Skip to main content

Ke Puskesmas, Carilah Informasi

Ke Puskesmas kok cari informasi? Bukannya ke Puskesmas untuk berobat? Iya, betul, tapi kalau ke Puskesmas tak berbekal informasi bisa menyusahkan orang lain. Kok bisa?

Ceritanya pagi ini saya bawa anak saya berobat ke Puskesmas berhubung sudah batuk selama satu minggu belum sembuh juga meski sudah berobat ke mantri. Sampai di Puskesmas, ternyata nguantri puol... Ya maklum, hari Sabtu (21/3) kemarin libur, jadi Puskesmas tutup. Akibatnya pasien penuh di hari Senin. Saya datang jam 8.20 saja sudah nomor 49.

Sebagaimana peraturan yang ada, pasien yang datang harus ambil nomor antrian dulu, menunggu dipanggil, mendaftar di loket pendaftaran, antri lagi di klinik, bertemu dokter, antri lagi di loket obat. Nah, untuk pasien baru, diwajibkan bawa KTP atau Kartu Keluarga (bagi yang belum punya KTP). Di sinilah yang kadang bikin kesal.

Sedari tadi saya antri, ada beberapa calon pasien baru yang tidak bawa kelengkapan itu. Sudah sampai di depan ternyata kurang lengkap. Sebagian besar cepat-cepat pulang dan membawa dokumen yang diperlukan lalu kembali lagi dan memperlambat antrian, tapi ada juga yang ngotot bernegosiasi dengan petugas pendaftaran. Walhasil petugas terpaksa menghentikan kerjanya untuk sekedar melayani mereka. Calon pasien yang sedang antri jengkel karenanya.

Sudah ada pemberitahuannya lho

Ada baiknya ketika datang mencari informasi berkas apa yang diperlukan. Bisa dengan bertanya kepada petugas yang bukan di bagian pendaftaran, kepada sesama calon pasien atau dengan melihat papan pengumuman. Biasanya di Puskesmas sudah terpampang prosedur pendaftaran. Kalau ada yang tertinggal segera lengkapi agar tak mengganggu antrian.

Comments

  1. Saya baru tahu sih Mbak kalau perlu bawa KK. Makasih infonya Mbak.

    Ryanfile
    Ryanfile.wordpress

    ReplyDelete
    Replies
    1. Khusus untuk yang baru, Mas, kalau yang lama cukup pakai kartu berobatnya saja.

      Delete
  2. Baru tau daftar di puskesmas kudu pake KTP & KK Mak. Dulu pernah ke puskesmas cuma buat minta surat keterangan sehat aja. Selebihnya menghindari yg namanya praktek medis karena ga doyan obat hahahaha! Jadi kalo batuk cukup jeruk pecel sama kecap sampe sembuh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Surat keterangan sehat buat ngelamar kerja ya? Hehe... KK/KTP khusus pendaftar baru, Mbak. Kalau yang lama nggak perlu kok. Paling kalau belum ada NIKya disuruh nambahin NIK.

      Delete
  3. Oh, aku ra tlaten mbak ke puskesmas. Antrinya kui.... Tp klo mmg harus ke puskesmas/rsud milih siang sisan ketika "jam strategis" penumpukan pasien dah ilang.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. milih siang malah longgar ya bu. etapi dokternya masih ada to.

      Delete
  4. udah lama gak ke puskesmas mbak hehehe
    kalau dulu biasanya cuma minta surat keterangan sehat aja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe...kalo di Jepang ada puskesmas nggak?

      Delete
  5. Sy jg udah lama ga berobt k puskesmas.ternyata hrs pake ktp dan.KK ya utk yg baru.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.