Anak Tak Doyan Makan Nasi?

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor

Kakak saya pernah punya teman kos yang tak doyan makan nasi. makan apa saja dia mau, asal tidak nasi.

"Kayak bule jadinya," ujar kakak saya.

"Makan sayur ya sayur aja, sama lauk."

Saya terheran-heran mendengarnya. Sejak kecil kita selalu dikenalkan dengan yang namanya 4 Sehat 5 Sempurna. Menu dalam sistem penyajian makanan itu berupa makanan pokok, sayur-mayur, lauk-pauk, buah dan susu. Nasi termasuk dalam kelompok makanan pokok.

Lha apa teman kakak saya itu nggak lapar, ya? Soalnya kan nasi itu sumber karbohidrat yang menghasilkan energi utama bagi tubuh? Dengan adanya karbohidrat dalam menu makanan, menyebabkan rasa kenyang.

Memang sih, sumber karbohidrat bukan hanya nasi. Ada kentang, ubi, sagu, singkong, jagung. Bahkan di beberapa daerah di Indonesia, nasi bukanlah makanan pokok, melainkan sagu atau ubi.

Bertahun-tahun kemudian saya bertemu kasus yang sama. Kali ini salah satu keponakan saya. Dia tak doyan makan nasi. Umurnya baru 7 tahun sekarang dan tetap tak doyan makan nasi seperti teman kakak saya tadi. Makannya apa? Sejauh yang saya tahu, mie. Waktu masih kecil dulu makannya bubur. Jadi, saudara-saudaranya makan nasi dan lauk-sayur lengkap, dia makan bubur.

Anaknya kelihatan sehat nggak? Sehat tuh. Badannya juga berisi. Kecerdasannya juga bagus. Jadi, sebenarnya gimana sih perkara tidak doyan makan nasi itu?

Resiko Tak Doyan Makan Nasi


Tiap keputusan selalu mengandung resiko. Termasuk tak doyan makan nasi ini. Menurut pandangan saya nih, makan makanan pokok sesuai kebiasaan tempat kita tinggal itu penting. Kalau di tempat kita terbiasa makan nasi, ya makanlah nasi. Kalau lingkungan kita orang-orangnya makan roti, ya makanlah roti. Kenapa? Supaya ketersediaan bahan makanan kita lebih terjamin.

Ketika Bapak dan Ibu saya naik haji, sebelum berangkat Bapak berujar, "Nanti di sana makanannya apa, ya? Doyan nggak, ya?" Walhasil dengan bekal pikiran seperti itu Bapak jadi kesulitan makan di tanah suci. Makanan sih ada, tapi nggak menimbulkan selera. Beda dengan ibu saya. Beliau bertekad tidak akan memikirkan hal itu. Dan benar, di sana Ibu lebih bisa menikmati acara makan dengan baik meski menunya kadang tak sesuai selera. Mau cari menu makanan Indonesia di sana yang 100% Indonesia tentunya tak mudah kan? Daripada kelaparan, lebih baik ikut menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Negera kita dianugerahi iklim tropis yang sangat cocok untuk mengembangbiakkan padi. Sejak dulu juga pendahulu kita sebagian besar makan nasi. Jadi, kekayaan alam yang diberikan Alloh kepada kita seyogyanya kita manfaatkan sebaik-baiknya. Menanam selain padi memang bisa saja di sini, tapi selama beras masih menjadi pilihan banyak orang dan tersedia dalam jumlah yang cukup, saya pribadi memilih untuk makan nasi.  



Mengatasi Anak Tak Doyan Makan Nasi

Kenapa ya ada anak yang tak doyan makan nasi? 

Setelah saya membaca-baca beberapa tulisan, dapatlah disimpulkan kalau penyebab anak tak doyan makan nasi ada tiga, yakni: terlambat mengenalkan makanan pendamping ASI (MPASI), karena trauma saat dikenalkan dengan nasi dan karena memang tidak doyan tanpa alasan lain. 

Untuk alasan pertama, yakni terlambat mengenalkan MPASI, barangkali memang kuncinya harus sabar. Anak yang sudah saatnya mengenal makanan padat sebaiknya memang dikenalkan. Kalau anak minum ASI eksklusif, segera setelah 6 bulan masa istimewanya bersama ASI saja, berikan makanan padat secara bertahap. Untuk tahap-tahap ini bisa dibaca dari berbagai buku atau sumber di internet ya, Bu/Pak.  Ada tahap bubur, bubur kasar, nasi lembek dan seterusnya.

Juga jangan lupa mengenalkan menu makanan sehari-hari segera setelah anak bisa melalui masa makan bubur.Masakan orang tuanya juga boleh lho, asal memenuhi kriteria makanan untuk anak, seperti rendah gula dan garam, tidak pedas. Bisa juga dengan menyajikan menu makanan berkuah yang lezat dan bergizi. Menu masakan hari ini dari royco, misalnya, bisa dijadikan rujukan untuk penyajian makanan bagi anak.

tak-doyan-makan-nasi
Sumber gambar: royco.co.id


Kalau anak sudah terlanjur besar dan tak doyan makan nasi bagaimana? Orang tua bisa menyuguhkan nasi dalam porsi sedikit, sedikit yang penting ada nasinya. Makin lama porsinya ditambah supaya anak tidak kaget. Atau bisa juga dengan menampilkan nasi dalam bentuk yang menarik. Nasi dalam telur dadar gulung, misalnya. Bisa dicari di internet atau buku-buku kreatif ya, Bu/Pak. 

Untuk alasan kedua anak tak doyan makan nasi, barangkali ada kesalahan teknis saat pengenalan MPASI. Terlalu dini dikenalkan, mungkin. Atau dikenalkan dengan cara terburu-buru. Anak yang dalam masa pengenalan MPASI sebaiknya tidak dipaksa makan banyak. Sedikit demi sedikit dalam suasana menyenangkan. Berikan alat makan yang dapat digenggam anak saat disuapi, misalnya, bisa membantu anak mengenal proses makan. Menurut para ahli, makan adalah suatu keterampilan. Jadi, jangan ragu mengajarkan keterampilan ini sejak dini sebab anak akan harus menggunakannya sepanjang hidupnya. 

Bagaimana kalau anak sudah terkanjur trauma dengan nasi? Cobalah strategi mengenalkan nasi (kembali) dalam porsi kecil. Sedikit demi sedikit deh. Ketika anak sudah menunjukkan rasa suka pada nasi, jangan dipatahkan semangatnya. Kadang orang tua itu sering usil. Anaknya sudah baik-baik doyan makan nasi malah diledekin, "Tuh, enak kan? Apa juga yang Ibu bilang? Kamu sih nggak percayaan." Lhah, kalau diginikan ya bisa saja anak berbalik lagi tidak doyan makan nasi.

Untuk alasan terakhir ini memang agak susah, karena berhubungan dengan selera. Mirip dengan orang suka sambal dan yang tidak suka sambal. Mau diapakan saja yang suka sambal tetap suka sambal, yang tidak suka tetap tidak suka sambal. Mau disalahkan juga nggak bisa, ya.

Tak Doyan Makan Nasi, Suatu Masalah Atau Tidak?

Ini kembali ke masing-masing orang, ya. Ada orang tua yang tidak khawatir akan hal ini, karena mungkin bisa menyajikan menu makanan yang berimbang bagi buah hatinya. Tak doyan makan nasi tidak berarti kiamat, toh bisa diganti dengan makanan sumber karbohodrat lain.

Namun jika orang tua merasa khawatir ketika anaknya tak doyan makan nasi, segeralah ambil tindakan penyelamatan, hehe... Jangan lupa juga doakan agar anak bisa mengikuti pola makan yang diajarkan orang tua. Doa orang tua itu makbul, lho. 

Nah, teman-teman, adakah yang punya anak yang tak doyan makan nasi? Atau malah teman-teman sendiri juga tak doyan makan nasi? Boleh lho berbagi kisah di sini. Siapa tahu bermanfaat bagi yang membacanya. Yuk, yuk, cerita! 
 

Comments


  1. Anaknya didik mb yang nggak doyan nasi?
    Tetanggaku ada..tapi dia susune buanter poll. Doyane kentang.

    Yo aslinya gpp..tapi kadang repotnya klo pas pergi, jadi susah nyediain maemnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan lis. ponakan di jatim sini.

      kalo jalan-jalan harus bawa makanan sendiri ya. ga bisa jajan.

      Delete
  2. Ada juga anak yang alergi sama nasi, Mbak. Jadi makannya pakai roti, bahkan roti khusus pula bahannya. Saya juga masih bingung ya kalau ada yang gak doyan nasi. Tapi ternyata memang ada.

    ReplyDelete
  3. anak tetangga ada yg takut dan jijik banget liat nasi
    yang lainnya mau
    ya nggak apa sih bisa ganti kentang, sama juga karbohidrat kan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mbak. bisa diganti dengan sumber karbohidrat lain. ada ceritanya mbak kok bisa jijik?

      Delete
  4. Aku nih mba, sampai hari ini, ada masa masanya aku ga mau makan nasi. Bisa sehari, dua hari, tapi alhamdulillah ga lebih dari seminggu. Soalnya aku bosan makan nasi melulu. Untung mamaku sigap, jadi divariasikan. Walhasil sampai besar, ketika bosan makan nasi datang, aku masih bisa merasa cukup dengan makanan pengganti nasi lainnya.

    ReplyDelete
  5. Anakku yg prtama kurang suka nasi mba :). Tp dia doyan bgt kentang. Kalo aku justru senang dia suka kentang, krn aku sendiri juga mengurangi makan nasi utk alasan kesehatan. Memang blm bisa 100%, apalagi krn aku doyan kuliner. Tp utk anakku, krn dia memang hobinya kentang, ya aku mau usahain agar kentang selalu ada. Biasanya dia makan kentang dengan lauk kyk daging, roti, ato ikan.. :)

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah anak-anak saya doyan nasi dan makan dengan lahap. Kuncinya memang di saat pengenalan MPASI. Harus benar-benar perhatikan kesiapannya, daaan... kalau saya sih selalu ajak bayi makan bersama sejak sebelum bisa duduk sendiri. Dia makan MPASI, kami makan nasi.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts