Skip to main content

Berita di TV Kurang Berwawasan

Malam ini saat menonton berita perayaan imlek di salah satu TV swasta, saya sempat terheran-heran, lagi. Heran karena lagi-lagi TV swasta ini salah menyebut lokasi kejadian. Di dalam berita itu disebutkan perayaan imlek yang meriah di kota Bojonegoro. Anehnya di layar tertulis Bojonegoro, Jawa Tengah. Sejak kapan ya Bojonegoro masuk wilayah Propinsi Jawa Tengah? Zaman keraton Demak, iya.

Kalau saja kesalahan itu dilakukan perorangan mungkin masih bisa diterima. Masalahnya, ini dilakukan oleh sebuah televisi yang bersiaran nasional. Apakah tidak ada pengecekan kembali dari pihak televisi tersebut sebelum ditayangkan?

Selain kesalahan penyebutan lokasi itu saya juga pernah menemukan beberapa kesalahan yang diucapkan reporter lapangan. Pernah dalam suatu berita kecelakaan, sang reporter melaporkan "Jenazah akan dimakamkan di pemakaman Sasana Laya (dibaca: Sasono Loyo)". Lho, apakah sang reporter tidak tahu bahwa 'sasana laya' itu artinya pemakaman alias kuburan? Apakah sang reporter tidak membekali diri dengan istilah yang berlaku di daerah tersebut?

Saya kira tak sepantasnya sebuah stasiun televisi yang mengaku sebagai TV Nasional melakukan kesalahan seperti itu, terlebih lagi dilakukan berulang-ulang. Jangan sampai orang mengenal berita di TV kurang berwawasan. Kalau begini, bukankah pihak stasiun TV itu sendiri yang rugi?

Gambar diambil dari sini

Comments

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…