Skip to main content

Mengenal Indonesian South Sea Pearls

Mutiara sejak dulu menjadi primadona. Tapi tahukah kita bahwa produksi mutiara terbesar dan terindah berasal dari perairan Indonesia? Yuk, kenal lebih jauh dengan Indonesian South Sea Pearls!
Pasar dunia saat ini didominasi empat tipe mutiara, yaitu Mutiara Air Tawar (Fresh Water Pearls) yang banyak diproduksi di China; Mutiara Akoya dari perairan Jepang dan China; Mutiara Tahiti yang berwarna hitam (Tahitian Pearls) dan South Sea Pearls atau Mutiara Laut Selatan. South Sea Pearls merupakan tipe mutiara besar yang indah dan langka. Mutiara ini dihasilkan oleh tiram mutiara raksasa, Pinctada maxima, yang hidup di Samudera Hindia yang hangat. Habitatnya membentang dari perairan Barat Laut Australia, perairan Nusa Tenggara, perairan Sulawesi dan Papua, terus ke Utara hingga perairan Filipina dan Myanmar. Tak heran, produsen South Sea Pearls di dunia internasional adalah Indonesia, Australia dan Filipina.

Pinctada maxima, Si Penghasil South Sea Pearls




Pinctada maxima. Sumber: wikipedia di bawah judul Pinctada maxima/Kerang Mutiara

Ada dua jenis tiram raksasa Pinctada maxima: tiram raksasa bibir perak dan bibir emas. Masing-masing jenis menghasilkan mutiara yang indah dan berwarna sesuai nama jenis tiramnya. Tiram raksasa bibir perak menghasilkan mutiara berwarna putih hingga perak (White South Sea Pearl), sedangkan tiram raksasa bibir emas menghasilkan mutiara berwarna krem hingga keemasan (Golden South Sea Pearl)! Wow!



Indonesian South Sea Pearls. Sumber: Halaman Indonesian Pearl Festival 2016 di facebook.

Tiram raksasa ini rentan terhadap penyakit dan stres sehingga hanya bisa hidup di perairan yang terjaga kelestariannya. Jika alam dirusak, tiram ini enggan menghasilkan mutiara. Alangkah ruginya kita bila hal seburuk itu terjadi.
Dulunya tiram raksasa ini dipanen secara alami yaitu dengan cara diburu langsung di lautan oleh penyelam-penyelam yang luar biasa kuat dan hebat. Tak jarang perburuan ini mengorbankan nyawa para penyelam. Sudah tentu hasilnya merupakan mutiara paling alami dan mengagumkan serta mahal harganya.
Kini, Indonesian South Sea Pearls lebih banyak dihasilkan dari pembubidayaan tiram raksasa. Tidak lagi bergantung semata pada produksi alami, namun dengan rekayasa berupa penanaman nucleus ke dalam tubuh tiram. Nucleus yang dimasukkan berupa potongan kecil mantel dan lapisan dalam cangkang tiram donor. Potongan ini akan dibalut oleh tiram dengan cairan sekresi, yang terdiri dari kalsium karbonat, selapis demi selapis hingga membentuk butiran mutiara. Tujuan tiram melapisi nucleus tadi sebenarnya adalah untuk melindungi dirinya yang berupa daging lembut, agar tidak terluka oleh benda asing.

Menilai Kualitas Indonesian South Sea Pearls

Indonesian South Sea Pearls dikenal karena ukuran dan warnanya yang indah. Ukurannya lebih besar dari tipe mutiara yang lain dengan opalescence (keovalan) bernada tenang (calm). Selain warnanya yang putih perak dan krem keemasan, Indonesian South Sea Pearls juga dihiasi dengan tone warna merah muda, biru dan hijau. Wow...cantik sekali pastinya, ya?
Mutiara yang berkualitas tinggi dinilai dari enam aspek, yakni: nacre, luster, surface, shape, color dan size.

  • Nacre adalah lapisan yang membentuk mutiara. Makin tebal nacre, makin bagus kualitas mutiara.

  • Luster adalah ukuran kualitas dan kuantitas cahaya yang dipantulkan oleh permukaan mutiara. Luster yang baik adalah yang tajam dan terang. Artinya kita dapat melihat pantulan diri yang jelas saat melihat mutiara dari dekat. Jika mutiara memantulkan bayangan yang keruh atau buram, berarti luster-nya kurang baik.


  • Surface mencerminkan kondisi permukaan mutiara yang tak bernoda dan tak ada retakan. Meskipun tak ada mutiara yang 100% flawless (tanpa noda), namun disepakati bahwa ada mutiara dengan kilau sempurna.


  • Shape atau bentuk. Makin bulat sempurna, makin bagus. Namun mutiara dengan bentuk tak bulat sempurna (baroque dan semi-baroque) pun memiliki pesona tersendiri.


  • Color atau warna. Ini berkenaan dengan selera. Konon orang Eropa lebih menyukai mutiara berwarna putih. Kalau saya pribadi tertarik dengan mutiara keemasan.


  • Size atau ukuran. Makin besar makin bagus. Ukuran dihitung dengan satuan milimeter pada diameter mutiara. South Sea Pearls terbesar yang pernah ada berdiameter 20 mm (2 cm). Sedangkan ukuran diameter yang umum berada di pasaran berkisar pada 6,5 - 7,0 mm.

  • Butuh waktu selama 2-4 tahun untuk memproduksi satu butir mutiara. Pantas saja jika harga mutiara yang sempurna itu sangat mahal.

    Tantangan yang Dihadapi Indonesian South Sea Pearls

    Di negara tercinta ini tercatat ada 12 propinsi yang menjadi lokasi pembudidayaan, yakni: Sumatera Barat, Lampung, Bali, NTB, NTT, Papua Barat (di wilayah perairan Raja Ampat), Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara dan Maluku.



    Lokasi pembudidayaan Pinctada maxima di Indonesia. Sumber: Halaman Indonesian South Sea Pearls di facebook.

    Sekitat 70% South Sea Pearls yang beredar di pasaran perdagangan internasional sebetulnya berasal dari Indonesia. Sayangnya, banyak yang dibajak di luar negeri dengan cara diberi brand lain, sehingga tidak tercatat sebagai Indonesian South Sea Pearls. Hmmm...lagi-lagi kekayaan kita diatasnamakan milik orang lain. Sedih, ya? Inilah tantangan Indonesian South Sea Pearls di dunia internasional.
    Tantangan di dalam negeri justru datang dari citra Indonesian South Sea Pearls sendiri sebagai barang mewah dan mahal. Masyarakat Indonesia masih lebih menyukai mengoleksi perhiasan yang berasal dari batu-batuan daripada mutiara.
    Tantangan berikutnya adalah masuknya mutiara imitasi dari China yang harganya jauh lebih murah daripada Indonesian South Sea Pearls.
    Edukasi dan penyampaian informasi secara lebih luas, khususnya melalui media sosial, rasanya mendesak untuk dilakukan. Kegiatan offline seperti Indonesian Pearl Festival 2016 pun layak untuk diselenggarakan secara terus-menerus


    Kita bersyukur, di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang merupakan salah satu pusat pembudidayaan dan pasar mutiara, telah dibangun Rumah Mutiara Indonesia. Rumah Mutiara semacam ini hanya ada di beberapa tempat saja di dunia, yakni di Australia, Hong Kong (China), Filipina dan Jepang.
    Rumah Mutiara Indonesia adalah sebuah tempat bagi bertemunya pedagang dengan pembeli, tempat edukasi mengenai permutiaraan, serta diharapkan dapat menjadi balai lelang mutiara. Sebuah proyek milik Kementerian Kelautan dan Perikanan yang besar dan berharga. Diharapkan, Rumah Mutiara Indonesia yang letaknya berdekatan dengan Bandara Internasional Lombok ini dapat melaksanakan perannya dengan baik.

    Potensi Indonesian South Sea Pearls

    Potensi Indonesian South Sea Pearls sungguh besar. Integrasi dari hulu ke hilir sangat penting dilaksanakan segenap pelaku pasar. Ditetapkannya SNI untuk mutiara merupakan salah satu langkah strategis untuk mencapainya. Masa depan cerah bagi Indonesia South Sea Pearls bukan hal yang mustahil. Namun cepat-lambatnya tergantung pada kemauan dan kemampuan kita sendiri.
    Bahan bacaan:

    https://mobile.facebook.com/Indonesian-Pearl-Festival-2016 http://mutiara-mutiara.blogspot.com/2007/01/bagaimana-mutiara-dihasilkan.html http://beritadaerah.co.id/2014/02/21/rumah-mutiara-indonesia-didirikan-di-lombok/ http://missjoaquim.com/ https://www.pearlparadise.com/ http://m.republika.co.id/berita/gaya-hidup/travelling/15/08/07/nsp4oi280-yuk-kenali-mutiara-indah-asli-ntb

    Comments

    1. Sukses lombanya ya mbak..
      Eh..ini artikel lomba kan?

      ReplyDelete
    2. GL untuk lombanya mak :)

      Banyak yg blm tau soal south sea pearl dan acara ISSP bulan depan di kemang bagus untuk sosialisasi ke masyarakat

      ReplyDelete
    3. mutiara dari laut menag indah tapi yang di air tawar juga gak kalah menarik ya

      ReplyDelete
    4. Sulis: ho oh Lis. makasih.

      Mb Soraya: aaamiiin. makasih, Mbak. Event ke-6 ini padahal, Mbak.

      Mamah Tira: betul, Mah. Mutiara air tawar pun indah karena memang anugerah dari-Nya yang sungguh alami. Hanya saja sayang jika punya kita dilabeli merk lain sampai tidak ketahuan asal-usulnya.

      ReplyDelete
    5. sukses buat lombanya yah Mba Diah :)

      di Bau-bau juga banyak orang yang membudidayakan mutiara ini :)

      ReplyDelete
    6. Mbak Irawati: aaamiiin. makasih, Mbak. wah, dekat sama tempat Mbak ya?

      ReplyDelete
    7. selama ini cuma taunya mutiara asli ssama budidaya, ternyata ada tingkatnya lagi ya dilihat dari 6 aspek tadi... ooo.... thank you infonya

      ReplyDelete
    8. Mbak Mirna: enam aspek tadi berlaku untuk mutiara dari alam dan mutiara hasil budidaya.

      ReplyDelete
    9. mutiara asli justru lebih terkenal di luar sono ya mbak, sementara masyarakat kita justru membeli mutiara kelas dua asal China. Padahal bisa jadi investasi ya

      ReplyDelete
    10. Wah.. mutiara juga sudah pakai SNI, bagus sih, biar lebih terjaga mutunya.

      Sukses lombanya Mba..

      ReplyDelete
    11. Masyarakat harus diberi edukasi untuk bisa membedakan mutiara asli dan imitasi ya, mbak Diah. Meskipun harganya lebih mahal tapi lebih puas kalau punya yang asli, dan rumah mutiara bisa sebagai pusat informasi tentang hal tersebut :)

      Semoga sukses mbak lombanya, aamiin :)

      ReplyDelete
    12. Mutiaranya bagus bagus banget, Mbak. Tapi aku gak bisa loh bedain mutiara asli sama yg imitasi ._.

      ReplyDelete
    13. Mbak Afin: kita harus banyak belajar mengagumi dan menggunakan produk hasil bumi sendiri.

      Mbak Irly: iya, Mbak. bahkan direncanakan ada sertifikasi yang lebih maju lagi.

      Mbak Anjar: betul, Mbak. puas ya rasanya bila punya yang asli.

      Bebi: nah, sama, Beb. rasanya kita perlu punya satu nih biar bisa tahu bedanya! ;-)

      ReplyDelete
    14. Semoga mutiara Indonesia bisa menjadi makin berharga ya Mbak.

      Sukses lombanya :)

      ReplyDelete

    Post a Comment

    Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

    Popular posts from this blog

    Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

    Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


    “Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

    “Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

    Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

    Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

    “Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

    Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

    Mengurus Lapor Jual Kendaraan

    Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
    Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

    Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

    Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.