Pesona Kuliner Di Seputar Pagotan Madiun

Madiun Kota Pecel. Iyes banget. Yang namanya pecel di sini selalu ada sepanjang hari. Dari selepas subuh sampai tengah malam. Penjualnya pun ada di mana-mana, di kampung, di perumahan, di pasar, di warung kecil hingga warung besar.

Tapi, selain pecel tentu ada dong kuliner menarik yang lain. Nah, kali ini saya mengajak pembaca semua mengenal pesona kuliner di seputar Pagotan Madiun. Oh ya, Pagotan ini berada di wilayah Madiun Selatan. Bagi yang pas kebetulan lewat daerah ini (misal mau ke Ponorogo, Pacitan atau Wonogiri), bisa mengunjungi tempat-tempat yang saya sebutkan berikut ini.

Rujak Cingur Bu Siti

Rujak cingur, makanan khas Jawa Timur ini memang istimewa. Di Pagotan, ada warung rujak cingur yang sudah melayani pembeli sejak sangat lama. Namanya Warung Rujak Cingur Bu Siti. Letaknya persis di Selatan Indomaret Pagotan. Kalau dari arah Kota Madiun, kanan jalan. Warung rujak cingur ini buka pagi-sore hari. Jam 10 pagi hingga jam 16. Jangan keliru, ya, kalau menjelang maghrib warung ini berubah jadi warung nasi goreng dengan penjual yang berbeda.

Kalau beli di sini biasanya saya minta dibungkus, eh, saya minta rujaknya dibungkus. Berhubung saya kurang suka pedas, saya minta tidak pakai cabai sama sekali. Lah?! Soalnya saya mikirnya gini, biasanya cobeknya kan sudah dipakai untuk ngulek rujak yang pedas, jadi saya tinggal nebeng pedasnya saja. Hehehe... Kalau suami saya malah kebalikannya. Suka pedas. Jadi kalau pesan selalu yang pedas pol. Penjualnya, Bu Siti yang sudah sepuh itu sampai hapal dengan kebiasaan suami saya ini.

Sambil menunggu rujaknya dibikin, kita bisa pesan es buah atau es teh untuk diminum di situ. Biasanya ada ibu sepuh lain yang melayani pemesanan minuman. Nah, yang unik di situ disediakan setumpuk tabloid. Jadi sambil duduk di bangku panjang sembari nyeruput es, kita bisa baca tabloid religi. Bukan terbitan terakhir sih, tapi lumayan lah.

Harganya berapa? Seporsi rujak cingur dihargai 8.000, es teh 2.000. Kalau es buah saya lupa berapa harganya. Mungkin 3.000-an.

Warung Gado-Gado

Setelah ngrujak, kita nggado-gado yuk. Yang serba sayur dulu ya, biar sehat.

Warung Gado-gado milik Bu Markus ini letaknya persis di Selatan Kantor Polsek Geger, atau BRI Uteran ke Utara sedikit. Kalau dari arah Kota Madiun, kiri jalan. Warung gado-gado ini buka dari jam 9 pagi - jam 16. Cirinya warung sudah buka adalah kalau tirai berupa kain biru sudah dibentangkan menutupi kanan-kiri warung dan deretan kelapa muda sudah terpajang manis di muka warung.

Oh ya, di siang hari sekitar waktu dhuhur biasanya warungnya istirahat sebentar sebab pemiliknya pulang ke rumah untuk melaksanakan sholat.

Di dalam warung sederhana berdinding kain ini ada satu buah meja dan dua bangku panjang yang menghadap meja.

Pembeli bisa makan gado-gado di sana, bisa juga minta dibungkuskan. Isinya ada tahu dan tempe goreng, telur rebus iris, kentang rebus, kacang panjang, tauge, wortel, kubis yang disiram saus kacang dan dihiasi dengan tomat dan selada mentah. Semua sayurnya matang ya kecuali tomat dan daun selada.

Di warung ini juga ada minuman istimewa: es campur dan es degan (kelapa muda). Anak-anak saya suka banget dengan es campurnya. Kalau pas bulan puasa, beli es campur di sini bisa buat persiapan buka puasa, soalnya kalau pas Ramadhan buka sampai jam 17.

Harga seporsi gado-gadonya cukup murah, 7.000 saja. Es campur atau es degan 3.000.

Update: Bu Markus sudah tidak melayani pesanan es degan lagi sehubungan dengan berkurangnya kekuatan beliau membelah kelapa muda.

Tahu Tek

Yang ini saya cuma tahu namanya warung tahu tek. Belum tahu nama penjualnya sih, hehe... Yang jelas warung ini bukanya malam hari. Siap dari jam 17 sampai sehabisnya kira-kira jam 23. Warung ini mangkal di sebuah teras bekas toko. Jadi kalau siang tidak ada jejaknya. Letaknya persis di Utara Kantor Pos Uteran (kantor pos mini). Kalau dari arah Kota Madiun, kiri jalan. Cirinya adalah gerobak dengan spanduk kecil berwarna hijau dengan tulisan Tahu Tek.

Sepertinya warung ini satu-satunya penjual tahu tek di seputar Pagotan. Saya baru tahu warung tahu tek ini sekitar satu tahun.

Di sana disediakan tikar bagi yang mau lesehan. Kalau saya biasanya beli untuk dimakan di rumah saja. Duduk di sana cuma untuk nunggu tahu teknya dimasak. Asyik aja lihat bapak penjualnya beraksi ngulek kacang tanah dicampur petis. Suara krek-krek pas kacang diremuk itu lho, bikin kemecer.

Harganya berapa? Per porsi 7.000 saja. Cukup terjangkau kan?

Update: warung ini sudah tidak pernah beroperasi lagi. Sayang, ya. Semoga bukan karena tidak berjualan lagi, tapi semoga cuma pindah lokasi saja.

Sate Kelinci Pak Mundi

Nah, setelah makan yang serba sayur, yuk nyicipi protein hewani. Di seputar Pagotan ada warung Sate Kelinci Pak Mundi. Sebetulnya bukan cuma sate kelinci sih, ada juga sate ayam, sate tahu dan rica-rica ayam. Cuma sudah kadung terkenalnya sate kelinci.

Dulunya Pak Mundi ini jualan keliling dengan gerobak di perumahan, tapi sekarang menempati lapak persis di depan Bank BRI Uteran. Kalau dari arah Kota Madiun, kiri jalan. Siap sekitar jam 17 dan tutup sampai sehabisnya.

Gerobak sate dan Pak Mundi. Sayangnya fotonya nggak jelas

Saya sendiri baru nyicipi sate kelinci dan sate ayamnya. Seperti kebanyakan sate di sini, standarnya adalah pedas. Jadi kalau mau makan yang tidak pedas, jangan lupa bilang dulu pas pesan. Di warung Pak Mundi ini lebih nyaman kalau makannya di rumah soalnya warungnya bongkar-pasang. Tapi bisa juga sih makan di sana. Ada bangku dan mejanya. Mau cuci tangan, tinggal nebeng kran airnya Bank BRI.

Harganya berapa? Satu porsi sate ayam berisi 11 tusuk harganya 10.000. Sate kelinci terakhir saya beli 12.000. Lontong dihargai 1.000 perbuah.

Pertama kali saya makan daging kelinci ya di Sate Kelinci Pak Mundi ini. Rasanya ya mirip lah dengan daging ayam. Kelincinya disembelih sendiri oleh Pak Mundi yang juga imam masjid setempat itu.

Martabak Telur dan Terang Bulan Bistroland

Ada dua penjual martabak dan terang bulan di seputar Pagotan. Yang dimaksud di sini adalah martabak besar, bukan martabak mini, ya. Dari dua penjual itu baru satu yang saya cicipi, soalnya yang kedua baru buka. Jadi baru martabak Selatan perempatan ini yang saya review.

Martabak yang ini jualannya sore hari dari jam 17 sampai sehabisnya. Martabak ini lumayan laris. Pernah suatu kali saya beli di jam setengah tujuh malam, sudah menolak pembeli karena habis. Wah, prospektif juga nih bisnis martabak. Makanya nggak heran kalau kemudian ada yang juga berjualan martabak.

Yang jualan di sini adalah dua orang mas-mas berseragam.

Duo krucil terpesona melihat masnya kerja

Ada dua kompor di sana. Satu untuk wajan datarnya martabak telur dan satu lagi kompor bertungku dua untuk terang bulan.

Lokasi martabak ini ada di Selatan perempatan Pagotan, atau seberang Bank Jatim Uteran. Kalau dari arah Kota Madiun, kiri jalan.

Pertama mau beli, saya agak khawatir kalau harganya 'aduhai'. Ternyata tidak juga. Untuk martabak manis alias terang bulan isi coklat keju harganya 17.000. Sedangkan martabak biasa isi daging harganya 8.000.

Daftar harga lengkap

Kalau di tempat jajanan lain yang saya tuliskan sebelumnya selalu ada tempat untuk makan di tempat, kalau di sini tidak ada. *Ya iyalah* Kursi yang disediakan cuma untuk pengantri.

#

Nah, itu tadi secuil pesona kuliner di seputar Pagotan Madiun. Masih banyak yang lainnya, nasi pecelnya juga belum dibahas, minumannya juga belum. Lain waktu ya, insya Alloh. Jangan lupa mampir kalau pas menjelajah Madiun Selatan, ya. Hitung-hitung sambil menghidupkan UMKM lokal. Yuk, yuk.

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Advencious dan Jeng Sri First Giveaway"

Comments

  1. Pecel...aku suka!! Ada yang membedakan pecel madium ma pecel yang sering kita temui jaman muda dulu mbak? Aku absen GA ini mb...awalnya sih aku bingung karena tak pikir aku jarang njajan...tapi setelah mbaca ini jadi ingat bakul dawet yang sering mampir beli klo abis jmpt raka...penjual bakwan malang, atau bakul rujak ed krim, lotek, mie ayam di denggung (dkt kompleks pemda itu mb..)...eh, tapi udah DL kok ya...

    Yo uwis, sukses tuk GA nya....

    ReplyDelete
  2. Dari 5, cuma tahu tek aja yang pernah makan, maklum ndak pernah keluyuran siang2 ehehe.

    Kalau martabaknya itu yang jual 1 kampung sama saya Mbak, tapi belum sempat nyobain :)

    ReplyDelete
  3. Ada sate kelnci juga di Pagotan? Kirain cuma di Sarangan adanya. Kudetnya aku hahahaha

    ReplyDelete
  4. Sate kelinci aku blm pernah, Mba. Ga tega. Heheehee

    ReplyDelete
  5. Mengingat-ngingat nama Pagotan :))

    ReplyDelete
  6. wiihh sate kelinci, seperti apa rasanya ya

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts