Skip to main content

Suncity Madiun, Mandi Matahari di Tengah Kota

Teriknya matahari di negeri tropis seperti Indonesia biasanya dihindari banyak orang. Tetapi ada satu tempat yang dikunjungi warga Madiun dan sekitarnya justru karena ada mataharinya. Padahal Madiun sudah panas, lho. Tempat apa itu, ya?

Hari libur Pemilu legislatif 2014 (9/4) ini kami manfaatkan dengan berkunjung ke tempat mandi matahari di tengah kota itu. Tempat yang dimaksud adalah sarana rekreasi dan olah raga Suncity Madiun, Water & Theme Park  yang terletak di Jalan Letjen S. Parman no. 8, Madiun.
Tak sulit mencarinya. Taman rekreasi air ini berada dalam satu area dengan Suncity Mall.

Suncity Madiun, Water & Theme Park Di Tengah Kota




Berhubung hari libur, Suncity Water & Theme Park ramai dikunjungi orang. Tiket masuk per orang biasanya Rp 15.000,00 untuk hari kerja dan Rp 20.000,00 untuk akhir pekan. Namun untuk hari libur khusus harga tiket naik menjadi Rp 25.000,00. Ini berlaku untuk dewasa dan anak-anak yang tinggi badannya lebih dari 80 cm. Yang belum, gratis.

Suncity-madiun
Tiket hari libur khusus

Masuk ke area taman air, pengunjung disapa oleh hadirnya kolam utama bertema bajak laut yang cukup luas namun dangkal yang dilengkapi dengan aneka luncuran, air mancur mini di sekeliling kolam dan ember raksasa yang menumpahkan air setiap beberapa menit sekali. Anak kecil dan bayi bisa bermain leluasa di sini. Dengan didampingi orang dewasa tentunya.

Kolam-Kolam Di Suncity Madiun





Di sisi kiri dan belakang kolam utama terdapat dua kolam dengan luncuran tinggi. Hanya orang dewasa dan anak dengan tinggi minimal 120 cm yang boleh bermain di sini. Maklum, selain tinggi luncurannya juga dialiri air sehingga licin. Pantas saja hanya sedikit orang yang tampak bermain di situ.

Di tepi kolam seluncur yang sebelah kanan terdapat panggung yang digunakan jika ada pertunjukan.

Di kanan kolam Seluncur ada kolam dengan efek ombak. Kolam ini banyak diminati sebab sangat asyik bisa bermain ombak di sana, baik dengan pelampung ataupun tidak. Lantainya yang landai serupa pantai pun dimanfaatkan untuk 'berjemur'. Tapi jangan lupa, ya, alas kaki harus dilepas meski tak sampai masuk kolam. Di bagian belakang kolam ada tali pembatas tempat terjauh pengunjung boleh berenang.

Bagi yang tidak ikut nyemplung kolam silakan duduk menunggu di tepi atau menyewa saung.

Yang Boleh Dan Yang Tidak Boleh Dilakukan Di Suncity Madiun


Di Suncity Madiun, pengunjung dilarang membawa makanan dan minuman. Tapi jangan khawatir, ada kantin alias resto di sana. Bisa juga pesan es teh dingin yang dinikmati sambil duduk-duduk di tepian kolam. Kami sendiri tidak mengunjungi kantinnya, jadi tidak tahu persis apa saja menu yang ditawarkan.

Usai bermain, jangan lupa mandi yang bersih, ya. Toilet terletak di sisi kanan pintu masuk, jadi satu dengan musholla. Tersedia banyak bilik mandi, sehingga tak perlu khawatir antri terlalu lama.

Sesungguhnya asyik bermain di Suncity Madiun, namun karena kami datang kurang lebih pukul 10.30 WIB, teriknya matahari sangat terasa, terlebih lagi kurangnya peneduh di tepian kolam tempat duduk-duduk. Jadi, ada baiknya siapkan tabir surya, kaca mata hitam dan topi jika berkunjung ke sana. Juga ada baiknya membawa perlengkapan berenang sendiri seperti pelampung, terutama bagi anak-anak dan bayi, meskipun di sana disediakan juga pelampung. Dan seperti di kolam renang, jaga mata sendiri-sendiri, ya. Sebab meski ada petugas penjaga, namun mereka hanya mengawasi keselamatan fisik pengunjung, bukan hati pengunjung, hehe... Satu lagi, jangan lupa bawa kamera untuk merekam momen istimewa bersama keluarga.


Comments

  1. Wah seru, Mak. Anak-anakku pasti suka kalo dibawa ke sini. Tapi di Madiun, ya? Jauuh... semoga saja suatu hari nanti bisa ke sana. TFS, Mak. ^^

    ReplyDelete
  2. seru mak. sebnrnya emaknya jg pingin ikut nyemplung n berjemur jg. tp malu...hehehe...

    ReplyDelete
  3. anak2 saya juga suka berenang, Mak. Biasanya suka susah diajak pulang kalau udah main air :)

    ReplyDelete
  4. Hah? Madiun sudah ada beginian ya? Wkwkwkkk saya lahir di Madiun mak :)

    ReplyDelete
  5. mak Myra: haha...itu susahnya ngajak berenang ya mak. kalau saya biasanya nunjukin minuman kesukaan anak untuk mancing mereka keluar dari kolam terus dibujuk untuk mandi :-)

    mak Lusi: woh, kelahiran Madiun to? main ke sini mak. Madiun dah rame lho.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…