Skip to main content

BlogIt!: Memulai

Setelah sebulan lebih berkenalan dengan aplikasi blogging BlogIt!, baru kali ini saya berani menulis tentangnya. Baiklah, BlogIt!, kita mulai.

Pertama, buka aplikasi BlogIt! Aplikasi ini hanya bisa bekerja jika ada jaringan internet.

Setelah berhasil masuk, klik blog yang akan digunakan. Jika punya lebih dari satu blog, klik salah satu. Lalu kita akan menjumpai yang seperti ini:

Seluruh post baik draft maupun posted campur jadi satu di sini. Bedanya yang masih draft ada gambar kotak dengan tulisan draft warna biru di depan judul artikel, sedangkan yang sudah dipublikasikan tulisan pada kotaknya berwarna merah. Paling atas dari deretan post adalah tombol new untuk membuat post baru.

Taruhlah kita akan membuat artikel baru. Klik tombol new lalu muncullah area pengetikan baru dengan kolom judul, badan artikel dan label. Di bagian bawah ada deretan tombol untuk formatting dan inserting.

Tombol-tombol

Untuk keterangan tombol silakan lihat gambar sebelumnya.
Atas, dari kiri ke kanan:
Tong sampah untuk membuang artikel
Lup untuk preview artikel
Disket untuk menyimpan Panah ke kanan untuk mempublikasikan
Bawah, dari kiri ke kanan:
B untuk cetak tebal
I untuk cetak miring
U untuk garis bawah
ABC untuk mencoret teks
Gambar globe untuk menyisipkan tautan
< p > untuk mengatur paragraf
< br > untuk break
Kotak untuk menyisipkan gambar

Mengatur Paragraf

Setelah area pengetikan baru terbuka, ketikkan judul artikel, lalu berpindahlah ke area naskah. Perlu diingat, BlogIt! ini tidak otomatis megatur paragraf sendiri. Walaupun kita sudah memanfaatkan tombol enter untuk memberi jarak antarparagraf, pada kenyataanya pengaturan paragraf harus disisipkan secara manual dengan menekan tombol < p >. Dengan menekan tombol paragraf itu, jadinya akan muncul kode html seperti ini:

< p >< /p >

Nantinya teks akan diketik di antara dua pengapit itu:

< p > teks < /p >

Jadi jangan lupa untuk menekan tombol paragraf dulu sebelum mulai mengetik. Jika kelupaan, bisa juga disiasati dengan menekan tombol paragraf di awal dan akhir paragraf. Atau blok teks, lalu tekan tombol paragraf.

Selanjutnya ketiklah artikel pada bagian penulisan. Jangan lupa pula tuliskan label artikel di bawah area penulisan artikel. Jika labelnya lebih dari satu, pisahkan dengan koma. Jika sudah ada label, klik saja tanda + di kanan kolom label, lalu pilih label yang diinginkan dengan cara mengklik tanda centangnya.

Jika artikel sudah siap dipublikasikan, tekan tombol post. Jika masih perlu diedit, simpan artikel dengan menekan tombol simpan.

Bagaimana kalau dalam artikel ada gambar yang harus disisipkan? Tunggu di pembahasan selanjutnya, ya.

Comments

  1. Waahh...ini ngeblog dengan android ya mbak?
    aduuuh.... aku ga sanggup nulis banyak di hp/tablet. typo terus...

    ReplyDelete
    Replies
    1. He eh mbak. Memang banyak typo ya apalagi mata tua kayak saya, minus pula. Hehe...

      Delete
  2. Sayangnya blog it nggak ada fasilitas buat menghitung brp kata yang sudah kita tuliskan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya. Kalau aku pakai aplikasi text counter, Lis. Memang ndadak copy paste sih. Eh tapi blogger for andro itu juga nggak ada pengjitung jumlah kata juga.

      Delete
  3. Aku pernah ngeblog pake hp, ribet banget, enakan ngeblog pake lapie hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe...iya mak. Dulu pakai aplikasi apa mak?

      Delete
  4. Lumayan untuk draft saat ada ide ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ngedraft ya publish mak. Saya memang ngeblognya pake hape.

      Delete
  5. Wah.. Bisa dicobak nih, Mbak.. Selama ini ngeblog dari lappy, agak ribet mesti bawa yang berat-berat.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Alternatif selain laptop dan komputer ya.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.