Indonesianfolktales dot com Kekayaan Budaya Yang Mendunia

Berlebihan tidak sih menyatakan bahwa budaya Indonesia mendunia? Tidak juga, saya kira. Dengan penyebaran orang-orang Indonesia ke berbagai penjuru dunia, budaya Indonesia pun mau tak mau ikut tersebar. Bagaimana dengan kekayaan budaya lisannya berupa kisah-kisah legenda yang sarat nilai moral?

Belum adanya tolok ukur yang pasti bukan halangan bagi Indonesia untuk terus menghidupkan cerita rakyatnya. Bertepatan dengan terpilihnya Indonesia sebagai tamu kehormatan dalam perhelatan akbar Frankfurt Book Fair 2015, Komunitas Penulis Bacaan Anak meluncurkan situs indonesianfolktales.com .

Dalam situs ini dapat kita jumpai 50 cerita rakyat pilihan dari Sabang sampai Merauke yang disajikan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Mengapa dwibahasa? Tujuannya jelas agar dapat dinikmati masyarakat internasional. Bukan hanya dinikmati oleh orang dari negara lain, tapi juga bisa dibaca oleh generasi kedua, ketiga dan generasi Indonesia berikutnya yang menetap di luar Indonesia. Cerita rakyat seperti ini bisa membangkitkan nostalgia dan merekatkan kembali mereka dengan tanah leluhur mereka.

Di indonesianfolktales dot com seluruh cerita rakyat telah ditulis ulang dan mengalami proses seleksi yang ketat. Maklum, situs ini memang menyasar anak dan remaja sebagai konsumen utamanya. Menyajikan cerita untuk anak tentunya berbeda dengan cerita umum. Pemilihan kata dan kesederhanaan kalimat sangat penting dalam cerita anak. Anak bisa membaca sendiri cerita rakyat di situs ini, bisa juga dibacakan oleh orang tua atau guru.

Tiap cerita rakyat di indonesianfolktales dot com disertai ilustrasi yang menarik yang sesuai dengan tema cerita. Ilustrasi yang menawan tentunya menjadi daya tarik tersendiri. Sepakat, kan?

Seluruh proses pengerjaan situs ini, mulai dari seleksi naskah, editing naskah, penerjemahan, ilustrasi hingga pembuatan situs dikerjakan sendiri oleh anggota Forum Penulis Bacaan Anak. Bukan hanya kerja keras, kerja marathon pun sempat terasa dalam proses ini. Saya sendiri terlibat dalam penerjemahan tiga naskah: Indu Palui Swallowed by Manganga Stone, The Crying Dragonfly - Kinjeng Tangis dan Situ Bagendit. Duile...cuma tiga dari lima puluh saja kok pamer :-D .

Nah, bagi teman-teman yang penasaran, sila kunjungi indonesianfolktales dot com ya. Meski nantinya Frankfurt Book Fair 2015 sudah berakhir, situs ini akan terus ada, bahkan rencananya akan ada pengembangan lagi, insya Alloh. Mohon doanya, ya. Ditunggu kehadiran teman-teman di indonesianfolktales dot com . Mau baca-baca boleh, dishare ke medsos boleh, mau tinggalin saran dan kritik juga boleh banget.

Oya, buat teman-teman blogger yang tertarik berpartisipasi mempromosikan indonesianfolktales dot com, boleh lho pasang banner ini di sidebar blog masing-masing.

IndonesianFolkTales

Sila copy and paste script berikut:

<a href="http://indonesianfolktales.com"><img title="Indonesian Folktales" src="http://img.photobucket.com/albums/v238/iwok/Banner_zps8emdsl1s.jpg" alt="IndonesianFolkTales" width="200"/></a>

Yuk, yuk!

Comments

  1. Wah, informatif banget ini mbak.. Edukatif juga. Semoga masyarakat Indonesia yang ada di luar sana bisa terus membudayakan membaca cerita lokalnya deh ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harapannya bisa mendunia begitu, Mbak.

      Delete
  2. cerita rakyat kita banyak ya mbak cuma masih banyak yg belum dieksplore

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buanyak, Mah. Banyak yg belum pernah saya dengar juga dr situs itu.

      Delete
  3. uwaa keren mbak,lumayan lo 3...coba ah ke webnya^^

    ReplyDelete
  4. Saatnya membudayakan lokal go internasional. Cintai Budaya Negeri ini !!!!

    ReplyDelete
  5. sudah selayaknya sebagai pelaku kesenian tradisional, saya harus mengunjungi indonesianfolktales.com agar pengetahuan saya tentang budaya nasional yang ada dari Sabang hingga ke merauke dapat saya aplikasikan pada kesenian saya...hehe

    ReplyDelete
  6. Iyaaa, harus dishare ini ya, aku udah kesono. Banyak teman kita yang karyanya diterjemahkan dalam bahasa inggris :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Mbak. Iya, banyak nama yg ga asing ya, Mbak.

      Delete
  7. Alhamdulillah kelar juga ya pekerjaan seru kita, Mbak Diah ^_^ Semoga banyak pengunjungnya dan bisa lumintu. Sehat selalu, Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak alhamdulillaah. Semoga bermanfaat bagi banyak orang ya.

      Delete
  8. walaupun tinggal di luar negeri tapi tetap bisa baca-baca cerita rakyat dari negeri kelahiran sendiri ya..

    ReplyDelete
  9. wah, ternyata ada banyak juga ya cerita rakyat yang belum saya tahu :O

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, Mas, saya juga gitu. Negeri kita mmg kaya ya.

      Delete
  10. aku dulu suka banget cerita rakyak di Bobo tapie mb

    ReplyDelete
  11. Aih baru ahu ttg ini ... setelah ... setahun?
    Eh, kenapa saya bisa sampe ke sini yak? *tiba2 amnesia*

    Tapi saya senang sudah baca info ini. Sayang sekali, baru tahu ....
    Ih keren Mbak, terlibat dalam 3 cerita. Tiga dari 50 itu .... 6 persen .... lumayaaan. Pasti gak gampang masuk dalam tim itu ^_^

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts