Skip to main content

Membuat Wadah Gantung Dari Botol Bekas

Di rumah lagi banyak botol plastik bekas air mineral. Anak-anak lagi suka ngumpulin barang bekas. "Untuk dibikin karya", kata si kecil. Karya apa juga belum jelas tapi botol-botol itu tidak ada yang boleh dibuang. Waduh...
Okelah. Ndilalah saya sedang sering kesal gara-gara segala macam barang nggak jelas keberadaannya. Namanya anak-anak itu, apa aja dipakai mainan. Mau barang bekas, barang terpakai, bagi mereka adalah mainan. Termasuk remote control TV, dekoder dan yang lain. Jadilah saya mengolah botol bekas tadi jadi wadah remote. Setelah jadi, ternyata bisa juga dipakai nyimpan HP, charger, kacamata, dompet, dll.

Mudah saja mbuatnya. Bahannya cuma botol plastik yang sudah bersih dan kering serta gunting.


Kelihatan nggak? Ada yang nebeng.
Ukur dulu seberapa tinggi barangnya. Lalu botolnya dipotong melintang. Nggak pakai digarisi segala, yang penting rapi dan nggak tajam.


Setelah itu potong salah satu bagian membentuk kantong. Bagian ini nantinya jadi bagian depan.


Setelah itu rapikan bagian belakang yang lancip. Digunting melengkung saja.
Setelah selesai buat lubang di bagian belakang untuk menggantungnya. Caranya dicubit sedikit lalu dibuat sayatan secukupnya. Lepaskan cubitan, lalu digunting melingkar.



Sudah. Siap diisi dan digantung.


Bagian dasar dan bagian atas botol bisa digunakan semuanya.
Lumayan, kaaan? Kalau pingin yang rada nyeni bisa dicat atau ditempeli gambar templek alias stiker.
Nah, sudah deh nggak ada lagi drama ngomel nyari remote. Sekarang ganti ke ngomel karena pada kurang disiplin naruh remote ke wadah gantung ini. *tunjuk diri sendiri* :-D

Comments

  1. wah,bisa dicoba nih hehehe..dicat juga bisa ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak. Dicat warna-warni gitu atau dilukis. Anak-anak suka kyknya. :-)

      Delete
  2. Kreatif mak.. Botol bekas bisa dijadiin tempat menyimpan barang. Skg ga ngomel nyari2 remot lg hahahaha

    ReplyDelete
  3. Hihihi idenya bagus dan sederhana, kucoba deh ^^ Thanks for the ideas mak. Blognya sudah kufollow ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mak. Sudah saya follow balik ya.

      Delete
  4. Sepertinya saya juga harus bikin yang beginian, soalnya sering kebingungan nyari2 sesuatu. Tapi harus disiplin ya mbak, habis pakai langsung tarus di tempatnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho oh mbak. Harus disiplin. Kl ga ya sama aja malah nambahin sampah hihihi

      Delete
  5. Waa.....pas buatku yang pelupa klo naruh sesuatu.....remote tv dah 3x gnti gara2 lupa naruh....untung sudah ada "teknologi" beli remote thok.....tanpa ganti tv.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes kebiasaan banget ya. Untung bukan tvnya yang ketlingsut hehehe

      Delete
  6. hahaha boleh juga idenya, kreatif. Tinggal ditambahi asesoris dikit atau dicat warna-warni biar tambah cantik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak. bisa dicat, dilukis atau dihias pake yg lain. glitter oke juga kayaknya.

      Delete
  7. kreatif, nih. Daripada belu jadi mending memanfaatkan barang bekas, ya :)

    ReplyDelete
  8. Wow, super sekali idenya mba, sederhana dan mudah bikinnya. Perlu dihias dikit ya, dicat warna warni bunga atau daun, biar makin menarik.
    Tfs, maaf lama gak mampir :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagus juga tuh mbak dihiasi daun. bisa disesuaikn dg tema kamar misalnya.

      Delete
  9. Wah jadi mudah ya kalau mau nyari apa2

    ReplyDelete
  10. kreatif, kebetulan banyak botol juga dirumah bisa praktek neh

    ReplyDelete
  11. Wah kreatif banget mbak..Lumayan untuk menghemat daripada beli ky gitu mending pakai barang bekas aja ya supaya ikut membantu pemerintah menangani permasalahan sampah..
    Kalau berkenan mampir ke blog saya gan :))

    ReplyDelete
  12. Iya kalo botolnya dihias jadi lebih bagus ya mbak, boleh juga nih idenya :)

    ReplyDelete
  13. Kreatif sekali. Bunda ingin sekalli belajar memanfaatkan botol-botol beling bekas sirup ABC dll. tapi gak tahu caranya, hehe...di komplek blom ada yang bisa. Mau belajar dari google, ternyata harus bisa berkreasi dengan kepiawaian lukis melukis.

    ReplyDelete
  14. kereen banget ternyata emang ibunda yang super smart plus kreatif ya..pasti bangga sekali anak2 di rumah :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…