Skip to main content

Serba-Serbi Melahirkan Di Usia 40

Berhubung lagi jadi ibu baru lagi, lagi-lagi saya nulis soal bayi. Ya, sebetulnya cerita tentang perbayian ini saya tulis di blog saya yang lain sih. Yang pingin ngintip boleh lho berkunjung ke Jaundice, After 7 Years dan Things Moms Should Do To Have Better Breast Milk. Inggris? Iyes, sambil belajar juga sih nulisnya.

melahirkan-di-usia-40

Sekarang saya mau cerita soal serba-serbi melahirkan di usia 40. Ho oh, saya memang jadi ibu baru lagi pas di usia 40. Tua, ya? Haha...

Eh tapi jangan salah. Di sekeliling saya ternyata banyak juga yang melahirkan lagi di usia 40 ++. Banyak itu berapa? Lebih dari satu kalau kata Matematika. Hehe...nggak sedikit juga. Ada sepupu saya yang melahirkan anak keempat di usia 40; tetangga saya di usia 41; teman kuliah di usia 40 atau 40 kurang dikit; tetangga zaman kecil di usia 40; dan seorang teman di usia 43. Nha...banyak juga kaaan?

Berhubung sudah tidak muda lagi, ada beberapa hal yang unik. Ini di antaranya:

Dimaklumi Saat Harus Operasi Caesar

Hehe...banyak yang maklum pas tahu kalau saya melahirkan lewat operasi caesar. Maklum dong kan sudah di usia rawan. Dalam benak orang-orang mungkin terpikirnya karena kondisi saya beresiko.

Sebetulnya tidak juga sih, kecuali memang faktor usia. Secara medis saya layak melahirkan secara normal karena fisik saya baik-baik saja dan tidak ada keluhan berarti selama hamil. Selain itu jarak dengan kelahiran sebelumnya yang juga lewat operasi sudah 7 tahun. Dokter OG saya bilang bahwa saya bisa melahirkan normal karena jarak yang cukup jauh itu. Walau akhirnya saya memilih operasi.

Merasa Lebih Muda

Iya...ini serius lho. Punya bayi lagi apalagi dengan jarak 7 tahun dari anak sebelumnya membuat saya dan suami merasa mudaan...hahaha...

Bahkan bukan cuma merasa lebih muda, beberapa orang juga mengira kami mudaan (walau mungkin sambil ga percaya, ya).

Sebelum melahirkan saja saya sudah disangka mudaan oleh orang-orang. Ada teman yang awalnya panggil saya 'Bu' begitu tahu saya hamil lagi terus panggil saya 'Mbak' ehehe...

Soal muda lagi ini ada hubungannya juga sama soal 'lupa' pegang bayi. Beneran lupa makanya sampai dokter anak kami pun mengira bayi ini anak pertama kami.
"Anak pertama, ya, Mbak?"
"Ketiga, Dok."

Iya. Lupa cara gendong, lupa cara menyusui yang benar, pokoknya banyak lupanya yang berujung pada bayi kami kena sakit kuning. Mosok sih anak udah tiga kok sampe bayinya kuning? Nah itu.

Jadi sebenarnya kekagokan kami merawat anaklah yang membuat kami nampak muda, hehehe...

#

Ya, itulah sedikit kisah serba-serbi melahirkan di usia 40. Rasanya punya bayi lagi setelah sekian lama gimana? Senang. Hehe... Mohon doanya, ya, agar bayi kami tumbuh sehat wal afiat lahir batin.

Comments

  1. Di kampung saya 50 lebih juga ada yang masih hamil kok :) maklum di kampung...

    Saya sendiri mau punya anak lagi malah meski usia mau kepala 4. Meski kata orang beresiko, saya semangat aja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. 50?? waaah...luar biasa ya. selamat ya mbak, mau dititipi momongan lagi. semoga sehat ibu dan bayinya.

      Delete
  2. Usia berapapun..alhamdulillah sudah lairan semua sehat. Meski sempat kuning, sing penting dah sembuh..
    Tumbuh dadi anak sholeh ya Le.

    ReplyDelete
  3. namanya rezeki mbak. Mau muda atau tua yang penting kita jaga amanahnya hehhehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, betul, rezeki masak ditolak ya.

      Delete
  4. hehe, gitu ya mak? Brarti benar ya yg katanya ga ada pengalaman dalam hal melahirkan, krn semuanya pasti jadi berbeda :) Sehat2 mak :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mbak. selalu jadi ibu baru tiap punya bayi baru hehe...semoga sehat terus mbak. juga dedek bayinya.

      Delete
  5. Waah, saya baru tahu kabar terbaru ini, mba. Hehe, maklum mba, baru main blog lagi. Kemaren2 malas banget ngeblog.. Saya ucapkan selamat yaa. Semoga si kecil dan juga abang2nya jadi penyejuk hati bunda dan ayah, aamiin..

    Btw, blog barunya bahasa Inggris ya? Seruu.. Saya juga punya blog bahasa Inggris mba, tapi isinya masih dikit dan nggak jelas mau dibawa kemana, wk wk.. Nggak papalah, belajar nulis nginggris yekan.. ^^ Sekali lagi selamat ya mba. Dan makasih infonya.. ;)

    ReplyDelete
  6. Ibu melahirkanku waktu usianya mau masuk 40an deh, anak bungsu terakhir. dikira mau punya anak tiga aja eh 8 tahun kemudian punya anak ke empat, 3 tahun kemudian ada anak kelima hehehe Kaka pertamaku juga melahirkan anak ketiganya pas umur 39, ya mau masuk 40 juga, dengan selang 11 tahun dari anak sebelumnya. jauh banget. Pas dia mau melahirkan aku pun was-was. Kata orang-orang kan kalau sudah tua rawan, tapi akhirnya ibu dan anak selamat, sehat :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.