Skip to main content

Saya Pilih Beli Buku Bekas

Akhir-akhir ini saya kerap membeli buku bacaan untuk anak-anak saya. Saya sangat ingin mereka gemar membaca, makanya saya bela-belain berburu buku yang pas untuk anak-anak.
Awalnya saya belikan mereka buku cerita, baik fiksi maupun kisah nyata, tapi rupanya mereka kurang tertarik meski sudah saya pilihkan yang sesuai kesukaan mereka.
Akhirnya saya banting setir. Daripada sudah susah payah beli buku tapi cuma dilirik saja, saya pun berburu buku noncerita. Kategorinya bisa buku pengetahuan umum atau ensiklopedia mini untuk anak.
Ensiklopedia mini? Mahal... Nah, demi menyiasatinya, saya pilih beli buku bekas.



Buku pengetahuan untuk anak dan ensiklopedia mini

Mulanya saya agak ragu pas mau beli buku bekas di satu grup di facebook. Biasanya saya beli buku lewat teman-teman yang sudah saya kenal atau lewat rekomendasi teman lain yang saya kenal cukup baik. Di grup itu semuanya orang yang asing buat saya. Kira-kira aman ga ya?

Akhirnya Saya Beli Buku Bekas Juga

Beberapa kali saya lihat timeline di grup tersebut, saya cuma scrolling saja. Bagus-bagus juga bukunya. Ada buku-bukunya Enid Blyton juga. Wah, ini sih saya juga mau, hehe...
Di grup itu perputarannya cukup cepat. Baru dishare biasanya sudah ada yang menanyakan. Jadi, siapa cepat dia dapat.
Buku yang didisplay biasanya sudah komplit dengan penampakannya, harga dan kota lokasi penjual, jadi calon pembeli bisa tahu perkiraan ongkos kirimnya.
Kemudian suatu ketika saya lihat ada buku bagus. Buku pengetahuan untuk anak, hard cover dan berbahasa Inggris. Harganya juga terjangkau. Tema yang saya lirik adalah tentang planet Bumi dan energi.



Buku The Planet Earth dan Using Energy
Harganya @25 ribu kalau tidak salah

Bismillaah. Jadi juga beli. Saya kirim komentar lalu dibalas oleh penjual dan lanjut via inbox. Setelah sepakat, bayar lewat transfer antarbank dan barang pun dikirim. Dan betulan sampai! Alhamdulillaah.
Sejak itu saya ketagihan beli buku bekas. Macam-macam yang saya beli. Kebanyakan sih untuk anak-anak.
Saya memilih beli buku bekas daripada beli buku KW. Saya sih belum pernah menemukan buku versi bajakan, tapi kalau dengar ada versi KW-nya, pernah. Seperti novel-novel yang pernah booming.
Agak heran juga kenapa ada orang beli buku KW. Ya, mungkin mereka tidak tahu kalau itu bajakan, ya. Bagaimana dengan yang menjual? Semestinya tahu lah, soalnya harganya beda, jauh di bawah harga buku aslinya. Padahal jual-beli buku dan barang KW itu dilarang dalam agama.
Masa muda saya memang akrab dengan lapak dan toko buku. Pas saya maaih SMP di daerah Terban, Yogyakarta, di depan sekolah ada barisan lapak buku. Agak jauh sedikit ada toko buku Gramedia. Jadilah saya akrab sama buku. Sering banget sepulang sekolah mampir dulu nebeng baca.
Di masa mahasiswa saya akrab juga dengan toko buku berharga miring, Raja Murah dan Social Agency di wilayah Gejayan, Jogja. Lebih dewasa lagi saya sering datang ke pameran buku. Pernah juga cari kamus Bahasa Inggris buat mantan santri TPA di Shopping Center yang terkenal seantero Jogja itu. Intinya dari dulu saya akrab sama lapak buku.
Sekarang di Madiun jarang ke toko buku dan di sini pun jarang ada pameran buku. Jadilah saya bahagiaaa bisa beli buku secara daring.

Tips Aman Beli Buku Bekas Lewat Internet

Gamang mau beli buku bekas lewat internet? Yuk, coba kita urai satu per satu penyebab kegamangan itu dan kita cari solusinya berdasarkan pengalaman saya beli buku bekas via facebook.
Khawatir Tertipu Oleh Penjualnya
Iya, ini hampir pasti jadi kekhawatiran pertama. Kan kita ga kenal sama penjualnya? Kalau sudah bayar lalu barang tidak dikirim gimana? Nah, biar aman, pilih penjual yang terpercaya. Lihat profilnya, lihat komentar-komentar yang masuk, seberapa cepat responnya serta lama keanggotaannya di grup itu. Cek juga kesediaannya menjawab pertanyaan kita. Kalau tanggapannya baik, bisa jadi pertanda baik juga.
Khawatir Dapat Buku Yang Tidak Sesuai Dengan Yang Didisplay


Sebelum beli, perhatikan betul foto bukunya, keterangan tambahan tentang kondisinya. Penjual yang jujur biasanya berterus terang mengenai keadaan buku, apakah ada noda, ada sobekan, coretan, jumlah halaman, ukuran dan berat buku, jenis kertas, jenis cover dan sejenisnya. Kalau belum puas, minta saja foto bagian dalam buku.
Khawatir Barang Datang Terlambat Atau Rusak
Untuk mengantisipasinya, pilih jasa pengiriman yang kita percaya atau yang kita kenal baik kinerjanya. Minta si penjual untuk mengirim buku lewat jasa pengiriman itu.
Khawatir Kehabisan Barang
Nah, kalau ini memang harus cepat-cepat booking barang begitu didisplay di grup. Baca juga aturan yang berlaku di grup agar tidak kecewa ketika tiba-tiba buku yang kita incar sudah dibeli orang lain gara-gara kita cuma me-like dan bukannya berkomentar 'beli'.
Sebagai langkah antisipasi, jika sudah menyatakan 'beli', sebaiknya rekam segala bentuk percakapan dengan penjual agar kalau terjadi sesuatu yang merugikan, kita bisa punya senjata untuk mendapatkan hak kita.
Gitu deh, teman-teman, pengalaman saya beli buku bekas. Apakah teman-teman juga pernah beli buku bekas? Alasannya apa dan di mana belinya? Cerita yuk, di kolom komentar. Yuk, yuk!

Tulisan ini merupakan collaborative blogging dengan tema:
Hak Cipta dan Barang KW

Baca juga tulisan Virly KA:
Hak Cipta dan Barang KW

Comments

  1. sepertinya asyik juga ya beli buku bekas, apalagi kalau buku barunya harganya mahal

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak. cuma ya harus sabar nunggunya hehe...

      Delete
  2. aku juga suka mbak beli buku bekas, yg penting oriiii. Dan harganya relatif miring ya tapi punya kualitas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. puas ya mbak, bisa dapat yang asli meski bekas.

      Delete
  3. Aku sering juga mb..di shopping banyak lungsuran taman bacaan. Murah, meriah..😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh jadi ingat taman bacaan tempatku suka pinjam komik zaman SMP dulu.

      Delete
  4. Kalo aku biasa cari buku bekas di Bukalapak. Banyak penjual buku di sana tapi harus hati2 sih sama barang KW.

    ReplyDelete
  5. Dulu aku nom ngeh sama buku kw, pernah beli bekas di teman dan ternyata kw, sedih

    ReplyDelete
  6. kalau saya lbh suka beli ebook daripada beli buku.

    ReplyDelete
  7. semenjak aku prnh dapet seri the babysitters club di internet, dan ini buku bekas juga, aku jd ketagihan ;p... apalagi di toko2 buku mah udh g ada yg jual... makanya pas nemu, walo bekas, aku lgs beli aja... mending beli bekas drpd KW ya mba :) .. masiih bnyk nih buku2 yg daridulu aku incer tp msh blm dapet mba :)..

    ReplyDelete
  8. saya juga awalnya ragu-ragu banger kalo mau beli buku lewat online, takutnya di tipu. Makasihh mba tipsnya ya, berguna banget

    ReplyDelete
  9. aku pernah mba ketipu 2x kirain buku asli taunya palsu sedih banget deh :/

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…