Skip to main content

Merawat Diri Di Safana Salon & Spa Maguwo

Saat meliburkan diri kemarin di Jogja, saya menyempatkan diri merawat diri di Safana Salon & Spa, Maguwo, Banguntapan, Bantul. Salon ini baru aja buka, belum ada satu bulan saat saya ke sana pertengahan Mei ini. Sudah lama pingin nyalon. Fyi, di Madiun jarang (atau malah belum) ada salon khusus muslimah. Mumpung di Jogja dan anak-anak ada yang jagain, maka berangkatlah saya bersama kakak saya ke sana. Dekat pula! Cuma lima menitan naik motor.
Letaknya salon ini di Jalan Maguwo. Itu tuh, kampus STTA ke Selatan. Kalau belum tahu kampus STTA ya dari Blok O deh. Blok O itu di belakangnya RS AU Dr. Hardjolukito. Iya, JEC ke Timur :-)


Tampak depan
Di Safana Salon & Spa saya bingung mau facial apa creambath. Pingin facial tapi takut sakit pas dipencetin komedonya. Tapi pingin juga biar kelihatan kinclong pas suami datang menjemput. ;-) Akhirnya saya ambil perawatan facial. Ya, pengorbanan dikit lah.

Ganti sandal dulu

Ruang perawatan facial

Keramas di sini. Potong dan peawatan rambut di sebelah kiri. Belakang untuk spa.
Ruangannya luas. Sejuk dengan AC. Menurut kakak saya yang pernah spa di sini sebelumnya, tempatnya memang nyaman. Mbak-mbaknya juga ramah.
Masuk ruang facial saya diminta ganti baju dulu biar ga kotor. Setelah itu berbaring di tempat tidur. Saya menikmati deh. Dibersihkan, dimassage, dilembabkan dan diambil komedonya. Hiya...sakit nggak?
Ternyata tidak juga. Ya, saya terakhir facial pas hamil anak pertama, kurang lebih enam tahun lalu. Dulu iya sakit. Sekarang sudah pakai teknologi yang menyamankan. Sebelum dipenceti, komedo dihisap dulu pakai semacam alat vacuum kecil. Nggak sakit! Setelah divacuum baru deh dipencetin. Jadi sakitnya nggak banget-banget lah.

Lampu sorot saat dipenceti.
Selesai dipenceti, saatnya dimasker. Rileks deh. Lalu selesai. Perawatannya kurang lebih selama satu jam.
Biaya facial di Safana Salon & Spa mulai dari 45.000. Potong rambut 20.000, creambath mulai dari 40.000. Diskon 10% pula. Alhamdulillaah to? Juga ada bonus perawatan sekali tiap 10 x kunjungan. Cuma bonusnya perawatan apa saya nggak tahu :-p . Yang jelas simpan struknya deh.
Nah, bagi yang pingiiin perawatan yang nyaman dan menyenangkan, boleh datang ke Safana Salon & Spa ini. Kalau pulkam ke Jogja lagi kayaknya saya bakal ke sana lagi deh. Yuk, yuk.

Comments

  1. Lho di Madiun belum ada masa? Kalau di Jogja udah banyak ya, memudahkan kita. Yang masih jarang itu salon muslimah utk rambut. Kebanyakan spa nggak punya capster rambut yg pandai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Madiun adanya N*tasha, N*vagreen dll gitu mak. Yang khusus muslimah saya belum pernah lihat. Itu pun di kotanya ya, di tempat saya (kabupaten Madiun) tambah nggak ada. Sayang deh, padahal di sini muslimahnya mayoritas. Siapa tahu deh nanti yg punya brand salon muslimah ngelirik sini. Aaamiiin.

      Delete
  2. Pangling mb lewat daerah blok o dan sekitarnya. Bentar lg mungkin seramai seturan yaaa....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pol panglingnya. Apa-apa ada. Sampe petshop pun ada.*jadi ingat zaman kejayaan iklan baris*
      Cuma sayang jalannya dah ga manpu mengatasi. Udah gitu pada nggak pake sopan santun berkendara pula.
      Bantengan, blok O, bahkan sekarang Berbah dah jadi kota. Bengong wis pokoke. Eh, jalan pleret juga rame ya sekarang?

      Delete
    2. Kanan-kiri dah penuh perumahan mb jl.pleret....penjual es selatan bok dhuwur tu dah ga ada. Tergusur pembangunan...termarginalkan proses kotanisasi....

      Delete
    3. Mie ayam depan kantor masih ga? Trus ituuu sapa...bakul nasi yang anake dibanggakke itu. Mbak Sam.

      Delete
  3. sekali2 memang perlu ya Mbak...biar lebih fresh dan kinclong...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak. Dan perasaan 'saya dah nyalon' itu ternyata juga membawa aura positif. Hehehe...

      Delete
  4. Dari kompiku foto2nya kok ngga kebuka ya mbak? Apa inetku yang lagi down ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh udah bisa mbak, kurefresh tadi hehehe. Udah lama banget nih aku ngga ke salon. Salon atau spa yang aad tempat penitipan bocah ada ngga ya hehehe

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.