Takut Karena Saya Perempuan

Berita beberapa hari terakhir di media daring sempat membuat nyali saya ciut sebagai manusia, khususnya sebagai perempuan. Ada perasaan takut yang mendadak muncul menyergap karena saya perempuan.

Berita pertama adalah kasus pemusakaan paksa terhadap seorang gadis belasan tahun oleh belasan laki-laki di sebuah tempat di Sumatera. Ah, saya sungguh takut bahkan untuk mengucapkan atau menuliskan perlakuan itu. Ngeri. Ngilu. Sedih.

Pedih. Sangat.

Dipusakai secara paksa saja tidak terbayang sakitnya, apalagi ini oleh belasan bedebah. Innalillaahi. Bencana kemanusiaan yang sangat besar adalah ketika manusia memakan manusia lain.

Dipaksa, diinjak kehormatannya, dinistai.

Bukan hanya fisik yang sakit tak terkira tapi yang lebih dalam lagi sakit dalam jiwa. Manusia atau bukan itu para bedebah berbadan laki-laki itu.

Sedihnya lagi, saat kasus ini menjadi besar, sebuah komnas yang seharusnya mengayomi si gadis malang tadi malah mengeluarkan pernyataan yang mengenaskan.

Gambar dari twitter @deaSB

Hei, bedebah pemaksa! Sungguh kudoakan kalian mendapat balasan setimpal dari Sang Maha Mengadili. Biar Dia yang memilihkan hukuman yang tepat untuk kalian, wahai para penghancur!

Belum cukup di situ. Kemanusiaan kembali dilukai oleh kasus pemaksaan dan pengarakan dua sejoli yang dituduh berzina badan oleh sekelompok (yang sepertinya) manusia (konon mengaku sebagai laki-laki) di sebuah tempat di Banten.

Bergetar ngeri saya membaca kisah itu di linimasa seorang teman. Ada kejadian senista itu di zaman modern ini? Saat saya mencari beritanya di media daring...oh, menangis hati saya membayangkan posisi si gadis yang dipaksa mengaku berzina badan dan dipaksa menanggalkan yang dikenakannya lalu diarak beramai-ramai. Innalillaahi.

Tindakan macam apa ini? Mempusakai secara paksa lagi??

Hei, bedebah! Mau kalian diperlakukan seperti itu? Dilucuti secara paksa dan dipertontonkan sepanjang jalan?

Bedebah-bedebah ini juga saya doakan dapat balasan setimpal langsung dari-Nya Yang Maha Tahu model hukuman apa yang paling cocok untuk manusia-manusia bejat itu.

Aaamiiin, aaamiiin, aaamiiin.

Hei, bedebah! Kurang kejikah perlakuan para bedebah terdahulu kepada perempuan sampai-sampai kalian merasa perlu membuat kekejian yang lebih keji lagi?

Comments

  1. iya sanagt mengerikan ya, kadang juga suka takut lihat anak perempuan kalau kuliah pulang malam, suka wanti2 jaga diri

    ReplyDelete
  2. Ngeri banget ya mb sekarang,kadang aku kalo baca ato nonton berita aya gitu miris rasanya. Sedih banget

    ReplyDelete
  3. Saya merasa sakit hati sekali waktu tau 2 berita ini. Laki2 seharusnya melindungi wanita, bukan malah diperlakukan dengan hina. Jijik banget sama laki2 yang gak menghargai wanita sama sekali.

    ReplyDelete
  4. Saya juga sering ngeri dan geram kalau mengikuti berita semacam ini mbak. Kadang sering khawatir juga, karena saya juga punya anak perempuan

    ReplyDelete
  5. Itu seriusan? Ya Allah, kok jahat banget. Kalau suka sama suka nggak mungkin lah kaya gitu. :(

    ReplyDelete
  6. Ngeri si mba..

    Tapi grisi juga klo liat perempuan yang diruang publik tapi pakaiannya perkosa able..

    Nggak sepenuhnya salah laki2 menurutku. Kucing, sengaja digoda pke bandeng. Rata-rata akan mendekat.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts