Yang Harus Disiapkan Jika Ingin Anak Bersekolah Di SD Full Day

Saya bukan pakar atau pemerhati pendidikan. Saya sih cuma pemerhati pendidikan anak saya, hehe. Tapi bolehlah saya berbagi hal yang harus dipersiapkan jika ingin anak bersekolah di SD full day. (SD full day school maksudnya. Tapi itu kata 'sekolah' sudah dipakai di singkatan SD. Masak dobel? Yang penting maksudnya seperti itu).

Kenapa SD yang dibahas? Karena anak saya baru masuk SDIT tahun ini. Menilik beberapa hal, maka lahirlah tulisan ini.

Yang harus disiapkan jika ingin anak bersekolah di SD full day tentu saja dana. Betul, tapi bukan cuma dana. Dilihat dari sisi anak, hal-hal inilah yang saya kira patut dipertimbangkan:

Pertama, Kesiapan Anak Bersekolah Sampai Siang

Aslinya alasan anak saya bersekolah di SDIT adalah karena permintaannya sendiri. Lokasi SDIT yang cuma 100-an meter dari rumah adalah alasan utama. Barangkali karena hampir setiap hari lewat di depan sekolah itu membuat anak saya tertarik. Alasan kedua adalah apalagi kalau bukan karena ada teman yang bersekolah di sana? Iya. Kebetulan teman-teman bermainnya dulu bersekolah di TKIT yang lokasinya sekompleks dengan SDIT. Rupanya ada 'provokator' juga, ya.

Setelah saya pertimbangkan, saya dan suami pun setuju. Dan alhamdulillaah, biaya bersekolah di SDIT itu relatif terjangkau. Total biaya masuk 3 juta lebih sedikit yang bisa dicicil hingga enam kali dan SPP 60.000 per bulan. Berhubung sangat dekat, biaya transportasi dianggap nol dan biaya makan siang juga dianggap nol karena makan siang saya antar pas mendekati jam makan.

Saat anak saya bilang ingin bersekolah di SDIT itu saya bertanya apakah dia siap untuk pulang siang. Jawabnya, "siap."

Oke. Syarat utama sekolah di SDIT itu adalah pulang siang. Jam belajar di sekolah itu dari pukul 7.15 - 13.45. Kelas 3 ke atas di hari-hari tertentu ada yang sampai pukul 15.00. Saya jelaskan kepada anak saya bahwa di sana nanti ada kegiatan sholat dhuhur dan makan siang. Lagi-lagi anak saya bilang, "siap." Maka, jadilah.

Kedua, Bisa Makan Sendiri

Ketika anak saya sudah bersekolah di SDIT, seorang teman yang tertarik menyekolahkan anaknya ke sana juga bertanya banyak kepada saya. Teman yang lain langsung menimpali, "Tunggu dulu. Anakmu sudah bisa makan sendiri apa belum?"

Sepertinya sepele, soal makan sendiri tanpa disuapi dan makan mandiri tanpa dilayani. Sepele tapi penting. Yang harus dicatat oleh orang tua adalah di SD anak sudah dituntut untuk mandiri. Bisa makan sendiri, merapikan perlengkapan sekolah sendiri, pakai baju dan sepatu sendiri dan seterusnya. Bisa saja di kelas 1 masih ada pengecualian. Sangat mungkin guru di kelas 1 masih mau membantu ini-itu saat anak belum terampil. Tapi tentunya diharapkan sebagian besar anak yang masuk SD sudah mandiri. Kalau tidak, bisa-bisa guru jadi baby sitter, nggak sempat ngajar dong.

Nah, begitupun dengan urusan makan sendiri. Kasus yang ditemui teman saya tadi adalah si anak belum bisa makan tanpa disuapi. Walhasil pada jam makan anak itu lebih banyak berjuang untuk makan sendiri dengan hasil suapan minim. Bayangkan hal ini terjadi selama berhari-hari. Akhirnya anak ini menderita sakit maag.

Berkaca dari pengalaman buruk ini, sangat sangat dianjurkan anak sudah bisa dan terbiasa makan sendiri saat masuk SD full day.

Itulah hal yang perlu disiapkan jika ingin anak bersekolah di SD full day. Bukan melulu soal biaya dan kemampuan calistung anak, tapi jugs hal-hal sepele tapi penting tadi. Kesiapan anak sangat penting sebab anaklah yang akan menghabiskan masa enam tahun itu di sana, bukan orang tuanya.

Comments

  1. *noted, bunda, buat bekal nanti kalo sudah punya anak :D

    ReplyDelete
  2. juga kesiapan mental ya mba, gak mudah cape kalo masuk full day school

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak. Yang utama kesiapan anaknya.

      Delete
  3. Sekarang kebanyakan sekolah jadi full day ya. Dulu saya sekolahnya paling banter sampai jam 12 aja. Hihi.

    Full day lbh mandiri ya sepertinya. Salam kenal, Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Dulu pulang pas habis adzan dhuhur ya. Salam kenal kembali.

      Delete
  4. walah aku ga kepikiran ada anak usia SD yang belum bisa makan sendiri >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin efek masuk SD kemudaan mbak. Bagi yang belum bisa maem sendiri, masih ada waktu untuk latihan. Mumpung masih November :-D

      Delete
  5. Raka awal2 masuk sd dulu juga masih meragukan kemampuan dan kecepatan maemnya mbak....dulu tak bawain susu kotak gitu, kadang roti jaga2 klo msh laper.... Tp ngefek juga dibadan. Kurusan. Klo sekarang dibawain bekal dah ga mau. Maem siangnya ikut catering sekolah mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Damar juga kurusan lis. Sama itu, dia minta cateringan juga. Tapi lha wong rumah dekat banget gitu. Trus tak bujuk masih mau pakai bekal dari rumah. Jam 12 kuantar ke sekolah jd masih anget.

      Delete
  6. Anakku masih balita, tapi ada rencana mau masukkin dia ke SDIT. Makasih sharingnya Mba', buat persiapan nanti. :)

    ReplyDelete
  7. Anakku jga full day, alhamdulillah mandiri bgt & keliat skrg rajin bgt sholat. Trus jd tepat waktu jg krn ud biasa disiplin

    ReplyDelete
  8. Anak saya masih balita sih, dan saya sedang berusaha untuk mengajarkan anak-anak makan sendiri tanpa disuapi. Kalo soal sd full day school mungkin memang dikembalikan lagi sama kesiapan anaknya ya

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts