Skip to main content

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Kembali ke masalah HP terkunci. Dengan pembukaan berupa omelan saya interogasi si Mas. Ternyata memang dia mengaktifkan fitur Talkback. Fitur ini memungkinkan pengguna HP yang menyandang tuna netra atau gangguan penglihatan mengoperasikan HP. Ada panduan suara setiap kali pengguna menyentuh, memilih dan membuka aplikasi. Tampaknya suara narator ini menarik bagi anak saya sampai ia mengira itu asyik.

Baiklah. HP memang tak bisa diapa-apakan. Geser sedikit keluar suara pemandu. Saya mencoba masuk ke menu pengaturan tetapi selalu gagal. Googling sajalah. Dan alhamdulillaah ketemu caranya.

Posisi HP semula

Klik tombol kiri untuk alternatif. Pilih pengaturan dengan mengetuknya 2x.

Menu pengaturan terbuka. Geser ke bawah dengan dua jari, perlahan. Ketuk dua kali pada Aksesibilitas

Submenu Aksesibilitas terbuka. Geser lagi perlahan ke bawah dengan dua jari hingga ketemu Layanan. Ketuk 2x pada Talkback

Nonaktifkan Talkback dengan mengetuk dua kali balok pilihan hingga berwarna abu-abu.

Selesai.

Saat ini si Mas tampaknya sudah kapok dengan fitur Talkback. Tapi entah dengan fitur lain.

Ya, itulah cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Untuk HP Samsung lain tampaknya caranya serupa. Semoga bermanfaat.

Comments

  1. emang bawaan si kecil ya mbak, kalo hape ortu sama dengan hape miliknya hihihi
    wah syenangnya dibelikan hape baru

    jadi talkback itu dirancang untuk membantu pengguna tuna netra ya, hebat ey sekarang aplikasi banyak banget, aku yang gaptek kudu banyak belajar ni

    ReplyDelete
  2. mohon maaf mbak, talkback itu bukan untuk mengunci hp tapi untuk membantu kami yang terganggu penglihatan/tunanetra low vision atau tunanetra lowvision yang sudah bawaan lahir/tunanetra total supaya bisa menggunakan HP dengan suara, jadi semua akan dibacakan, sebenarnya, talkback boleh digunakan oleh orang normal/awas saat berkendara supaya bisa menghindari angka kecelakaan malah bukan malah mencelakakan. Betul caranya seperti itu, dengan ke aksesibilitas, terus dimatikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak. Itu yang bilang mengunci anak saya. Tentu saja talkback bukan untuk mengunci.

      Delete
  3. Oh..begitu. Untung anakku blm pernah masuk fitur ini...paling sekedar ganti2 tampilan. Lagian mereka nggak suka sama hp ibunya...minim game..:-) cuma bawaan pabrik doang.

    ReplyDelete
  4. Terimkasih atas informasi dan ilmunya :) sangat bermanfaat dan membantu

    ReplyDelete
  5. Kayak anak bungsu saya. HP bapaknya sering kecelakaan gara2 dia. HP saya juga sih, tapi lebih sering HP bapaknya, sampe harus di-reset karena kekunci password dan dia lupa passwordnya. Untung HP ayah si Mas bisa bagus lagi ya Mbak.

    ReplyDelete
  6. wooh ternyata fitur talkback itu seperti itu... selama ini ga pernah ku tekan fitur itu mba

    ReplyDelete
  7. belum pernah punya samsung Mbak...hehe
    Tapi zaman sekarang fiturnya macam-macam yak, semakin memudahkan penggunanya..

    ReplyDelete
  8. Gak jauh beda dengan anak saya. ;D Suka banget otak-atik hape.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.