Skip to main content

Karena Setiap Kehamilan Itu Istimewa

“Apa sih yang terlintas di benak kalian ketika melihat atau bertemu seorang perempuan yang sedang hamil besar?”

Hmm...saya biasanya akan bertanya, "Udah berapa bulan, Mbak/Bu?" terus tanya kapan HPL-nya dan kepingin rasanya mijitin kaki dan punggungnya, soalnya saya tahu persis betapa pegelnya dua bagian itu saat kehamilan sudah tua. Hehe...

Pertanyaan itu dilontarkan oleh Mbak Ella a.ka. Nyonya Malas di blognya dalam rangka blog tour giveaway buku "Happy Pregnancy: Panduan Kehamilan dan Persalinan yang Menyenangkan" karya Nana Aditya, S.Si.



Gambar dari blog nyonyamalas.com

Karena setiap kehamilan itu istimewa, maka punya pengalaman hamil bukan berarti membebaskan seorang ibu yang hamil lagi dari mencari ilmu soal kehamilan dan persalinan. Kenapa begitu? Bukannya hamil itu ya begitu-begitu aja? Haid berhenti, perut membesar, badan melar dan akhirnya melahirkan? Dan bukannya melahirkan itu ya kayak gitu aja dari dulu? Pilihannya ya cuma secara normal atau dengan tindakan?

Woooow...tunggu... Memang betul hamil dan melahirkan itu ya begitu-begitu aja, persis seperti kita hidup dari zaman prasejarah sampai sekarang ya begitu-begitu aja. Makan kalau lapar, minum kalau haus, tidur kalau mengantuk. Tapi bukankah dalam hidup yang sama saja sejak ribuan tahun yang lalu atau lebih itu kita merasa perlu mencari ilmu tentang hidup agar lebih baik dan nyaman? Nah, seperti itu jugalah ilmu tentang kehamilan dan persalinan. Bukan barang baru tapi harus selalu diperbarui. Kenapa? Biar kehamilan dan persalinan makin nyaman dijalani.

Perkembangan ilmu pengetahuan begitu pesat. Hal-hal yang dulu kita yakini bisa jadi hari ini tidak kita percayai lagi. Misalnya mitos seputar kehamilan, persalinan dan menyusui. Ibu-ibu yang pernah hamil dan melahirkan kemungkinan pernah dengar soal mitos minum es bisa bikin bayi besar di dalam; atau ibu yang habis melahirkan dilarang tidur berbaring nanti darah putihnya naik ke kepala.

Mitos lama dan baru kadang bercampur jadi satu yang bikin calon ibu kebingungan. Apalagi ibu yang baru pertama kali hamil atau melahirkan. Bisa makin mumet dengar wejangan dari sana-sini.

Kalau saya sudah agak mendingan. Kehamilan kali ini bukan yang pertama, jadi sudah lebih percaya diri. Eh tapi, sekali lagi, setiap kehamilan itu istimewa lho. Jadi tak perlu malu untuk belajar lagi.

Seperti kehamilan saya yang ketiga yang berujung pada keguguran saat hamil muda. Saya yang merasa cukup percaya diri akhirnya harus mengurangi kadar ke-PD-an itu. Pada kehamilan keempat kali ini saya lebih berhati-hati meski sudah 'berpengalaman'.

Buat ibu-ibu yang sedang mengandung, baik sekali jika punya sebuah buku pegangan yang terpercaya. Terpercaya itu yang kayak gimana? Setidaknya ada tiga cirinya:

  • Satu, si penulis merasakan sendiri pengalaman hamil dan melahirkan serta menyusui;
  • Dua, didukung oleh dokter kandungan yang berpengalaman sehingga baik data maupun penggunaan istilah dalam buku itu tepat;
  • Tiga, disajikan dengan bahasa yang membumi, yang mudah dipahami para ibu dan orang awam. Ya maklum, ibu hamil itu seringkali sudah ribet dengan dirinya. Kalau dapat bacaan yang bahasanya terlalu kaku bisa-bisa makin mumet nantinya.

Buku "Happy Pregnancy: Panduan Kehamilan dan Persalinan yang Menyenangkan" ini menurut saya termasuk buku pegangan yang baik. Ditulis sendiri oleh seorang ibu dan didukung oleh dr. Muzayyanah, Sp.OG (berpraktik di Apotek Sultan Agung dan Klinik Khadijah di Yogyakarta dan RS Santosa Center di Bandung); serta ditulis dengan bahasa kita-kita para ibu.

Ada bahasan apa saja sih di buku ini? Yuk, intip isinya!

Chapter 1: Selamat Anda Hamil!
Terlambat haid pasti hamil? Belum tentu. Biar ada kepastian, cek dulu lebih lanjut.

Chapter 2: Perkembangan Janin 0-9 Bulan

Di bagian ini diterangkan perjalanan tumbuh kembang janin plus perubahan yang terjadi pada diri ibu. Ibu-ibu senyum-senyum deh kalau baca ini, soalnya sambil nyocokin. Hehe... Foto-foto perkembangan janin dari bulan ke bulan juga bisa dilihat di sini.

Chapter 3: Tanda Kehamilan dan Cara Mengatasinya
Kok saya jadi sering pusing dan cepat lelah? Apa itu morning sickness dan cara mengatasinya? Kenapa saya jadi sering buang air kecil? Nah, pertanyaan-pertanyaan semacam itu dibahas dalam chapter ini.

Chapter 4: Serba-Serbi Ngidam
Apakah ngidam itu benar ada atau cuma wujud kemanjaan calon ibu? Para calon ayah nih mungkin yang paling penasaran baca bagian ini. Ibu bisa nunjukin chapter ini dan bilang, "Ini lho, Say, alasan adanya ngidam."

Chapter 5: Kehamilan Sehat
Ibu hamil itu harus sehat biar janin juga sehat. Kayak apa sih hamil yang sehat itu? Saya udah termasuk bumil sehat belum, ya? Boleh cek di chapter ini.

Chapter 6: Mitos dan Fakta Tentang Kehamilan

Nah, ini. Bikin penasaran deh, bener nggak ya kata orang-orang itu? Baca di bab ini, ya.

Chapter 7: Peran Calon Ayah dan Calon Ibu
Bagian ini menjawab sebagian besar pertanyaan para calon ayah. Harus apa saat istri melahirkan? Apa yang bisa dilakukan suami setelah bayi lahir? Ada di chapter ini.

Chapter 8: Cuti Hamil dan Melahirkan
Buat calon ibu yang bekerja di luar rumah, perlu banget mengetahui kapan harus mulai ambil cuti biar bisa mengasuh bayi dengan optimal. Kapan itu? Bisa dibaca di chapter ini.

Chapter 9: Persiapan Melahirkan
Sudah memilih tempat untuk melahirkan? Ditolong oleh bidan atau dokter? Sudah siap secara mental dan finansial? Apa lagi ya yang perlu disiapkan? Di sini dibahas lengkap.

Chapter 10: Melahirkan

Ini dia yang ditunggu-tunggu. Melahirkan itu seperti apa sih? Sakit nggak? Gimana kalau melahirkan secara caesar? Tahap-tahap persalinan dibahas detil di bagian ini.

Chapter 11: Pasca Melahirkan
Baby blues syndrome. Apa itu? Perlukah ber-KB usai melahirkan? Metode KB apa yang sebaiknya dipakai? Monggo cari tahu di chapter ini.

Nah, lengkap bukan? Yuk, ibu-ibu dan calon ibu, belajar lagi yuk biar kehamilan menjadi indah dan nikmat, karena setiap kehamilan itu istimewa.


Judul:
"Happy Pregnancy: Panduan Kehamilan dan Persalinan yang Menyenangkan"
Penulis:
Nana Aditya, S.Si
Pembaca Ahli:
dr. Muzayyanah, Sp.OG
Jumlah Halaman:
xii + 202
ISBN:
987-602-7572-73-7
Tahun Terbit:
2016
Penerbit:
Stiletto Book, Yogyakarta

Comments

  1. Nanti bukunya pinjam ya mbak. Haha ga modal amat.

    Saya udah hamil 2x tanda2nya hampir sama. Lah minggu kemarin juga ngerasain hal yang sama. Kirain hamil ternyata nggak. Tapi Tetap alhamdulillah sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh,.boleh mbak. Bukunya bagus ini.

      Waa...sempat deg-degan ya mbak pas kenal tanda-tandanya walau ternyata bukan.

      Delete
  2. selamaat ya mba...saya setuju, setiap kehamilan itu istimewa dan berbeda :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbaaak...iya, soalnya tiap diri kita memang istimewa :-)

      Delete
  3. Yup, setiap kehamilan itu adalah istimewa.

    *kayak pernah merasa hamil aja gua.. hahaaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Justru komentar positif dari kaum adam seperti ini sangat mendukung mental para ibu mas. Makasih ya.

      Delete
  4. He eh, hamil pegang buku..jadi tahu dan nggak panik klo ada apa2. Minimal ada ilmu dasarnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lis. Soalnya yang udah lama suka lupa.

      Delete
  5. ibu hamil yg sebentar lagi mau memiliki anak, memang harus rajin membaca referensi ttg kehamilan dan kelahiran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak. Beruntung sekali di masa sekarang banyak ilmu beredar melalui buku.

      Delete
  6. Sehat2 ibu dan bayi muaahhhhh
    Aku ra nduwe buku iki pinjemmmm :D

    ReplyDelete
  7. Akuuu lagi pengen anak ketiga, hihi. Tapi kayake nanti dulu deh nunggu si adek agak gedean. Hehehe
    Bisa jadi rekomendasi nih bukunya.
    Thanks for sharing ya Mba :)

    ReplyDelete
  8. Doa saya, tahun ini saya bisa hamil seperti mbak ;) amiin

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.