Keguguran Saat Hamil Muda (Bagian 3)

"Boleh lihat nggak, Yah?" tanya saya kepada suami.
"Kalau kuat, nggak papa."
"Insya Alloh kuat," jawab saya mantap sambil memegang wadah kecil bertutup seukuran mangkuk bayi itu. Bismillah, baru mau saya buka tiba-tiba duo krucil merubung saya.
"Apa itu, Bu? Apa itu, Bu?"
Suami mencegah saya membukanya.
"Jangan. Takutnya anak-anak yang nggak siap."

Itulah dialog antara saya dengan suami perihal anak ketiga kami yang batal kami timang. Saya juga batal melihat wujud calon bayi saya. Kata suami saya, wujudnya seperti kuning telur dikelilingi jaringan warna merah hati. Ada titik di tengah 'kuning telur' itu. Ukurannya mungkin baru sebesar uang koin lima ratus rupiah. Mungkin juga lebih kecil lagi. Bayangan saya, wujudnya seperti ini:

Dia sudah dikuburkan di bawah pohon kenanga di rumah mendiang nenek-kakeknya.

Seusai operasi kuret, sore harinya ketika keadaan saya dinilai cukup baik, saya diizinkan pulang. Alhamdulilllaah, sekitar pukul 16.30 saya sudah didorong oleh perawat dengan kursi roda menuju mobil. Home sweet home. Duo krucil terlihat senang.

Kondisi Pasca Kuret

Sepulang dari rumah sakit, saya diberi tiga macam obat. Asam mefenamat untuk mengurangi nyeri, Bledstop untuk mengeluarkan darah dan Ferospat effervescent untuk menambah zat besi.

Saya sendiri diketahui ber-Hb rendah pada tes darah. Hb saya ada di angka 10,4 padahal angka normal Hb untuk perempuan adalah 11,5 - 16,09.

Bayangan saya, pasca kuret akan terasa nyeri. Ternyata tidak. Sama sekali tidak nyeri. Darah nifasnya pun tidak banyak, biasa saja seperti haid yang tidak terlalu deras. Warnanya juga mirip darah haid dan ada lendirnya juga. Lamanya nifas bervariasi. Saya mengalami nifas sekitar 15 hari.

Keluhan saya pasca operasi adalah leher terasa sakit saat menelan. Tapi keadaan ini hanya berlangsung enam hari saja. Di hari ketujuh, leher saya kembali biasa. Alhamdulillaah.

Keluhan lainnya yang timbul adalah rasa lesu. Bawaan psikologis barangkali, ya. Walaupun calon bayinya belum terlihat seperti bayi, tapi perasaan kehilangan itu ada. Selama sepuluh hari saya merasakan muramnya dunia. Sempat di hari kedua saya merasa sangat segar, tapi di hari ketiga lesu kembali. Bahkan saat check-up ke dokter satu pekan setelah operasi, saya masih dalam keadaan banyak bengongnya.

Pantangan Pasca Kuret

Sebetulnya nyaris tak ada pantangan. Malahan saya disuruh makan apa saja supaya lekas membaik. Yang dilarang cuma capek. Jangan terlalu capek. Kalau terasa capek, istirahat. Walhasil saya lebih banyak tiduran daripada beberes rumah. Dan beberapa teman menyarankan saya untuk tidak angkat barang dulu. Ya, saya turuti sedikit-sedikit.

Namun, untuk urusan ranjang ada sedikit nasihat dari dokter. Selepas kuret, disarankan untuk tidak segera hamil lagi. Biarkan siklus menstruasi berjalan normal selama dua siklus. Setelah itu baru boleh menjalani program hamil lagi. Untuk itu, selama menunggu dua siklus normal menstruasi, dokter menyarankan agar hubungan suami istri dilaksanakan dengan kondom atau metode pencegah kehamilan yang lain.

Ini saran untuk yang mengalami keguguran satu kali, ya. Kalau untuk keguguran berulang bisa dikonsultasikan dengan dokter.

Apa Penyebabnya?

Sungguh, untuk membahas yang ini saya merasa berat karena ada beban mental yang saya rasakan. Setiap ditanya, saya biasanya cuma diam lalu menjawab bahwa anak ini belum jadi rezeki kami di dunia. Banyak yang mendoakan kesabaran dan kebaikan. Terima kasih atas doanya. Semoga Alloh membalas dengan kebaikan. Aaamiiin.

Namun, bolehlah saya mengungkapkan penyebab yang saya curigai, yakni kelelahan. Saya tetap naik sepeda motor, saya berjalan ke sana-ke mari, saya mengangkat ini-itu saat beberes rumah. Ya, semua itu hanya prasangka saya. Yang mana penyebab sesungguhnya, hanya Alloh yang tahu. Hanya saja, pesan saya bagi ibu yang sedang hamil muda bahkan sangat muda, hindari dulu berlelah-lelah. Izinkan diri untuk lebih banyak beristirahat. Sebab saya merasakan di awal kehamilan itu sering mengantuk dan napas cepat pendek. Ikuti naluri keibuan. Jaga kondisi dan asupan makanan.

Setelah Ini...

Setelah ini apa? Mau punya bayi lagi? Entahlah. Saya belum tahu. Ingin tapi takut. Biarlah Alloh memutuskan yang terbaik untuk saya. Diamanahi dua anak, alhamdulillaah. Dianugerahi lebih dari dua, alhamdulillaah.

--Selesai--

Kisah sebelumnya:
Keguguran Saat Hamil Muda (Bag 1)
Keguguran Saat Hamil Muda (Bag 2)

Comments

  1. wah pastinya berat rasanya ya mbak, aku ingat adikku menuggu ingin menambah anak stelah hampir dua belas tahun hamil lagi malah keguguran. lihatnya ikut sedih banget

    ReplyDelete
  2. Iya...padahal dah punya niat njagong bayi "live" @madiun... Pie jal?

    ReplyDelete
  3. Ikut sedih Mbak. Smga nanti segera diberi momongan lagi ya Mbak Diah. Yg penting sekarang sehat2 dulu dan tetpa semangat!! ^_^

    ReplyDelete
  4. Ikut sedih Mbak. Hiks.
    Mau komen jadi speechless Mbak ��, malah mata berkaca2...

    ReplyDelete
  5. Sedih sekali mbak... Semoga digantikan dengan yang lebih baik lagi..

    ReplyDelete
  6. semoga Allah memberikan kesempatan lagi dan Mbak diberikan kesehatan dan kekuatan jika memang anak ketiga adalah rejeki untuk Mbak,

    aaamiin,

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts