Skip to main content

Babem

Anak sulung saya yang sekarang hampir berusia lima tahun pernah punya nama panggilan 'Babem'. Nama panggilan itu ditempelkan kepadanya karena kesukaannya pada babem. Apa sih 'Babem' itu?

Definisi Babem
Bagi anak saya, babem itu artinya kipas angin. Kipas angin dinding disebutnya babem dindingan, stand fan disebutnya babem ayu ting ting (nah lho), kipas langit-langit disebutnya babem langit-langit.

Babem juga berarti kincir angin. Bisa kincir angin kertas, model Belanda, kincir Gareng-Petruk, pokoknya semua kipas angin dan kincir angin itu babem. Jadi, pada dasarnya babem itu adalah baling-baling.

Sejarah Babem
Pada awalnya saat masih merangkak, anak saya ini sering terpaku terpesona saat melihat jemuran putar (jemuran payung) yang menari berputar-putar di depan rumah kontrakan kami dan rumah tetangga. Maklum, tinggal di kompleks rumah petak, jadi hiasannya ya apalagi kalau bukan jemuran. Saat itulah dia sering sekali berkata "Atem...atem" sambil menunjuk-nunjuk jemuran yang berputar-putar menggoda. Setelah cukup jelas bicaranya barulah ketahuan kalau yang ingin disebutnya adalah 'babem'.

Saking gemarnya dengan babem,anak saya itu menjadi pengamat babem. Selain kipas angin dan kincir angin,  lama kelamaan ia merambah hingga AC. Kan di bagian mesinnya ada babemnya juga. Kemudian saat ia 'menemukan' bahwa di mesin mobil, di komputer, dispenser air minum, mesin cuci dan sebagainya ada babemnya, meluas pula lah kebabemannya. Di mana ada babem, di situ pula anak saya ngendon. Bisa betah sekali dia mengamati babem berutar-putar. Aneh tapi nyata.

Mainan yang disukainya pun selalu yang ada unsur babemnya. Koleksi mainan babem kecil-kecilnya sudah banyak, namun sayang tak berumur panjang sebab selalu berakhir di 'meja operasinya' alias habis dibongkar.

Eksperimen membuat babem dari helikopter mainan

Saat kami sekeluarga pindah ke Madiun, tempat asal-usul suami saya, keluarga suami saya pun menjulukinya 'Babem' karena kegemarannya terhadap babem itu.

Babem Sekarang
Setelah populer dengan nama 'Babem', kira-kira di usia empat tahun, kata 'babem' dihapus oleh sulung saya itu dari kamusnya. Dia tak lagi mau menyebut 'babem' ataupun dipanggil 'babem'. Kini ia menyebut 'babem' dengan 'kipas' dan lebih suka dipanggil dengan namanya, Damar.

Walaupun begitu masih saja ada yang memanggilnya 'babem'. Rupanya 'babem' memang sudah familiar bagi sebagian kerabat, maka mungkin di masa mendatang sulung saya ini masih akan terus dipanggil 'babem'.

"Beem..Babem..."

Catatan: e pada babem dibaca seperti e pada balsem.

Kisah babem ini ditulis dalam rangka Giveaway Bicaralah yang Lantang Jangan Hanya Diam. Yuuuk, ikutan!

Comments

  1. Lucu sekali anaknya, Mbak. Masih kecil sudah bisa menciptakan kosakata baru. Pantes saya cari di KBBI enggak ada.

    ReplyDelete
  2. hehehe...ga nemu ya mas. kan sdh didelete dr kamus. terima kasih sdh mampir ke sini.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.