Hantu Dari Masa SMA

Serem nggak? Nggak. Ini bukan cerita hantu di sekolah kok, tapi hantu dari masa SMA. Kalau mau cerita hantu di SMA bisa baca kisah lama yang satu ini: Mengejar Noni. Selesai baca yang itu jangan protes, ya. Saya memang bukan pemburu hantu soalnya. Kalau dihantui, pernah. Gini ceritanya.
Catatan: ini pernah saya tulis di sebuah grup di facebook. Jadi kalau ada yang berasa pernah mbaca, yeah, it could be my story.
Siang itu saya duduk di kelas 3Bio. Dekat perpustakaan. Rasanya nggak nyaman banget. Pak Marno ada di dekat papan tulis. Saya dipanggil, disuruh mengerjakan soal matematika. Saya nggak bisa. Lalu Pak Marno berkata kira-kira begini (saya agak lupa kalimatnya), "Kamu nggak bisa lulus kalau nggak bisa kerjakan ini."
Loh? Dengan perasaan bingung saya menjawab, "Tapi, Pak. Saya sudah lulus. Malah saya ini sudah sarjana."
"Tidak bisa! Kamu harus mengulang!"
Lalu saya terbangun.
Yeee...ternyata mimpi. Pembaca kecewa. Fiksi murahan. Eh, tunggu, ini bukan fiksi.
Dalam gelisah, saya cerita ke bapak saya perihal mimpi itu dan mimpi-mimpi serupa lainnya. Iyes, dulu saya kerap disambangi mimpi beginian. Settingnya kebanyakan di SMA. Dan kebanyakan juga tokoh antagonisnya guru matematika atau fisika. Ketahuan ye mata pelajaran yang killing me softly. Kondisi saya di dalam mimpi yang tak punya posisi tawar itu sangat menyakitkan. Bagaimana mungkin saya harus mengulang lagi dan prestasi saya di jenjang berikutnya terancam dianulir? Saya ini lulus dengan jujur!
Lalu bapak saya bercerita bahwa beliau dulu juga sering begitu. Nah lho? Turunan? Bukan. Integral. *apa sih*
Kata Bapak, mimpi itu muncul karena ada bagian dari masa lalu yang ngganjel. Harus diselesaikan. Caranya? Tentu bukan dengan naik mesin waktu karena nggak ada yang bisa bikin.
"Maafkan masa lalumu," kata Bapak.
Sesederhana itu?
"Bapak dulu juga begitu. Terus Bapak berusaha memaafkan masa lalu dan mimpi seperti itu sudah tidak datang lagi."
Memaafkan masa lalu. Maksudnya memaafkan diri saya yang pernah berbuat konyol dulu. Katakanlah dulu saya pernah nggak sengaja duduk di meja komputer lalu jatuh dan menjatuhkan tumpukan kertas lalu kena marah pak guru. Waktu itu rasanya malu campur bersalah. Nggak ingin ingat itu lagi.
Tapi ternyata tidak boleh ditutupi begitu. Kesalahan yang kita tutupi makin mengendap dalam hati, makin mengganggu. Buka kisah lama memalukan itu, pandang diri kita di masa lalu itu dari sudut pandang kita saat ini. Pandang dan lihatlah si remaja belasan tahun yang pendek akalnya itu dengan mata kita sekarang. Adakah kita maklum? Semoga. Jika belum maklum, lihat anak muda di sekitar kita. Adik kita, ponakan, tetangga, anak atau cucu *eh* Lihat tingkah laku mereka. Lihat dan ucapkan dalam hati, "Yaaa...maklum, ABG." Nah, maklum, kan jadinya?
Tentu tidak semudah itu memaafkan masa lalu. Berat, susah, menyakitkan. Tapi kalau masa lalu itu mencari jalan keluar lain lewat mimpi juga saya nggak tahan. Akhirnya, ya akhirnya, saya mencoba. Saya bisikkan kata-kata semacam ini kepada diri sendiri, "It's OK. We all made mistakes. And I forgive you." Lhoh kok jadi kayak lagu di film Dibo?
Sejak itu...mimpi-mimpi itu tidak menghantui saya lagi. Bukan berarti tidak pernah datang lagi. Pernah datang lagi, tapi saya sudah siap. Tidak gelisah lagi.
Yak. Begitulah ceritanya. Agak konyol bercampur ngenes? Lucu tapi menakutkan? Apapun deh kesimpulannya, yang jelas ini nyata, bukan fiksi. Nah, kalau mau baca tulisan saya yang fiksi, boleh mampir ke hariharifiksi. *modus kardus* Di sana ada saya, dia, mereka dan...kita, mungkin?

Comments

  1. Kapan kapan pengen bikin tulisan macam kini emmmmm :)

    Salam kenal yahhhh :)

    ReplyDelete
  2. Intinya kita harus mau memaafkan masa lalu, ya.

    ReplyDelete
  3. semua punya hikmah, ada pesanyang tersirat dari kisah itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas. Pesan dari alam bawah sadar.

      Delete
  4. Kadang emang ada yang ngganjel dari masa lalu, namanya juga masih abegeh jadi kadang suka salah-salah sikap dan perbuatan ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak. Yang pernah jadi ABG pasti paham deh.

      Delete
  5. Lho saya sering juga mimpi waktu SMEA tapi dalam mimpi itu, sudah punya Alfi tapi masih sekolah.

    Ya mungkin saya harus mencoba tips dari bapaknya mbak diah ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mimpi yang super aneh ya Mbak. Bangun-bangun bingung. Apalagi kslau sering

      Delete
  6. saya percaya loh mimpi yang terulang berkaitan dengan 'ganjelan' yang masih belum terselesaikan. saya juga begitu sampai kini. Berusaha memaafkan, tapi belum bisa. semoga suatu waktu bisa selesai. TFS ya..., jadi merasa tak sendirian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga beban dari masa lalu itu terlepas satu per satu dari diri Mbak Rebellina. Aaamiiin.

      Delete
  7. saya pun demikian, beberapa kali di datangi mimpi dari masa lalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada sesuatu mungkin ya Mbak. Semoga tidak mengganggu.

      Delete
  8. kok bisa ya mimpi ttg masa lalu,
    saya belum pernah ngalamin ini, apa itu artinya saya sdh memaafkan kesalahan di masa lalu ? :D

    ReplyDelete
  9. Aku sering mimpi. Ngerjain soal matematika, dan aku bingung karena aku nggak bisa. Atau di alam mimpi aku masih kuliah..trus lupa berangkat, padahal ada jadwal. Di situ ada tmn2 kuliah juga (di mimpi itu juga heran..bukannya kita dah lulus...kok kita kuliah lagi di alam mimpi)

    Oh..jadi gitu ya. Karena ada sesuatu yang aku sesali berkaitan dengan masa lalu..

    Seandainya aku lebih mau bljr matematika,pasti....
    Seandainya kuliahku aku lebih rajin, pasti....

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts