Skip to main content

Gedung Bekum Dan Kenangan Tarawih

Ramadhan hampir tiba. Apa yang paling menyenangkan dari bulan mulia ini? Keriaannya, tentu. Ada makanan khas, kegiatan khas, acara TV pun khas. Iya, nggak? Paling enak kalau Ramadhan itu mengingat masa kecil.
Semasa kecil dulu kalau Ramadhan tiba saya selalu senang dengan aktivitas pesantren ramadhan dan tarawih. Meski masjidnya jauh, tapi asyik karena rame-rame. Selesai tarawih ngaji dulu dan dapat takjil. Senangnya. Tapi namanya juga anak-anak, kadang berisik pas sholat, tertidur pas bacaan suratnya panjang. Hayo, siapa itu?
Adapun kenangan masa kecil saya bersama bulan Ramadhan tak pernah lepas dari sebuah masjid yang punya halaman rumput yang luas. Masjid ini, Masjid Abdurrachim Kompleks TNI-AU Lanud Adisutjipto,
terletak jauh dari pemukiman. Tak heran jika masjid ini hanya ramai saat sholat Jumat dan tarawih. Masjid ini terletak di sebelah Barat kompleks Museum TNI-AU Dirgantara Mandala. Sekompleks dengan gedung serbaguna Wisma Adisutjipto dan Gereja Kristen Immanuel, berdekatan dengan TK Angkasa dan rumah sakit. Sehubungan dengan diperpanjangnya landas pacu, sekarang rumah sakitnya sudah dipindah ke depan Blok O dan gedung serbagunanya juga.

Masjid Abdurrachim berdinding kaca. Gambar dari http://jogja.solopos.com/baca/2014/08/28/kabar-lanud-adisutjipto-14-anggota-pamit-haji-530678
Kalau mau ke masjid harus lewat jalan pintas melalui kompleks perkantoran yang bangunannya peninggalan Belanda. Kompleks kantor ini pernah dipakai syuting film bertema jugun ianfu, lho, kalau tidak salah di tahun 1990-an.
Nah, ada satu gedung namanya kantor Bekum (Perbekalan Umum). Jalan pintas ada di belakang gedung itu. Gedung Bekum ini kalau malam terlihat seram abis. Jangan tanya deh, ya. Khusus di bulan Ramadhan diberi tambahan penerangan. Karena adanya jalan ya cuma itu, mau tak mau lewat situ. Pernah juga, sih, saya terpaksa mendorong motor mogok sepulang tarawih karena dikerjain teman adik saya yang pernah saya ceritakan di sini. Supaya nggak takut, kami selalu mengingat-ingat bahwa setan dibelenggu selama Ramadhan.

Gedung Bekum ini sering jadi tempat anak nakal sembunyi. Biasanya pada diam-diam menyalakan mercon sambil sembunyi untuk mengagetkan orang lain. Kalau saya, berhubung saya anak manis, saya nggak main mercon, tapi main ngaget-ngagetin.
Pernah saya dan seorang teman ngacir duluan dari masjid demi bisa sembunyi di belakang gedung Bekum. Biasanya yang lewat situ selalu pada ngobrol. Tujuannya jelas: biar nggak takut. Nah, kami sembunyi dan mendengarkan suara obrolan orang yang mau lewat. Jangan sampai salah sasaran, dong. Malu dan diomeli pastinya. Begitu sasaran kami datang mendekat, barulah kami teriak "Baaa!!!" sambil kibas mukena. Howa ... kaget nggak tuh sasaran kami! Ih, ternyata nakal juga! Sama aja dengan tukang nyalain mercon!
Gedung Bekum juga menyimpan kisah lucu nan tragis. Perkelahian! Ceritanya sepulang tarawih saya bertiga dengan mbak saya dan seorang teman lelaki lewat situ. Lagi enak-enaknya ngobrol tiba-tiba terdengar suara gedebug-gedebug dari lapangan volly di belakang gedung. Duh, apa tuh? Di remangnya malam kami melihat perkelahian pemuda! Satu lawan dua atau tiga, saya lupa. Kami berlari mendekat, antara takut dan penasaran. Ternyata yang dikeroyok itu adalah masnya teman saya tadi. Sontak kami bertiga berteriak-teriak, "Hei ... Bubar! Bubar!" Demi melihat kehadiran kami, pemuda-pemuda itu pun lari.
Esoknya beredar cerita bahwa perkelahian semalam akibat rebutan gadis! Ealah ... pemuda zamannya Ongky Alexander. Dan lucunya, akhirnya beneran ada yang menikah dengan gadis itu, yaitu masnya teman saya tadi. Perjuangan membuahkan hasil, ya. Atas izin Alloh tentunya.
Itulah kisah masa kecil saya bersama bulan Ramadhan. Sayangnya saya tak punya foto gedung Bekum. Cari di internet pun tak ada. Tapi, yuk, hidupkan lagi kenangan manis seperti ini untuk diambil manfaatnya. Apa ceritamu, teman? Bagi, yuk!

Comments

  1. Hi...hi, kok ada onxy alexander. Oh.....itu cowok tercakep di eranya paramitha dan desi ratnasari ya mb #gagalfokus malahan.......

    ReplyDelete
  2. Kayaknya aku pernah nunut sholat di situ mb... Deket gedung yang nikahan, agak masuk ke dlm...ho oh bukan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Dekat gedung nikahan. Itu wisma adi. Sekarang dipinfah ke depab blok H (ring road timur).

      Delete
  3. Ternyata, dari jaman anak Nabi Adam sampe jaman Onky Alexander, bahkan sekarang pun, perkelahian memperebutkan cewek selalu ada ya Mbak :D

    ReplyDelete
  4. Ramadhan memang serba khas ya mak, bahkan makanan yg ada di bln Ramadhan pun makanan khas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mak. Kita juga semangat ngekhasinnya. :-)

      Delete
  5. malam di bulan ramadhan itu ramai tapi syahdu mak.. mungkin krn ramainya orang beribadah yaa..hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…