Skip to main content

From New Yorkarto to New York

Pagi hari selalu penuh kejutan. Saat hari dimulai, dimulai pula cerita baru. Persis seperti yang dikehendaki Alloh, siang untuk bekerja, malam untuk beristirahat. Pun pagi ini. Tiba-tiba sebuah pesan singkat dari ibu saya datang dan menggetarkan perasaan.
Begini bunyinya:
"Diah aku trobsesi ke Amerika je
anakku yg blm ngjak plesir mung kowe gmn klo k Amerika mumpung ak ish sht tp jgn omahe rika lho ha ha ha ngyawara tp sp ngrti mlaikt mngamini."

Terjemahannya begini:
"Diah, aku terobsesi ke Amerika. Anakku yang belum ngajak aku pelesir tinggal kamu. Gimana kalau ke Amerika, mumpung aku masih sehat. Tapi jangan omahe rika lho. Hahaha. Mengkhayal, tapi siapa tahu malaikat mengamini."

Susunan huruf-huruf yang dibatasi kuota itu tak mampu mengungkung perasaan saya untuk mengembara. Sungguh, baru kali ini ibu saya meminta sesuatu dari saya yang bersifat kebendaan. Biasanya Ibu cuma minta pendapat, saran atau doa.

Ada apa dengan saya? Hingga detik ini saya belum pernah sekalipun mengajak orang tua saya 'bersenang-senang'. Kakak perempuan saya sudah menyenangkan hati Bapak dan Ibu dengan keberangkatannya ke tanah suci beberapa tahun lalu, yang berarti punya sesuatu untuk diceritakan. Ditambah lagi sekarang kakak saya itu bermukim di Palu, Sulawesi Tengah, dan Ibu pun pernah diundang ke sana.

Adik laki-laki saya sekarang tinggal di Palembang, Sumatera Selatan. Bapak dan Ibu pun sudah menikmati pergi jalan-jalan ke sana.

Saya? Saya hanya sempat tinggal di pinggiran ibukota yang tak asing bagi Ibu. Dan kini saya tinggal di Madiun yang hanya berjarak tempuh 2,5 jam dengan kereta api dari Jogja, tempat Ibu tinggal. Jadi, saya belum dihitung pernah mengajak Ibu jalan-jalan.

Lalu, kalau akan mengajak Ibu jalan-jalan, ke mana? Sudah jelas: Amerika Serikat! Saat saya bertanya ke Amerika bagian mananya, Ibu menjawab "Tidak tahu". Sama. Saya pun tidak tahu mau ke mana kalau berkesempatan pergi ke Amerika.

Baiklah, saya pun mengkhayal dan mengkhayal. Maka, mungkin paling tepat jika saya dan Ibu berjalan-jalan ke New York saja. Yah, from New Yorkarto to New York lah!

Berhubung Ibu sangat suka sholat di masjid setempat, maka ke sinilah kami akan singgah untuk sholat.
Masjid Al-Hikmah, NY
Dan ke sini pula tentunya. Ikon Amerika
Dan berjalan-jalan menikmati Hudson River Park
Menginap dua malam di HI NY

Semoga saja keinginan Ibu untuk berjalan-jalan ke Amerika Serikat bersama saya segera dikabulkan Alloh SWT. Mohon doakan kami juga, ya.

My beloved Mom & Niece

Tulisan yang mengandung doa dan harapan ini dibuat dalam rangka Giveaway "MyDreamyVacation".

Comments

  1. amiiiin mbaaa...teriring doa juga agar dikabulkan yang kuasa....makasih sudah ikutan GAku yaaa....sudah tercatat dan salam buat mamanya :)..

    ReplyDelete
  2. makasih mbaaak...sy paling senang kl dikunjungi empunya gawe.

    ReplyDelete
  3. semoga doa dan harapan ibunda pergi ke amerika diijabah ALLAH SWT,,,,,aamiinnn...
    selamat berlomba...semoga menjadi yang terbaik......
    keep happy blogging always.....salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
  4. aaaaamiiiiin. terima kasih Bang. salam kmbali dr madiun.

    ReplyDelete
  5. new york memang selalu mengesankan ya, mak.. semoga kita bisa kesana bareng, hehe..

    ReplyDelete
  6. katanya begitu mbak...hehe...belum pernah jadi cm mengira2 aja. aaaaamiiiiin. semoga kt bs piknik gratisan ke NY.

    ReplyDelete
  7. Ammiiiinn.. smeoga tercapai keinginannya sampe NY ya mak. terima kasih udah ikutan GA ini ;)

    ReplyDelete
  8. semoga keinginan ibu berwisata ke Amerika terkabulkan.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.