Kucing Pun Mengajarkan Kasih Sayang

Kalau ada yang bilang saya belum bisa move on dari bayang-bayang Weslie, mungkin ada benarnya. Diakui atau tidak, bekasnya terlanjur nempel kuat di hati. Mumpung masih teringat terus, sekalian saja saya tuliskan hikmah dari kedatangan dan kepergian Weslie dari hidup kami, hidup saya.

Siapa sih Weslie itu? Dia adalah kucing temon (temuan) yang kami pelihara sejak kecil. Waktu kami ketemu Weslie, matanya masih berwarna abu-abu, pertanda umurnya masih sangat muda. Weslie dibuang seseorang di tempat sampah perumahan. Teganya yang membuang dia. Weslie itu masih bayi, masih nyusu induknya, kenapa dipisahkan? Induknya pasti juga sedih. Ibu mana yang mau pisah dari anaknya apalagi yang masih kecil, masih menyusu??? Hayo, siapa yang berani menyebutkan? Ada nggak? *terbawa emosi*

Tentang Weslie: Adopting an Orphan Kitten

Saya sudah pernah memelihara kucing kecil yang dibuang juga. Namanya Pendekar. Pernah saya tulis di bawah judul Pendekar dan Masalah Kucing Piatu. Coba deh bagi yang suka membuang kucing bayi, baca tulisan-tulisan saya itu.

Kembali ke Weslie. Weslie akhirnya jadi kucing kami. Dibelikan kandang, litter box, wadah pakan dan lain-lain. Orang yang melihat biasanya mengira kalau kami miara kucing berambut panjang. Bukan. Kami miara kucing kampung. Kucing biasa. Kucing yang biasa dibuang-buang. Aneh? Nggak. Kucing juga makhluk-Nya kok.

Seiring waktu, Weslie akhirnya mengalami puber pertama pada umur sekitar 6 -7 bulan, lalu dia pun hamil. Kami kompakan. Saya hamil, dia hamil. Hehe... Setelah cukup umur kehamilannya, dia melahirkan. Tidak ada yang tahu, Weslie tidak ribut pas mau melahirkan. Tiba-tiba lepas tengah malam suami saya mendengar suara bayi kucing. Ternyata Weslie melahirkan empat anak dalam sunyi. Mungkin dia tidak ingin merepotkan kami. Luar biasa. Kelahiran pertamanya tenang sekali.

induk-kucing-dan-anaknya

Weslie dan empat anaknya
Fotonya ini lagi, ini lagi...

Weslie termasuk ibu yang baik. Dia rajin sekali ngecek kondisi anaknya, menyusui mereka. Pindah memindah anakpun dia lakukan ketika dia merasa tempatnya tidak aman lagi bagi anak-anaknya. Tapi berhasil kami akali sehingga kembali lagi ke tempat semula. Alasnya yang dari baju-baju lama kami tambahi tumpukannya, kotaknya diganti, sudah cukup buat Weslie. Good girl...

Sebulan setelah melahirkan, Weslie terlihat murung, tidak bernafsu makan lalu pergi dari rumah. Anaknya jadi yatim-piatu. Sehari kemudian dia pulang dalam keadaan lemah. Mengeong saja tidak mampu. Akhirnya malam itu Weslie meninggalkan dunia ini. Meninggalkan empat bayi kucing yang masih tak berdaya.

Tanpa Weslie, bayi-bayi itu tak bisa bertahan. Menyusul sang ibu berturut-turut: Sky, Rocky lalu Everest a.k.a Mbladhus. Semua dikuburkan berdekatan kecuali Rocky. Yang tersisa hingga detik ini hanyalah si putih Marshall.

kucing-kecil

Yang tersisa

Setelah curhat di facebook, seorang teman saya, Mbak Een Endah, memberi informasi bahwa kemungkinan Weslie kena virus panleu, semacam distemper. Virus ini mengobok-obok pencernaan kucing sehingga kucing diare dan muntah-muntah serta tak nafsu makan. Virus ini beredar di sekitar November-Desember dan menyerang kucing muda (di bawah 1 tahun), terlebih lagi yang belum/tidak divaksin. Ah...Weslie memenuhi semua kriteria itu. Setelah mendengar kabar kucing tetangga juga mati dengan gejala yang mirip, kami makin yakin kalau Weslie mati karena virus itu.

Kalau sudah terkena virus itu memang kesembuhannya bergantung pada kekuatan tubuh si kucing. Kalau ada klinik binatang piaraan, sebaiknya segera dibawa ke sana untuk diinfus guna mengganti cairan yang hilang. Alternatifnya adalah memaksakan kucing untuk tetap makan dan minum. Beri makanan yang lembek.

Marshall kini tidak lagi menjadi kucing kecil yang lincah. Dia harus berjuang sendirian. Belajar makan, minum dan tidur sendirian. Tiap kali mau tidur dia selalu mengeong-ngeong ribut minta dikeloni. Kalau sudah begitu, persis seperti bayi manusia, Marshall akan ndusel-ndusel mencari kehangatan. Dia paling suka menempelkan tubuhnya ke leher, mungkin karena dia bisa mendengar irama jantung dan napas orang yang ngeloni. Setelah dia lelap, barulah bisa ditinggal, digantikan dengan kain atau boneka lembut. Ah, Marshall, kasihan kamu.

kucing-bobok-sama-boneka

Marshall, kurang baik keadaannya

Kucing ataupun manusia ternyata sama: butuh kasih sayang. Butuh pelukan dan kehangatan. Butuh perhatian. Penyayang binatang pasti paham soal ini bahwa mereka itu bukan barang, mereka makhluk hidup yang punya perasaan seperti kita.

Bagi yang belum paham perasaan semacam ini, semoga terbuka hatinya. Binatang apapun itu tidak layak diperlakukan tidak manusiawi. Kucing kecil dibuang, burung dikurung di sangkar mewah, monyet dirantai. Apa salah mereka dibegitukan? Apa?

Comments

  1. aku ga tau gimana kalau cucuth pergi..belum pernah aku bayangin dan g mau bayangin xD

    RIP weslie
    untuk panleu, itu nular ke kucing lainnya emang jadi kudu diisolasi dan kandangnya dibersihkan semua. satu2nya cara vaksin walau kadang masih ada aja yg kena karena faktor lingkungan seprti musim ujan atau lainnya.
    diangeti marshall pakai lampu biar dia enakan. cepet enakan dan jangan lupa nanti disteril ya si marshall

    ReplyDelete
  2. iya mbak. cepet banget nularnya. rencana dulu weslie mau disteril...eh keburu hamil. rencana mau nyteril anak-anak kucing ini...eh...sudah pada kembali ke Sang Pencipta.

    ReplyDelete
  3. Semoga Marshall bisa bertahan ya mbaaa.. RIP Weslie. Virusnya mematikan juga ya mba

    ReplyDelete
  4. Aduh..ayamku tak kurung e..lha klo nggak gitu, sayuranku dimakan. Klo gak gitu, loncat pager..tidur ke tempat tstangga yang ayamnya lebih banyak..☺☺☺

    ReplyDelete
  5. huaaah sediiih.. kasian banget weslie meninggal abis melahirkan anak2nya yg lucu.. hiiikss... Semoga Marshal sehat2 ya mba

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts