Skip to main content

Tips Pilih Celana Tactical, Celana Terhits Tahun Ini



Pria masa kini punya banyak aktivitas, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Adakalanya kedua kegiatan itu harus dilakukan dalam waktu yang berdekatan. Ganti kostum? Ah, mana sempat. Hidup di zaman internet ini semua maunya serba cepat. Cepat dikerjakan, cepat jadi duit, hehehe...
Buat para pria kekinian, celana selain untuk urusan menutup aurat juga untuk bisa mendukung aktivitas. Celana tactical bisa jadi pilihan mutakhir. Seperti apa sih celana tactical ini?

Secara garis besar celana tactical adalah celana yang memiliki banyak saku. Ada celana tactical panjang, ada juga yang pendek. Keduanya sama-sama keren dipakai di outdoor maupun indoor. Asyiknya pakai celana tactical ini adalah mau bawa apa saja mudah. Dengan jumlah saku besar dan kecil yang mencapai 10 buah, bayangkan saja apa yang bisa kamu bawa di saku-saku itu. Dompet, ponsel, kunci kendaraan, kacamata, alat tulis, tablet. Apalagi? Bahkan masih banyak sisanya. LOL.

Biar nyaman dikenakan, apa saja sih yang harus diperhatikan saat membeli celana tactical? Berikut tipsnya:

Pastikan Bahan Ringan Tapi Kuat
Bahan ripstop misalnya, bahan ini kuat sekaligus ringan dipakai tidak bikin gerah. Utamanya lagi bahan ini mudah kering, jadi misalnya dipakai di lapangan dan terkena hujan pun cepat keringnya. Bahan ini bagus karena seratnya kotak dan kuat.

celana-tactical
sumber gambar: http://m.olx.co.id/iklan/celana-tactical-celana-terhits-tahun-ini-toko-gedongkuning-IDqK89O.html?code=89805e3de9&photo=2


Jahitannya Bagus dan Kuat

Karena menunjang banyak gerak, celana tactical  pilihan haruslah yang jahitannya bagus dan kuat biar bisa mendukung aktivitas. Selain itu jahitan yang bagus juga nyaman dipakai di badan. Perhatikan jahitan pada kantong-kantongnya apakah ada yang bolong atau tidak, jahitan pada ritsleting, juga model pinggangnya apakah ada karetnya atau tidak. Celana tactical yang bagus itu yang di bagian pinggangnya ada karetnya sehingga kencang saat dipakai.

Celana tactical yang baik juga yang punya bantalan di bagian lutut. Kebayang kan kalau beraktivitas di luar ruangan pastinya kemungkinan terjatuh lebih besar. Jadilah bantalan di lutut ini bisa membantu mengurangi benturan jika terjadi.

Warnanya Cenderung Gelap

Berhubung dekat dengan kegiatan outdoor, celana tactical yang dipilih sebaiknya yang berwarna gelap. Hitam jadi pilihan paling mudah agar tidak gampang terlihat saat kotor. Meski begitu bukan berarti bisa berkotor-kotor tanpa dicuci ya. Tapi kalau suka warna agak terang seperti krem juga ada kok. Tinggal pilih yang disukai, ya.

Harganya Bersahabat

Beli apapun pasti selalu mempertimbangkan masalah harga kan? Pastikan harganya sesuai isi dompet, ya. Beli celana tactical bisa di toko offline atau bisa juga lewat toko online. Kalau beli celana tactical lewat toko online, pastikan penjualnya amanah, ya. Bisa dilihat dari riwayat penjualannya serta respon cepatnya terhadap konsumen.

Comments

  1. Ini yang buat naik.gunung itu bukan tho mba celanane..?

    ReplyDelete
  2. Aku ada satu, seneng banget kalo pake yg spt itu. Dompet, hp, tissue, kunci masuk di banyak kantong, ga unjel-unjelan di satu tempat

    ReplyDelete
  3. celana tactical ini emang lagi musim, tapi ga boleh pake sama istri saya katanya kayak copet banyak kantong wkwkkwkwkw

    ReplyDelete
  4. Makasih yah mbak infonya.. berguna banget loh Mbak, hehehe....

    ReplyDelete
  5. model celana buat laki2 pun sekarang macam2 ya mba...

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.