Skip to main content

Curious George

Tahu kan siapa George? Si Curious George, monyet kecil yang pintar dan selalu ingin tahu. Keingintahuannya yang besar seringkali nyaris membuatnya celaka. Curiosity killed the monkey, not the cat. Hehehe...

Gambar dari http:// http://www.bukabuku.com/searches/index/query:curious%20george

Film Curious George ini menurut saya bagus, lucu dan cukup mendidik. Anak-anak saya yang keduanya lelaki, agak mirip si George ini. Ingin tahu dan suka usil mencoba segala hal, terutama hal yang dilarang oleh ibu mereka, hehehe...

Terutama anak sulung saya (5,5 tahun). Yang namanya mainan, selalu tak berumur panjang. Ada yang cuma berumur beberapa jam saja. Mainan favoritnya sekarang adalah yang bertenaga baterai. Mobil-mobilan, kipas angin dan sejenisnya. Mainan-mainan itu biasanya berakhir saat dijadikan barang percobaan oleh anak saya. Terima bongkar, tidak terima pasang. Komponennya diulik sampai habis. Setelah itu dijadikan mainan yang lain lagi. Koleksi mainannya sebagian besar terdiri dari prethelan mainan.

Anak sulung saya ini juga punya kesukaan istimewa. Dia senang sekali menggambar mesin. Kali ini yang sedang diminati adalah mesin AC. Ya AC rumah, ya AC mobil. Pokoknya AC. Bahkan dia juga mencari sendiri di youtube video tentang AC mobil dengan mengetikkan kata kunci: videoac (tanpa spasi).

Sekarang anak saya ini sedang belajar di bangku TK. Sudah mulai saya kenalkan dengan yang namanya membaca. Walaupun masih mood-moodan, tapi sudah mulai bisa sedikit-sedikit. Bacaan yang disukainya pun tentang mesin. Berhubung di rumah baru punya buku cerita bertema binatang, saya ingin sekali membelikan dia buku tentang mesin-mesin, peralatan dan sejenisnya. Lirik punya lirik, sepertinya ada yang pas: buku Curious George bertema mobil pemadam kebakaran. Hmmm...cocok juga kan, masih ada bau mesinnya. Tapi sayang dong kalau cuma satu buku. Buku Curious George yang lain boleh juga. Jadi, adiknya bisa ikut menikmati (meski selera mereka juga mirip).

Di toko buku online banyak tuh yang jual. Rasanya perlu dikomunikasikan sama suami, nih. Siapa tahu suami bikin kejutan belikan buku-buku itu, hehehe... Tinggal pesan, bayar, buku sampai dalam 24 jam. Kan, ada jasa pengiriman yang asyik. Tinggal nunggu petugas datang mengetuk pintu pagar saja. Hehehe...

Semoga harapan ini terkabulkan. Untuk anak, apa sih yang enggak? Selama masih bisa, ora ana ya dianak-anakke. :-)

Comments

  1. Damar n io dah pinter berperan a la tekhnisi ya......siapa dulu donk bapaknya:-) tinggal difasilitasi aja mbak. Ok, semoga pak petugas prngirim barangnya cepat datang ya...

    ReplyDelete
  2. aamiin....semoga harapannya terkabulkan :) salam kenal dari Balikpapan Mak :)

    ReplyDelete
  3. sulis: bapaknya dapet jempol deh...hahaha...aaamiiin.

    mak Irai: salam kenal kembali mak.

    ReplyDelete
  4. Terima kasih atas partisipasinya, Mak. Wuih keren dan pintar ya si sulung. Udah punya passion dan minatnya sendiri. Sehat-sehat pintar-pintar ya nak. Semoga cepat dapat buku edukatif dan fun nya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mami Ubii. Semoga Ubii juga ya.

      Delete
    2. Arya, anak saya, juga suka film ini. Tapi karena tayangnya siang, kadang jadi ganggu jadwal tidurnya. Hehe..

      Delete
    3. Dicarikan videonya aja kali mak. Memang jam segitu jam bobok siang ya.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.