Skip to main content

Jadi MC Bahasa Jawa

Pengalaman jadi MC Bahasa Jawa di masa SMA adalah salah satu kenangan yang tak terlupakan. Meskipun masa putih abu-abu saya tergolong memprihatinkan, tapi alhamdulillaah masih ada seujung kenangan manisnya. Ah, didramatisir amat! Kalau mau tahu apanya yang memprihatinkan, boleh banget baca yang ini dulu:
Yang Adem di SMA 3 Yogyakarta

Kembali lagi ke jadi MC Bahasa Jawa, ya. Oya, MC itu singkatan dari Master of Ceremony alias pembawa acara. Terus, kok bisa nge-MC segala? Waktu itu ada peringatan Hari Kartini di SMA. Pada hari yang diidentikkan dengan harinya para perempuan itu, ada beberapa acara. Di antaranya upacara bendera dengan seluruh petugas dan inspektur upacaranya perempuan; serta acara pasangan siswa-siswi berlenggak-lenggok di catwalk dengan busana Jawa. Mirip Pemilihan Dimas-Diajeng gitu deh.

Saya kebagian tugas di acara lenggak-lenggok tadi. Bukan jadi pasangannya, tapi jadi MC pasangan itu.

Setiap kelas wajib menampilkan pasangan berbusana Jawa yang dalam geraknya di panggung diiringi oleh suara MC. Tugas MC adalah menjelaskan mengenai busana yang dikenakan pasangan tersebut berserta maknanya. Woho...tahu sendiri, kan, busana tradisional Indonesia itu penuh dengan filosofi.

Mendadak saya harus cari info. Ya sudah, googling saja. Eh, di zaman segitu mana ada Mbah Google? Masih Baby Google dia, belum bisa ditanya-tanya. FYI, saya jadi anak SMA tahun 1992-1995. Siapa yang seangkatan?

Tanya sama Ibu! Alhamdulillaah ada Ibu yang sedikit paham tentang ini. Serasa kursus budaya Jawa, deh. Saya bawa catatan, Ibu menjelaskan. Lucunya, saya belum tahu busana model apa yang akan dipakai teman saya untuk di catwalk nantinya. Kebaya kutubaru atau kartinian? Jariknya motif apa? Sanggulnya? Kalungnya? Giwangnya? Huaduh... Akhirnya demi mendapat info detil saya minta Ibu menjelaskan semua, nanti saya cek sendiri di lapangan!

Oke. Data sudah siap. Kini saatnya membuat naskah untuk nge-MC. Pakai Bahasa Jawa krama inggil yang bukan keahlian saya. *Malu-maluin* Lagi-lagi Ibu yang jadi 'dosen' saya. Catat, praktikkan, hapalkan.

Alhamdulillaah, sebelum hari-H, saya sudah mengantongi info model busana yang akan dipakai teman saya. Tidak detil juga, sih, karena teman saya juga tidak paham betul soal busana Jawa. Tapi setidaknya sudah ada titik terang bagi saya. Haha...

Cari Busana

MC pun butuh busana. Tidak mungkin kan MC-nya cuma pakai seragam? Lagipula semua siswi wajib berbusana daerah. Pertanyaan: Kenapa juga cuma siswi? Hmm...konon karena harinya perempuan.

Okelah. Saya pun berburu busana Jawa. Alhamdulillaah tetangga saya ada yang menyewakan busana daerah. Cuma masalahnya, di masa itu masih sulit cari baju daerah yang bisa dipadankan dengan jilbab. Masih langka, gitu. Ya sudah, modifikasi saja. Saya pilih bawahan rok yang depannya ada wironnya. Biar mirip jarikan, gitu. Atasan kebaya yang agak longgar plus kerudung. Dah jadi!

Hari-H

Saya berangkat agak siangan. Jam setengah sembilan pagi sampai di sekolah. Acara belum dimulai, jadi saya bisa masuk kelas untuk mengulang hapalan saya dulu. Deg-degan juga.

Akhirnya saat yang ditunggu tiba. Satu per satu pasangan berlenggak-lenggok di catwalk. Dan giliran kelas saya pun datang. Alhamdulillaah saya berhasil menuntaskan tugas nge-MC. Tapi karena deg-degan, saya bicara terlalu cepat. Berasa orang paling fasih berbahasa Jawa aja deh. Padahalll...saya ini kalau grogi malah ngomongnya makin cepat. Hehehe...

Hasil Akhir

Akhirnya gimana? Dapat juara nggak? Jelas nggak dapat, hehehe... Kecewa? Ya juga, tapi tidak terlalu baper. Soalnya saya ini pas SMA pemalu, kalau dapat juara dan harus naik pentas untuk menerima penghargaan bisa-bisa malah pingsan. :-D Lucunya, belakangan pas saya kuliah saya malah langganan jadi MC untuk acara resmi fakultas seperti wisuda, seminar, dll.

Pengalaman yang unik deh menurut saya. Jadi MC Bahasa Jawa ini cuma ada di masa SMA. Nah, kalau teman-teman pernah jadi MC pakai bahasa daerah nggak? Atau ada cerita seru di masa SMA? Cerita dong, cerita.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Nostalgia Putih Abu-abu arinamabrurohdotcom

Comments

  1. kenangan yg nggak terlupakan ya mbak, aku blm pernah sih, paling2 ya jd mc pas upacara bendera, hehe

    ReplyDelete
  2. waah... harus benar2 tau pakaian adat yg dipakai oleh setiap pesertanya dulu ya, lalu baru mencari tahu sejarah daru baju adat tsb. Tantangan banget itu ya...

    ReplyDelete
  3. wah ada ya lomba kayak gitu? seru juga ya.. memang masa sma itu pengalamannya unik-unik dan seru.

    ReplyDelete
  4. Wuih keren loh mba bisa ngemsi pake Bahasa Jawa gitu. Klo utk sehari2 sih bisa ya ngomong Jawa, tapi kalau sampai harus bicara di atas panggung gitu? buyaaarrr semua langsung kata2nya :))

    ReplyDelete
  5. Asyik ya, jadi MC pakai bahasa jawa. kan melestarikan bahasa daerah juga. :D

    ReplyDelete
  6. Wah tuaan saya mbak Dama, saya lulus SMA 1991 :)

    Keren lhoh mbak bisa ngemsi bahasa Jawa, saya yang asli Semarang bahkan ngga bisa boso kromo, bisanya ngoko lugu :)

    ReplyDelete
  7. keren mbaaa....tak hanya percaya diri tapi kudu menguasai bahasa jawa yaa...

    ReplyDelete
  8. Tahun 1992-1995 saya msh batita.

    Mak Damarojat kayaknya berbakat jadi MC sebenarnya...
    Pas SMA sya jga keder duluan klo ngomong di hadapan umum. Ngomong di depan umum apalagi jadi MC memang kudu diasah ya?

    ReplyDelete
  9. Aku gak pernah jadi MC. Cuma akhir-akhir ini aja sering dimintai bantua temen buat jadi MC. :D

    ReplyDelete
  10. Lha..kok bakat terpedamnya tidak diaktualusasikan jaman di Dini ddv mbak....?

    ReplyDelete
  11. Kulo nate nalika takseh sekolah, diutus guru rados pranoto hadi wicoro alias MC damel boso jawi. 😄😄

    ReplyDelete
  12. Wah... itu pengalaman super keren mbak. Sweat deh.

    ReplyDelete
  13. Saya bisa sedikit kromo, Mbak, tapi jadi MC berbahasa Jawa? Di luar expektasi saya super cool!

    ReplyDelete
  14. wahh ak 4 thn di jogja ga bisa,bahasa jawa..ini ngemsi pula.. kerennn

    ReplyDelete
  15. wahh, tahun 1992-1995 itu saya masih sd Mbak :)

    ReplyDelete
  16. Ekeke, mbayangin MC in Javanesse. Bahasanya campur kromo Mbak :D

    ReplyDelete
  17. Aku pengen belajar ngemsi Bahasa Jawa Mbak. Sampe hari ini belum nemu kursusnya. Boleh deh belajar sama Mbak Diah ;)

    ReplyDelete
  18. Wah, kerena banget Mba, ngemci pakai bahasa jawa...

    Alhamdulillah ya, pengalaman masa SMA jadi bekal waktu kuliah :)

    oia, terimakasih sudah ikut GA saya.. :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.