Ketika Usia Membawa Perubahan

Saya sudah hidup selama hampir 40 tahun di dunia ini. Pasang-surut gelombang kehidupan sebagian sudah saya tempuh. Ada yang berhasil baik, ada juga yang kurang. Ada yang saya syukuri, ada juga yang saya sesali. Dunia berubah, maka saya pun mengalami hal serupa. Setidaknya umur saya makin membesar angkanya. Secara fisik juga tentu banyak berubah. Saya yang dulu hanya dipanggil 'mbak' sekarang juga dipanggil 'bu'. Itulah usia, membawa perubahan.

Baca juga: Menua dengan Senang dan Tenang

Lalu saya amati sekeliling saya. Teman-teman saya yang juga menua seperti saya ada yang mengalami perubahan besar dalam hidup mereka. Bukan melulu pada soal penampilan, jumlah anggota keluarga ataupun jenjang karir mereka, namun lebih pada yang terjadi 'di dalam' diri mereka.

Usia Membawa Perubahan Cara Berpikir

usia-membawa-perubahan

Matang ~ Pixabay

Sebagian teman yang saya kenal sejak kecil mengalami perubahan tak terduga. Saya saja sempat terkejut menyadari perubahan yang terjadi. Latar belakang penyebabnya tentu beragam, namun berdasar pengetahuan saya ada dua penyebab seseorang mengubah cara berpikirnya.

Peristiwa Besar

Peristiwa besar di sini bisa berupa peristiwa menyenangkan ataupun menyedihkan/menyakitkan. Sebut saja misalnya dikecewakan. Seorang teman saya pindah keyakinan akibat dibuat kecewa oleh pasangan hidupnya.

Pergulatan batin yang dideritanya mengantarkan dirinya pada pelabuhan lain yang bersedia menerima dirinya apa adanya. Sejak itulah dia mengubah jalan hidupnya. Sebuah perubahan yang sangat besar sekali, bukan? Dan hal itu terjadi di usia yang tidak terlalu muda lagi: 35+.

Seorang teman yang lain mengalami peristiwa besar menyenangkan dalam hidupnya. Cita-citanya sebagian besar terlaksana hingga dia membuka diri untuk lebih mendekat kepada-Nya. Quote-quote-nya di media sosial begitu relijius. Bahkan dia pun aktif dalam kegiatan yang positif. Saya pun terpana melihat dirinya yang sekarang. Tidak pernah saya mengira dia akan menjadi dirinya yang sekarang. Ah, saya terlalu dini menghakiminya.

Pergaulan

Perubahan cara berpikir juga bisa terjadi akibat pergaulan. Lepas dari dunia anak-anak, masuk ke dunia dewasa muda, lalu menjelang usia matang, seseorang akan memiliki pengalaman bergaul dengan banyak jenis individu. Dari sanalah tukar-menukar ide dan idealisme terjadi.

Persentuhan dengan cara pandang baru, pergesekan dengan pandangan yang tak sesudut bisa menimbulkan rasa penasaran. Keinginan mencari tahu siapa yang tepat dan siapa yang kurang tepat seringkali mengantar seseorang mencari sumber informasi yang dibutuhkan. Bisa jadi infornasi yang sepaham maupun yang berseberangan paham.

Dari sanalah pribadi yang telah tercelup pengalaman hidup bisa menemukan jalannya. Tercerahkan. Atau terbutakan.

Saya melihat sendiri generasi sayalah yang dulu berkoar-koar antikorupsi kini menghuni bilik penjara gara-gara terbukti korup. Perubahan macam apa yang pernah menerpa mereka? Hanya Alloh dan mereka yang tahu.

Usia Membawa Perubahan Ke Arah Positif

usia-membawa-perubahan

Jalan Hidup ~ Pixabay

Perubahan ke arah positif. Ya. Itu dambaan tiap insan. Menjadi positif, menurut pandangan saya, setidaknya tercermin dari topik pembicaraannya, cara menanggapi masalah, cara menjaga kehormatan.

Topik Pembicaraan

Makin berumur makin tak asyik. Benarkah? Mungkin paradigma yang dilekatkan kepada manusia berusia matang adalah seperti itu. Cerewet, bawel, suka menggurui dan label negatif sejenisnya. Mungkin pandangan ini disampaikan oleh orang-orang yang lebih muda. Bagi rekan sebaya, tentu tidak. Sama saja baik orang muda maupun para senior mereka, selalu ada keseruan yang bisa timbul saat berbincang bersama. Topik yang satu selera, objek bahasan yang sama menjadi pengikat kebersamaan.

Namun tentu saja usia membawa perubahan pada topik yang dibicarakan. Makin berisi makin merunduk. Begitulah ibarat padi. Makin senior, makin membumilah topik pembicaraan mereka. Hal yang riil dan mendesak, hal yang prinsipil, idealis-realistis, begitulah kira-kira topik percakapan yang dipilih.

Apakah itu otomatis terjadi? Sejauh yang saya amati, ya. Usia telah memperlihatkan banyak hal dalam hidup seorang senior. Namun tidak semua senior mampu mencapai level perubahan positif berikutnya: cara menyelesaikan masalah.

Cara Menanggapi Masalah

Seorang senior yang memahami keseniorannya akan dengan mudah membaca situasi yang dihadapi, baik itu peristiwa baik ataupun buruk. Seseorang dengan usia mapan cenderung menghindari konflik dengan tetap berpegang pada idealismenya.

Sebagai contoh, dia akan dengan penuh perhitungan mengungkapkan pendapatnya yang berseberangan dengan pandangan mayoritas, dengan tetap mengedepankan etika. Pilihan kata, bahasa tubuh disesuaikan dengan kondisi. Seseorang yang pada usia mapan tahu betul ruginya berkonflik terbuka. Ia cenderung mencari jalan halus agar tidak menimbulkan kegemparan. Seringkali, usaha ini menghabiskan simpanan kesabarannya. Namun, hanya individu yang bisa melewati tahap ini saja yang bisa sampai pada level selanjutnya: menjaga kehormatan.

Menjaga Kehormatan

Kehormatan yang dijaga bukan hanya kehormatan diri sendiri, tapi juga orang lain di sekelilingnya. Menjaga kehormatan artinya tidak melakukan sesuatu yang membuat seseorang menjadi hina.

Merelakan para penyeberang jalan menyeberang adalah contoh menjaga kehormatan. Sebaliknya, berbicara dengan nada menggurui kepada para yunior adalah tindakan menghancurkan kehormatan. Sudah jadi rahasia umum, setiap perbuatan terhormat akan menghasilkan rasa hormat dari pihak lain.

#

Fiuhhh...bahasan yang agak membuat dahi berkernyit, ya? Tak apa. Sekali waktu membongkar sedimen pemikiran baik juga. Sekaligus melatih melihat diri sendiri, apakah usia membawa perubahan diri ke arah positif? Ada yang mau menambahkan? Boleh bertukar pendapat di kolom komentar atau japri saya via email: diah.d.arti@gmail.com

Comments

  1. Hallo mba Diah. Alhamdulillah aku baik. Hehe mba Diah apa kabar? Waah akupun sudah lama tidak main ke rumah maya mba Diah :)

    Artikel ini, pembahasan di dalamnya. Aku setuju semua mba. Usia memang membawa perubahan bagi beberapa orang. Ya, adakalanya tidak semua manusia ketika usia bertambah, lantas kepribadiannya pun berubah. Itu yang aku lihat dari lingkungan tempat tinggal khususnya kerabat.

    Khusus yang aku alami sendiri, cara berpikir memang berubah kearah yang lebih positif seiring pertambahan usia, ditunjang oleh peristiwa besar di belakangnya. Meskipun peristiwanya menyakitkan sih. Tapi ada hikmah dibaliknya dan aku lebih terbiasa dengan masalah dan pemecahan masalah yang beragam. Pergaulan juga memang berpengaruh cukup besar. Mungkin karena setahun belakangan ini gaulnya dengan para bloger (meskipun di dunia maya) energi positifnya jadi terasa juga.

    Oh ya, aku senang dengan topik pembicaraan orang yang lebih dewasa. Selalu ada pembelajarannya.

    Waah aku malah curhat di sini hehehe *maafkan. Boleh di share kah artikelnya mba? Soalnya jempol nih, nampol juga :) (y)

    ReplyDelete
  2. semoga makin bertambah usia semakin bijak ya mba :)

    ReplyDelete
  3. Tema yang lmyan berat. Ibarat mbaca koran, habis mbaca koran kriminal..trus mbaca kompas ☺☺.iyo, usia mmg mengubah banyak hal. Dari yang awalnya idealis...pindah jalur kompromistis.
    He..he, itu kalau aku.

    ReplyDelete
  4. Mbak Gilang: iya, Mbak. teman-teman sekarang kebanyakan blogger. memang aura positifnya terasa, terutama soal menghargai karya.

    dishare? boleh bangettt. makasiiih...

    Mbak Kania: aaamiiin. semoga jadi orang yang bermanfaat.

    Sulis: kompromis ga selalu jelek kok. kadang perlu strategi untuk mencapai sesuatu dan strategi itu kuncinya ada di informasi dan kesabaran.

    ReplyDelete
  5. Baca ini jadi mikir, seberapa banyak aku berubah ke arah yg baik? Hemm..

    ReplyDelete
  6. Semakin bertambah umur emang harusnya lbh menuju ke arah yg baik mba, tapi banyak juga yg tua-tua keladi, dan ngga sadar kl sisa usia untuk melakukan kebaikan semakin sedikit...

    ReplyDelete
  7. Cukup arif dalam mengeksplore baik sisi positif maupun sisi lain yang kelam namun menguatkan jiwa.

    ReplyDelete
  8. Mbak Diah kalau boleh menambahkan.. Bukan usia yang membawa perubahan tetapi usia dari pengalaman hidup itu sendiri, karena nyatanya tidak semua orang diberikan kenikmatan "pengalaman hidup" yang mengharuskan seseorang berpikir dewasa. CMIIW.

    ReplyDelete
  9. Mbak Vhoy: insya Alloh lebih baik, Mbak

    Mbak Sandra: semoga kita bukan yang termasuk tua-tua keladi ya.

    Mbak Intan: makasih, Mbak.

    Mbak Rani: makasih masukannya, Mbak. barangkali itu tercakup dalam Peristiwa Besar.

    ReplyDelete
  10. aku setuju dengan pemikiranmu mba.. usia bertambah idealnya diikuti dengan diri yang makin bijak :)

    ReplyDelete
  11. barakallah ya mba dengan kabar bahagianya <-- komen OOT

    ReplyDelete
  12. Kadang usia tidak berbanding lurus dengan kedewasaan, tapi "Peristiwa Besar" bisa mengubah cara berpikir bahkan karakter seseorang. Semangat Mba..semoga semakin hari hidup kita semakin baik. Aamiin..

    ReplyDelete
  13. Thank for sharing mbaaak. .
    Semakin tambah umur, semakin banyak pelajaran hidup yg diterima. Cara pandang trhdp sesuatu pun jd lebih dewasa dan bijaksana 😁
    Salam kenaal mbak, saya dr kab. Madiun juga. Lebih tpatnya dr caruban. Hehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts