Skip to main content

The Beet Party

The Beet Party, sebuah acara televisi berwujud animasi pendek berdurasi sekitar 2 menit. Saat ini The Beet Party ditayangkan setiap hari oleh MNC Kids (saluran 42 di Indovision).

The Beet Party berkisah tentang sekelompok beet yang menghuni sebuah kulkas dan kadang-kadang juga senang bertualang di dapur. Ada beet merah, beet kuning, beet ungu, beet merah muda dan beet jingga. Kelima beet ini suka menjelajah isi kulkas dan dapur.

Petualangan mereka diawali saat ada sesuatu dimasukkan oleh si empunya rumah ke dalam kulkas. Ada sushi, keju, bawang putih, pucuk pakis, kue, sawi, roti gulung (roll cake) dan lain-lain. Keingintahuan mereka mendorong mereka untuk menyentuh dan menjadikan benda-benda baru tersebut sebagai mainan.

Di ujung acara, kelima beet ini akan menari layaknya di lantai disko, lengkap dengan lampu disko yang berputar-putar dan irama mulut yang terdengar seperti musik. Itulah sebabnya mereka disebut sebagai The Beet Party.

Sebagai hiburan, The Beet Party cukup menyenangkan bagi remaja, namun kurang tepat untuk anak-anak. Adegan tanpa dialog menjadikan film animasi ini kurang bermanfaat bagi perkembangan berbahasa anak-anak. Tambahan pula seringkali para beet bercanda dengan agak berlebihan, seperti mendorong yang lain hingga terjatuh, menakut-nakuti dan menertawakan. Untuk itu, sangat disarankan bagi orang tua untuk mendampingi anak-anak ketika menonton The Beet Party.

Gambar diambil dari theodmgroup.

Comments

  1. hihiii gak bisa bayangin kulkas saya isinya begitu langsung pengsan kayaknya deh :D

    ReplyDelete
  2. hihi...iya mak. mana pd berisik lg di dalam kulkas.

    ReplyDelete
  3. assalaamu'alaikum mak ^^
    aku belum pernah liat nih animasi ini, lucu yaaahh, hihii..

    ReplyDelete
  4. wa alaykumussalaam...iya mak. lucu. ceritanya sederhana skali. kl yg nonton sdh gede itu bs utk obat pusing, hehe...makasih sdh berkunjung mak.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…