Skip to main content

Cara Menyisipkan 'Baca Selengkapnya' pada Aplikasi Blogger for Android

Mempublikasikan tulisan di blog bagi setiap blogger tentu merupakan kesenangan tersendiri. Kadangkala tulisan dibuat pendek, kadang pula panjang. Memajang tulisan panjang di halaman depan blog tentu kurang asyik, kurang cantik dan kurang menarik. Lalu bagaimana caranya agar tulisan yang tampil di halaman depan sebagian saja? Sisipkan link 'Baca Selengkapnya' (read more) tentu solusinya. Berikut cara menyisipkan 'Baca Selengkapnya' pada Aplikasi Blogger for Android:

  • Pertama, buka aplikasinya, pilih satu tulisan, atau tulis sebuah artikel. Cara menulis dengan Aplikasi Blogger for Android dapat dibaca di sini
  • .

  • Kedua, pasang gambar atau foto pada artikel, lalu simpan. Cara menyisipkan gambar juga ada pada tautan tadi. Mengapa harus ada gambar? Sebab tanpa ada gambar tampilan tulisan tidak bisa tampil dalam format html. Tanpa format html, kode 'Baca Selengkapnya' tak bisa berfungsi dan tetap akan tampil dalam format kode html. Jika ini yang terjadi, edit dan perbaiki hingga kodenya betul.

    Ingatlah untuk menyisipkan kode html setelah menyisipkan gambar dan menyimpannya!

  • Ketiga, klik lokasi teks yang akan dipotong, lalu sisipkan kodenya, yaitu <a name='more'></a> atau <!--more-->
  • Kode html-nya

  • Keempat, simpan kembali, lalu klik publish.
  • Selesai

    Tampilan di halaman depan

    Demikian cara menyisipkan 'Baca Selengkapnya' pada Aplikasi Blogger for Android. Semoga bermanfaat.

    Comments

    Post a Comment

    Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

    Popular posts from this blog

    Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

    Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


    “Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

    “Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

    Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

    Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

    “Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

    Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

    Mengurus Lapor Jual Kendaraan

    Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

    Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

    Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

    Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

    Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

    Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

    Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

    Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

    Baca jug…