Skip to main content

Blogging: Berpacu Dengan Waktu


Gambar dari http://www.dalerodgers.co.uk/category/blogging/
Duh, apaan sih, blogging: berpacu dengan waktu? He eh. Blogging itu tentang menuliskan sesuatu secara menarik, kan? Nah, supaya menarik, maka ketika ide melintas harus segera dieksekusi. Entah jadi draft, syukur-syukur jadi sebuah post sekalian. Ide kalau tidak segera direalisasikan biasanya akan hambar, ngambang dan kalau pun bisa digali lagi akan memakan waktu lama agar dapat feel-nya.
Begitu juga dengan foto.
Seringkali ide muncul saat melihat sesuatu lalu kita foto. Ada juga justru ide muncul gara-gara lihat koleksi foto di galeri ponsel. Kalau tak segera ditulis, bisa rugi. Contohnya saya.
Saya punya foto-foto yang saya pikir bakal menarik untuk diterjemahkan dalam bahasa kata-kata di blog. Tapi ... ada saja alasan untuk menunda membuat draft. Nanti deh, besok deh. Suatu ketika ide itu datang lagi, mood sedang baik. Buka ponsel, mau ngedraft, lirik galeri ... lho, kok kosong?? Fotonya ilang semua!!
Ternyata ini ulah anak-anak saya yang kelewat cerdas (aaamiiin). Anak-anak sholih itu (aaamiiin) main-main ponsel saya dan menghapus seluruh isi SD card! Astaghfirullooh ...

Gambar dari http://terinjak.com/cara-mengembalikan-file-yang-terhapus-di-android/
Terus terang saja urusan back up foto belum saya lakukan. Menyesal kan? Makanya, mumpung idenya datang, langsung saya tulis di sini. Takut kehapus lagi!

Comments

  1. Turut berduka cita atas hilangnya foto2 tsb :(

    ReplyDelete
  2. Damat...rojat.....mesakne ibu tho yooooo.......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang kesekian kalinya ... haha ... resiko, resiko.

      Delete
  3. Mantab mbk , semangat blogging dan utamanya terus berkarya
    NLP Surabaya
    good luck

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.