Skip to main content

Pengurus RT Dilarang Jadi Presiden!

2014, tahun istimewa bagi Indonesia. Di tahun ini digelar pesta demokrasi terbesar, yakni Pemilu untuk memilih anggota dewan legislatif dan presiden. Pemilihan anggota dewan legislatif yang terdiri dari DPR, DPRD dan DPD bagi saya tidak menarik. Saya lebih tertarik dengan pemilihan presiden. Presiden seperti apakah yang saya dambakan?

Bagi saya seorang Presiden Republik Indonesia haruslah seseorang yang suci dari cacat hukum.
Harus! Tidak terbayang bagaimana jadinya jika presiden dilantik di rumah tahanan atau di penjara. Kira-kira di mana tamu negara harus duduk kalau begitu? Atau haruskah para tamu menyaksikan pelantikan presiden melalui telekonferensi? Malu dong!


Seseorang yang bergelar Presiden Republik Indonesia haruslah bukan seorang pengurus RT atau arisan atau klub atau apapun. Tidak terbayang kalau sang presiden juga 'nyambi' jadi pengurus RT. Saat ada bencana di suatu wilayah yang membutuhkan perhatiannya, beliau malah sibuk jadi panitia 'Merti RT' dengan alasan "Lha, kan saya juga pengurus RT? Boleh aja dong ngurus RT dulu."

Pengurus RT dilarang jadi presiden! Titik.

Kemudian, apa boleh seorang Srikandi Piningit menjadi Presiden Republik Indonesia? Wah, isu yang hangat nih. Saya pribadi  tidak setuju. Jika saya dicapreskan, kerepotan saya makin menjadi-jadi. Kasihan anak-anak dan suami saya. Lagipula saya punya masalah dengan acara bepergian jarak jauh melalui jalan darat meski dengan mobil tercanggih dan jalanan yang disterilkan. Dan saya juga tidak suka dengan acara menginap, apalagi di hotel mewah. Dan saya juga suka curhat di dunia maya. Jadi, jangan capreskan saya. Eh... memangnya siapa yang mau nyapresin situ?
Sekian.


Comments

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Giveaway 2 Hari
    Salam hangat dari surabaya

    ReplyDelete
  2. he he,,klo rangkap jabatan mang agak repot ya mba,,sapa dl yg hrs didahulukan klo trjadi ssuatu,,ttg srikandi,,sbaiknya yg profesional dn berkomitmen untk negara ini,,

    ReplyDelete
  3. mak tita. hiyaa... yg profesional di bidangnya deh. pdhl bidang krja presuden itu luassss

    ReplyDelete
  4. mak susindra: hasil diskusi dg suami mak. hehe..

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.