Skip to main content

Ketika Blogger Di-PHP


Malam-malam begini tiba-tiba niat menuliskan ini menguat. Sebelum ini pernah kepikiran tapi saya tampik, "Ga bagus ah, soal blogger di-PHP kok diceritain." Tapi...rasanya malam ini dapat tambahan amunisi untuk menjadikannya tulisan dengan niat sebagai bahan renungan dan introspeksi.

Semua berawal dari si pemantik perasaan di-PHP. Oh ya PHP di sini artinya Pemberi Harapan Palsu, ya. 
Jadi, seperti yang teman-teman udah tahu, artinya kurang lebih 'ditipu'.

Begitulah hidup. Kata kakak saya sih, urusan di-PHP kayaknya bukan cuma milik satu atau dua bidang pekerjaan, hampir semua bidang pasti pernah ketemu di-PHP ini, termasuk dirinya yang jadi crafter dan pernah kena tipu orang yang pesan barang tapi setelah barang jadi enggak diambil-ambil.

Adik saya yang jualan celana tactical juga pernah di-PHP orang. Bilangnya pesan celana sekian puluh, sudah disiapin pakai terburu-buru...eh orangnya ngilang entah ke mana. Pait dah.

Bulik saya juga pernah di-PHP orang yang pesan kue kering untuk lebaran. Katanya pesan sekian puluh toples, ga tahunya cuma beli DUA toples! Akhirnya sisanya dibagi-bagikan sama Bulik saya secara grahatis.

Nyesek, ya di-PHP?

Balik lagi ke ketika blogger di-PHP. Malam ini seorang teman blogger mengirimkan kabar percakapannya dengan salah satu penyelenggara give away yang janjinya akan mengirim hadiah sudah sejak hampir satu tahun yang lalu. Saya dan teman blogger itu menang give away dengan hadiah berupa buku koleksi si penyelenggara yang tentu saja sebagian mungkin pernah dibacanya.

Si penyelenggara GA memang mengirim email keterlambatan pengiriman hadiah beberapa saat setelah pengumuman pemenang, tapi itu juga udah hampir setahun berlalu. Alasannya karena si penyelenggara sedang ada di luar pulau sehingga tidak bisa kirim hadiahnya. Hampir setahun rupanya dia berada di pulau lain menunaikan tugas.

Sebelum ini saya sudah pernah menanyakan via email perihal hak saya ini tapi tidak direspon. Ya sudahlah, setelah sekian purnama saya menunggu, beberapa bulan lalu saya putuskan untuk melupakan itu dan menghapus link yang mengarah ke blog penyelenggara, unfollow semua akun medsosnya. Kejam? Katanya biar eksis di media sosial ga boleh baperan? Saya sih ga ingin kejam, tapi rasanya sudah impas lah.

Ketika blogger di-php
Email yang tak dibalas

Dih, masalah buku aja kok dibesarin?
Kalau dipikir-pikir sih iya ya, cuma buku bekas aja kok diributin? Balik lagi ke niat saya tadi: untuk introspeksi. Sebagai blogger di-PHP bukan cuma ini sih. Pernah juga ikut give away yang salah satu hadiahnya adalah karya pemenang dijanjikan akan dibukukan. Saya menang tapi sampai sekarang belum ada kabarnya.

Ada juga ikutan lomba menulis cerita anak yang dijanjiin karya pemenang bakal diterbitkan, sampai sekarang (dan sudah saya tanya-tanya juga ke pihak penyelenggara) juga di-PHP.

Pernah juga ikut arisan link sesama blogger yang hasilnya...entahlah. Saya sudah penuhi kewajiban saya menulis review semua blog pemenang arisan dalam grup tapi giliran saya yang dapat...entahlah berapa yang mereview blog saya. Akhirnya blog-blog yang tidak mereview balik saya hapus link-nya. 

Kenapa ga dihapus aja tulisannya? Sayang ah. Nulisnya pakai mikir juga lho dulu. Biar aja masih ada di blog, siapa tahu yang bersangkutan terus baca dan bikin review baliknya.
Salah satu yang paling berkesan adalah Mbak Tri Wahyuni Zuhri (Allahu Yarham) yang sudah me-review balik blog saya. Beliau termasuk blogger yang amanah. Semoga beliau tenang di alam sana.

Ada juga soal di-PHP yang lain-lain sih, tapi ya sudahlah, saya bukan mau umbar nasib dan aib di sini. Ya namanya juga manusia tempatnya salah dan lupa, saya berusaha memaklumi saja. Mungkin memang ada kendala yang dihadapi.
Sebagai bahan belajar juga sih dan mawas diri: jangan-jangan saya juga pernah mem-PHP orang lain? Maafkan saya jika ada. Kalau memang ada dan teman-teman berkenan, mohon japri saya ya. Insya Alloh saya penuhi janji saya.

Ya, itulah curhatan blogger di-PHP malam ini. Nyesek ga nyesek, teriring doa semoga tidak terulang dan semoga kita bukan termasuk pemberi harapan palsu. Aaamiiin.

Comments

  1. Ngomongin PHP, baru beberapa waktu lalu ngalamin. Pesen souvenir buat ultah Alfi katanya bisa, ditunggu2 sampai hari H ga ada kabar. Sebelumnya sudah coba menanyakan tapi ga ada balasan. Pas sehari sebelum hari H tak DM, dia udah typing mau bales, tapi langsung tak block. Ini saya belum kasih DP lho tapi udah sok2an maki2 ownernya haha

    Kalau sebagai blogger alhamdulillah belum pernah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh sampai hari H?? Terus gimana mbak, diganti yang lain souvenirnya? Bikin dag dig dug ya mbak kalo kayak gitu.

      Pernah tuh mbak bulik saya mau mantu, pesen catering untuk malam midodareni. Hampir hari-H ga ada kabar. Ternyata orangnya masuk RS karena kecelakaan mbak. Wuaduh...bulik saya langsung gerak cepat dan akhirnya acaranya berlangsung aman.

      Delete
  2. Sedih sedih sedih. Baru kali ini aku juga aku di PHP. Dua kali giveaway malah hiks. Semoga kita nggak jadi orang yang PHP begitu. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaamiiin. Sedih mbak. Harus banyak berdoa ya.

      Delete
  3. Bukunya..orang yang sama, GA yang sama..janji yang sama.

    Awalnya saya berharap..setelah itu, mungkin dia lupa..setelah itu..saya yang lupa..😁😁

    Setelah ingat..sama, tak unfollow semua medsosnya😁

    ReplyDelete
  4. Jadi inget,aku bulan lalu baru di php-in...kesel banget rasanya,aku tanya baik2 g dibalas padahal online. Akhirnya pasrah deh...

    ReplyDelete
  5. Sabar ya Mba', semoga habis ini nggak di php lagi, Aamiin. Eh, aku termasuk yang belum nulis arisan link, maafkan aku Mba' :(
    Sampe lupa.
    Semoga abis ini aku nulis, :(

    ReplyDelete
  6. Yang namanya di php sekecil apa pun itu pasti nyesek yaa :(

    ReplyDelete
  7. Pernah di PHP sama agency, terus mangkel, haha

    ReplyDelete
  8. Di PHP waktu menang lomba blog dari produk kosmetik ternama. Hadiah hiburan paket produk. Tapi sudah setahun lebih dan ditanya beberapa kali, enggak pernah sampai itu hadiah..

    Yang kedua, lomba blog jadi pemenang hadiahnya uang dan voucher jasa. Setelah di cek vouchernya enggak sesuai jumlah pengumuman di awal...

    :D

    ReplyDelete
  9. Ternyata bukan saya saja yang pernah kenan PHP di dunia blog. Kalau saya dulu pas ikutan kontes blog mbak, di pengumuman awal itu masuk jadi kategori favorit. Tapi kok ngga di hubungi sama panitianya ya. Terus saya coba kirim whatsapp ke CP yang ada dan konfirmasi kalau itu nama saya yang tertulis jadi juara favorit. Etapi malah balesannya kurang mengenakkan. Tiba-tiba setelah saya tanya malah nama saya dihapus di web mereka. Ya saya ngga terima dong. Coba tanya lagi alesannya kenapa. Jawaban panitia kurang memuaskan dan saya rasa terlalu klise. Dan baiklah, walaupun agak baper kalau inget kejadian itu, tapi yasudahlah...semoga diganti dg rejeki yang lain

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.