Buku yang Paling Ingin Kubaca Tahun Ini



"Kalau anakku yang besar, biasanya kalau dia ngeyel pas dinasihati, aku biarkan aja dia melakukan yang dia inginkan. Kutantang, gitu. Biasanya kalau digituin malah dia mundur dan nurut," tutur saya kepada kakak perempuan saya pas curhat soal anak masing-masing.

"Kalau anakku yang laki-laki nggak bisa digituin. Dia anaknya keras," kata kakak saya.

"Mirip sama anakku yang nomor dua. Keras juga," jawab saya.

"Nanti kalau sudah remaja, ngeyelnya sampe bisa bikin kita nangis lho," kata kakak saya.

Ah...begitulah curhatan para ibu mengenai anak masing-masing. Setiap anak punya watak berbeda, maka cara pendekatannya pun mesti berbeda. Cara yang saya pakai untuk anak sulung saya itu dalam ilmu parenting disebut dengan reverse psychology. Jadi, penyampaian pesannya dengan cara dibalik. Ketika anak kepingin melakukan sesuatu yang melanggar aturan dan ngotot dengan keinginannya itu, maka persilakan saja si anak melakukannya. Biasanya malah anak akan merasakan keganjilan sikap orang tua yang membolehkannya dan menyadari bahwa pendapatnya itu keliru. Setelah itu, biasanya anak batal melakukan kehendaknya tadi.

Anak saya dua, laki-laki semua. Dan insya Alloh akan bertambah satu lagi bulan Juni depan dan diperkirakan akan berwujud anak laki-laki lagi. Punya dua anak laki-laki saja sudah membuat saya harus banyak belajar, apalagi tiga dan dengan rentang usia yang cukup jauh nantinya.

Baca juga: Ah, Manisnya Punya Anak Laki-Laki

Rasanya saya perlu suntikan ilmu lagi. Selama ini saya mengandalkan membaca buku-buku dan artikel parenting, serta banyak berguru kepada para senior saya alias para ibu yang dikaruniai anak laki-laki. Karakter anak laki-laki yang berbeda dengan anak perempuan tentunya butuh penyelaman yang lebih dalam lagi, sedangkan saya yang terlahir sebagai perempuan hanya mengenal sosok laki-laki itu dari bapak dan adik saya. Saya tidak tahu bagaimana cara terbaik membesarkan anak laki-laki.


Ada satu buku yang saya incar untuk saya baca tahun ini: Mendidik Anak Laki-Laki.

Buku yang sangat spesifik menurut saya, sebab bahasannya khusus anak laki-laki. Bulan lalu sudah bertekad beli buku ini via daring, tapi apa daya ada hal lain yang harus saya dahulukan. Ya, maklum, persiapan punya bayi lagi.


Saya sendiri lebih suka membaca buku dalam bentuk cetak daripada buku elektronik. Alasannya karena mata saya cepat lelah kalau membaca, apalagi buku elektronik. Usia memang tidak bisa berbohong deh. Dulu pas masih agak mudaan, saya suka baca buku elektronik yang diunduhkan oleh suami saya. Baca novelnya Dan Brown, baca buku psikologi dan macam-macam. Tapi ya itu, setelah makin tua, makin nggak kuat mata ini dijereng-jereng menelisik susunan huruf di layar laptop.

Baca juga: Saya Pilih Beli Buku Bekas

Selain buku Mendidik Anak Laki-Laki tadi, ada juga satu buku yang ingin saya baca, yang dipajang Mbak Ika di blognya dalam rangka hajatan giveaway ini, yaitu buku A 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared. Judulnya saja sudah bikin penasaran, apa sih yang mau dilakukan oleh si kakek Alan jompo ini? Makin penasaran setelah baca resensinya dan ada nama Bali disebut-sebut di dalamnya.

Nah, teman-teman, buku apa yang paling ingin dibaca tahun ini? Boleh dong bagi ceritanya di kolom komentar. Yuk, yuk!

Comments

  1. Aku pengen baca novel aja mb..sisan nggo hiburan soale😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu yang 100 year old man novel juga lis. baca reviewnya kok tertarik aku.

      Delete
  2. kalo saya pengen baca bukunya Andrea Hirata yang judulnya Ayah Mbaa :)

    ReplyDelete
  3. Makasih ya mba Damarojat udah ikuta GA di blog saya ;)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts