Skip to main content

Mengapa Sulit Halal?

"Kenapa cangkang kapsul yang digunakan industri farmasi Indonesia bisa mengandung babi?"

Itulah sebuah pertanyaan besar yang dilontarkan seorang Mew Da Vinci dalam artikelnya yang berjudul Obat Herbal Mengandung Ekstrak Babi. Nah, itu dia. Kok bisa? Padahal sudah dapat sertifikasi halal dari LPPOM MUI. Menurut Mbak Mew Da Vinci, itu karena yang diperiksa LPPOM MUI adalah isinya, bukan cangkang kapsulnya.

Saya sendiri melihatnya sebagai ketimpangan informasi yang diberikan oleh pihak produsen barang farmasi kepada masyarakat konsumennya. Entah ada apa namun menurut saya semua bermuara pada faktor ekonomi alias soal uang.

Masalahnya, hingga kini pemerintah belum dapat menerbitkan aturan dan sanksi untuk sertifikasi halal pada produk farmasi. Kendalanya adalah belum selesainya pembahasan RUU JPH alias RUU Jaminan Produk Halal di DPR. Padahal masa kerja anggota DPR hampir usai.

Dalih bolehnya berobat dengan bahan haram karena terpaksa seringkali masih dipakai untuk melegalkan pemakaian bahan haram pada produk farmasi. Terpaksa yang bagaimana dulu? Dikatakan terpaksa itu kalau kadarnya sudah membahayakan nyawa. Tapi kalau belum maka tidak boleh berdalih terpaksa. Lagipula ini yang memakai bahan haram adalah cangkang kapsulnya! Bukan isinya!

Dalih selanjutnya adalah harga bahan halal lebih mahal dan masih dibebani biaya sertifikasi. Tapi bukankah kalau sudah dapat sertifikasi halal maka kepercayaan konsumen terhadap produk farmasi halal makin meningkat?

Sebuah ironi di negara yang berlandaskan Ketuhanan Yang Mahaesa. Yang lebih memprihatinkan lagi, pemerintah seperti berebut lahan dengan MUI. Pemerintah ingin mengambil alih kewenangan lembaga sertifikasi halal dari LPPOM MUI yang telah bertahun-tahun melaksanakannya. Saya pribadi berpendapat, lebih baik sertifikasi halal ini dikelola lembaga nonpemerintah agar bebas dari campur tangan penguasa.

Produk halal memang merupakan kebutuhan. Terlebih lagi masyarakat umum seringkali awam dengan istilah yang dipakai pada kemasan obat. Sudah sepantasnya kebutuhan rasa aman mengkonsumsi obat ini mendapatkan jaminan.

Comments

  1. hihihi... subhanallah... artikel saya nampang di sini :D :D
    makasih ulasannya ya mbak damarojat... :)

    ReplyDelete
  2. sama2 mbak. happy blogging always deh pokoknya

    ReplyDelete
  3. lebih ke harga bahan produksinya kali ya, biasanya yg halal itu lebih mahal karna mungkin langka atau memakan proses yg panjang utk mendapatkannya

    ReplyDelete
  4. betul sekali mas. maka perlu sekali kt menemukan bahan halal yg harganya terjangkau. dan yg lbh penting lg kl bisa kt produksi sendiri.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.