Lebaran Tanpa Kampung Halaman Lagi

Lebaran sudah dekat! Dalam hitungan hari saja insya Alloh hari raya umat Islam ini akan segera menyapa. Semoga saja lebaran tahun ini kompak di Indonesia, ya. Biar nggak nambahin perasaan melow galaw (apaan sih??) karena tahun ini saya bakal merasakan lebaran tanpa kampung halaman lagi. Hiks...

Ramadan tahun ini cukup spesial buat saya, soalnya mulai tahun ini juga dua anak saya yang sudah duduk di bangku SD mulai puasa sehari penuh. Alhamdulillaah, meski pakai drama segala macam, tapi mereka berhasil puasa sampai maghrib. Sholat tarawih mereka pun sudah jauh lebih baik dari tahun lalu. Pokoknya Ramadan tahun ini lebih memuaskan dari sebelumnya dari segi prestasi anak-anak saya. Prestasi emak-bapaknya nggak dinilai? Ih, nggak adil dong! Hehe...dibatin aja, ya, nggak perlu diekspos *halah*.

Baca juga: My Sons and Their First Day of Ramadan

Kembali ke soal lebaran tanpa kampung halaman lagi. Kenapa kok tanpa kampung halaman? Jawabnya karena saya nggak pulang kampung di lebaran tahun ini. Biasanya kami pulang ke Jogja pas H-1 lebaran, kali ini mau H-berapa pun kami nggak beranjak dari bumi Madiun. Kenapa? Karena saya punya bayi lagi *senyum*.

Iya, jadi pas Ramadan masuk hari ke-8 saya melahirkan anak ketiga. Laki-laki lagi lewat operasi caesar. Memang rezeki kami dapat anak laki-laki. Dinikmati saja, ya.

Bawa bayi baru lahir, apalagi dalam perjalanan jauh nan berat sangat tidak dianjurkan. Kasihan si bayi, bisa kelelahan dan dehidrasi. Lha wong antri di tempat praktik dokter selama 3 jam aja sudah bikin badan satu terasa sakit semua (badan siapa aja coba, haha...). Lagipula keluarga Jogja sudah paham kalau saya nggak pulang kampung. Lain waktu deh insya Alloh saat si adek bayi sudah agak besar, bisa pulang kampung lagi.

Baca juga: Another Boy in My Life

Punya Bayi, Jadilah Tahun Ini Lebaran Tanpa Kampung Halaman

Lebaran tanpa kampung halaman kali ini adalah yang kedua. Sebelumnya, di tahun 2010, kami juga berlebaran tanpa kampung halaman. Penyebabnya waktu itu sama: saya barusan melahirkan.

Kok bisa sama, ya? Wah, jadi mudah mengingat-ingat nih. Bedanya, kalau yang di tahun 2010 kami berada di Tangerang Selatan, sehingga baik saya maupun suami saya tidak bisa pulang kampung, kali ini hanya saya yang tidak bersua kampung halaman. Suami saya yang memang asli Madiun tetap menikmati suasana lebaran di tanahnya.

Saya masih ingat pas Ramadan tiba pasca saya melahirkan anak kedua. Dalam keadaan pasca operasi, saya masih bisa bangun malam dan menyiapkan sahur untuk suami saya. Mana waktu itu posisi dapur ada di luar rumah pula. Kalau dipikir-pikir lagi, hebat juga, ya, saya ini. Hahaha...

Keuntungan Berlebaran Tanpa Kampung Halaman

Walau rada sedih, tapi ada untungnya juga tidak pulang kampung lebaran ini. Apa keuntungannya, coba? Yang jelas kami nggak perlu berepot-repot menyiapkan segala peralatan tempur untuk pulang kampung. Tak ada bahasan soal kapan suami saya harus mulai cuti, tak perlu mengemas pakaian, tak perlu booking pak sopir, tak usah pantau perkembangan arus mudik dan arus balik. Yang jelas lagi, kami tak perlu ikut kena kemacetan. Iya, kan? Pokoknya disyukuri saja deh.

Baca juga: Kisah-Kisah Unik Berpuasa

Keuntungan lain dari lebaran tanpa kampung halaman adalah bisa lebih fokus beribadah mahdhoh. Yang pingin memaksimalkan waktu untuk i'tikaf, bisa. Yang pingin fokus menyelesaikan tilawah Qurannya sampai genap 30 juz, bisa pakai banget. Yang ingin mengawal anak-anak belajar puasa dan tarawih hingga akhir Ramadan, amat sangat bisa. Nah, saya sendiri bisa menghabiskan Ramadan dengan stress-free. Biasalah mamak-mamak kalau mau pulkam selalu kepikiran ini dan itu, hehe...

#

Ya, itulah cerita saya soal lebaran tanpa kampung halaman lagi. Teman-teman ada juga yang nggak pulang kampung tahun ini?

Artikel ini merupakan collaborative blogging dengan tema: Kisah Unik Seputar Lebaran

Comments

  1. Emang Ramadhan yang spesial banget ya mbak, hehehehe, kalau aku sih mudik, bisa ngumpul bareng keluarga, salam kenal dari Dunia Faisol

    ReplyDelete
  2. Wah, debay lahirnya kok pas lebaran semua ya mbak *istimewa* . Btw, jd skrg domisili di Madiun nih mb?

    Aku jg sama, di Jbr aja, suami pun ga pulkam, krn lg hamilmud :)

    Makasi yaa udh ikutann, gudlak!

    ReplyDelete
  3. Aku mudik...☺☺ nggak sampe dua jam doang udah nyampe kok ☺☺

    Blm prh ngrasain ramadhan di rantau.. Dan tau nggak mba..aku kadang malah kepengen.

    ReplyDelete
  4. Smg bayinya sehat selalu mbak, g papa blm bisa pulang kampung. Pan baru punya dedek kecil. Kesian kalo harus perjalanan mudik.

    ReplyDelete
  5. Sekarang teknologi makin canggih, walaupun gak bisa mudik tapi tetap bisa komunikasi dan bersilaturrahmi. Kan ada video Call juga jadi bisa liat muka para sanak famili yang jauh

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts