Skip to main content

Ketika Si Kecil Menemukan Pujaan Hatinya

Suatu hari usai sekolah, Damar, sulung saya berkata, "Bu, kalau dewasa nanti aku mau menikah sama Rasya." Heh??? Anak umur lima tahun bicara menikah? Duhai...

Saya cuma bisa senyum-senyum dan menjawab, "Bolehhh..."

Gambar dari http://www.indotopinfo.com/keuntungan-menikah-dengan-sahabat.htm

Eh, jangan ketawa dulu, ya. Ini antara serius dan tidak soalnya. Jadi, Rasya ini teman perempuan sulung saya. Sejak di Kelompok A mereka sudah akrab. Rasya ini ngemong. Kalau ada teman rebutan sesuatu dia bisa menengahi. Dia juga cenderung tak suka berkonflik. Suka berbagi benda atau makanan dengan anak saya. Anak yang damai, deh. Rasya ini juga fisiknya menggemaskan. Gemuk-gemuk cantik, gitu. (Duh, ibunya mulai punya kriteria mantu pilihan ini)

Jadi, gimana saya bisa bilang "Nggak boleh"? Eh, bukan gitu.

Setengahnya saya bersyukur. Pertama, anak saya terbuka kepada saya. Kedua, anak saya memilih berdasarkan kenyamanan yang dia terima saat bersama Rasya. Hmm...bukankah itu yang penting dari sebuah hubungan? Rasa nyaman.

Maka dari itu saya mengiyakan tadi semata-mata untuk menunjukan dukungan saya atas 'pilihan' anak saya. Saya ingin anak saya tahu bahwa saya menghargai pilihannya dan saya mendukung cara ia memilih 'pasangannya'.

Semoga itu juga yang kelak dipertimbangkannya saat ia benar-benar sudah dewasa dan harus memilih pasangan hidup. Yang baik hati dan seimbang dengannya. Baik agamanya itu harus. Cantik itu bonus.

Comments

  1. Wkkk....boleh nak...ingat saja namanya. Besok, kalo kamu sudah hampir lulus kuliah atau bekerja, cari namanya via mesin pesin pencari....cari dan temukan dimana ia berada, kejar dia! Wkkk....kkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi...ngono ya lis. keren dah usulnya!

      Delete
  2. kalau anakku lain lagi mbak, nanti maunya menikah sama aku aja hehehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah ini pasti ibunya super sekali ya sampai jadi idola beneran.

      Delete
  3. Coba kita liat sepuluh tahun lagi, pilihannya masih rasya ga ya? Hehhee,.

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha...kalau jadi teman sekolah lagi mungkin bisa jadi ya mak.

      Delete
  4. Aww, so cute, Mak...

    ReplyDelete
  5. wah jadi pengen punya anak... eh lupa nikah juga belom .. hadeuh jomblo jomblo... keren ka suport terus anaknya..

    ReplyDelete
  6. Aku mbayangin kalo anakku yang ngomong gitu kok jadi galau ya, kayak ada perasaan takut ditinggalkan gitu kalo dia udah gede hehehe

    ReplyDelete
  7. Waaa lima thn nyodorin 'mantu', lha saya?

    ReplyDelete
  8. adududu.... boleh kok Nak.... hehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.