku.

    ReplyDelete
  6. Haduh ada ada saja tuh yang punya nama

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.